6 Jenis Peredam Panas Atap Agar Rumah Sejuk

·Bacaan 6 menit
6 Jenis Peredam Panas Atap Agar Rumah Sejuk
6 Jenis Peredam Panas Atap Agar Rumah Sejuk

RumahCom - Tinggal di daerah beriklim tropis membuat cuaca di Indonesia cenderung panas dan lembap. Untuk berlindung di bawah teriknya sinar matahari, banyak bangunan akhirnya dipasang pendingin ruangan seperti kipas atau AC.

Tapi selain pendingin ruangan, pemasangan peredam panas atap atau yang dikenal sebagai insulasi atap dapat Anda pilih sebagai solusi membuat rumah lebih sejuk. Karena itu, bagi Anda yang tinggal di wilayah dengan cuaca dingin, pemakaian peredam panas atap akan membantu ruangan tetap hangat selama musim dingin.

Lalu, apa saja jenis-jenis peredam panas atap dan perbedaannya? Melalui artikel ini berikut informasi yang akan Anda dapatkan:

  1. Bagaimana Cara Kerja Peredam Panas Atap?

  2. 6 Jenis Peredam Panas Atap
    1. Polyurethane
    2. Aluminium Foil
    3. Bubble Foil
    4. Panel Styrofoam
    5. Glass Wool
    6. Polyester

  3. Manfaat Menggunakan Peredam Panas Atap

  4. Cara Merawat Peredam Panas Atap

Bagaimana Cara Kerja Peredam Panas Atap?

Peredam panas atap biasanya dipasang di bagian atas atau celah antara atap dengan langit-langit plafon. Cara kerja dari peredam panas atap ini cukup sederhana. Alat yang dipasang akan mengatur sirkulasi panas di dalam rumah, dimana energi panas dari dalam ruangan tidak akan mudah keluar. Sebaliknya, panas dari luar rumah juga tidak akan mudah masuk ketika membuka pintu.

Peredam panas atap sendiri merupakan benda yang berfungsi untuk mengurangi penyerapan panas sinar matahari dari atap. Melansir dari Wikipedia, insulasi sendiri berarti proses penyekatan atau penghambatan untuk mencegah perpindahan arus listrik, panas, bunyi, dan sebagainya.

9 Cara Atasi Atap Rumah Bocor Biar Tidak Rembes
9 Cara Atasi Atap Rumah Bocor Biar Tidak Rembes

Tips Rumah dan Apartemen

9 Cara Atasi Atap Rumah Bocor Biar Tidak Rembes

6 Jenis Peredam Panas Atap

Peredam panas jenis foam sangat mudah dipasang dan tahan terhadap berbagai cuaca. (Foto: Homebuilding.co.uk)
Peredam panas jenis foam sangat mudah dipasang dan tahan terhadap berbagai cuaca. (Foto: Homebuilding.co.uk)

Peredam panas jenis foam sangat mudah dipasang dan tahan terhadap berbagai cuaca. (Foto: Homebuilding.co.uk)

Penjelasan mengenai insulasi atap di atas mungkin membuat Anda tertarik untuk menerapkannya di rumah. Tapi, sebelum buru-buru membeli cari tahu dulu 6 jenis peredam panas atap yang biasa dijual di pasaran:

1. Polyurethane

Peredam panas atap yang pertama terbuat dari jenis cairan polyurethane yang berbentuk busa (foam). Cairan ini dibentuk agak padat sehingga dapat menyerap panas dengan lebih kuat. Bahkan, digadang-gadang insulasi atap jenis ini tahan terhadap segala jenis cuaca dan tidak mudah rusak sehingga sangat cocok untuk segala jenis atap mulai dari kayu sampai seng.

Cara pengaplikasiannya juga sangat mudah. Cukup semprotkan polyurethane foam pada lapisan luar dari atap rumah Anda. Lalu tunggu beberapa saat sampai cairan akhirnya mengeras.

2. Aluminium Foil

Bahan aluminium foil memang banyak digunakan untuk keperluan memasak karena sifatnya yang tahan panas. Ternyata tidak hanya untuk keperluan dapur, aluminium foil juga menjadi salah satu bahan peredam panas atap yang cukup digemari.

Berbentuk lembaran berwarna perak, jenis insulasi atap ini dapat membantu menjaga kelembapan ruangan. Pemasangannya juga cukup mudah dan tidak memakan terlalu banyak tenaga.

3. Bubble Foil

Jenis peredam panas atap satu ini sangat mirip dengan bubble wrap yang umum digunakan untuk membungkus paket. Dengan warna silver, jenis insulasi atap ini merupakan modifikasi dari jenis aluminium foil.

Kelebihannya, tidak hanya efektif dalam meredam hawa panas, harga dari jenis bubble foil terbilang cukup murah. Beberapa toko online menjual mulai dari Rp9 ribu/lembar sampai dengan Rp700 ribu/gulungan ukuran 50m. Jika terdapat anak-anak atau balita dalam rumah, penggunaan peredam panas jenis bubble foil sangat cocok karena bahan di dalamnya tidak mengandung zat yang berbahaya.

Tip Rumah

Tambahkan tanaman kecil di sudut ruangan agar hunian terlihat semakin asri dan sejuk.

4. Panel Styrofoam

Selain bubble foil, jenis peredam panas panel styrofoam juga memiliki harga yang relatif terjangkau. Bahan baku utama dari jenis ini merupakan butiran plastik yang dipadatkan lalu diisi lagi dengan udara.

Bentuknya sendiri menyerupai wafer, dimana bagian styrofoam diapit oleh dua bahan plastik atau panel prefabrikasi dengan motif mirip parket lantai kayu. Sementara itu, perlu diingat jika atap rumah Anda terbuat dari bahan yang panas seperti seng, sebaiknya hindari memakai jenis ini karena tidak sekuat insulasi atap lainnya.

5. Glass Wool

Terbuat dari serat fiberglass, jenis peredam panas atap ini diolah melalui serangkaian proses dan dibentuk menyerupai lapisan mirip wool. Tapi tidak hanya menyerap panas, tipe glasswool ternyata juga baik dalam meredam suara sehingga sering digunakan di studio musik.

Dibandingkan jenis lainnya, glasswool jarang diaplikasikan pada hunian biasa. Penggunaannya lebih banyak diperuntukkan bagi gedung perkantoran dan juga pabrik.

6. Polyester

Jenis polyester menjadi peredam panas atap paling populer di tengah masyarakat. Di pasaran, varian yang paling banyak digunakan adalah polyester R3.5. Saat ini, jenis polyester sudah banyak dipakai pada fasilitas umum sampai dengan gedung bertingkat karena terbukti mampu meredam panas dengan baik.

Tonton video yang informatif berikut ini untuk mempelajari cara aman membeli rumah bekas!

Manfaat Menggunakan Peredam Panas Atap

Dengan insulasi atap, pemakaian pendingin ruangan dapat diminimalisir. (Foto: Pexels - Ksenia Chernaya)
Dengan insulasi atap, pemakaian pendingin ruangan dapat diminimalisir. (Foto: Pexels - Ksenia Chernaya)

Dengan insulasi atap, pemakaian pendingin ruangan dapat diminimalisir. (Foto: Pexels - Ksenia Chernaya)

Dari penjelasan di atas, Anda telah mengetahui fungsi utama dari peredam panas atap adalah untuk mengatur sirkulasi hawa panas sehingga hunian terasa lebih sejuk dan nyaman. Insulasi yang dipasang pada atap rumah akan menjaga agar panas dalam rumah tidak terlalu tinggi atau rendah.

Keuntungan ini sangat membantu ketika memasuki berbagai musim. Hunian tetap hangat di musim penghujan dan terasa sejuk di musim kemarau. Seiring dengan hal tersebut, manfaat lain yang bisa Anda dapatkan adalah menghemat pemakaian energi.

Penggunaan AC, kipas, atau penghangat dengan intensitas tinggi dapat membuat tagihan listrik membengkak. Namun, dengan memasang peredam panas atap, dijamin Anda lebih hemat energi dan berarti hemat uang.

Manfaat lainnya, ternyata pemasangan insulasi atap dapat membantu memperpanjang umur atap Anda. Peredam panas atap yang terpasang dapat melindungi atap dari benda-benda asing yang mungkin bersifat merusak. Jadi dibanding mengeluarkan uang untuk reparasi atap, mengganti panel insulasi beberapa tahun sekali akan lebih murah.

Menggunakan peredam panas atap untuk menambah kesejukan rumah bisa menjadi alternatif bagi Anda yang tinggal di kota besar, seperti Surabaya. Cek lokasi hunian potensial di Surabaya harga dibawah Rp 500 juta di sini!

Cara Merawat Peredam Panas Atap

Segera ganti peredam panas atap yang basah agar tidak menjadi sarang jamur dan bakteri. (Foto: Pexels - Adrian Orichon)
Segera ganti peredam panas atap yang basah agar tidak menjadi sarang jamur dan bakteri. (Foto: Pexels - Adrian Orichon)

Segera ganti peredam panas atap yang basah agar tidak menjadi sarang jamur dan bakteri. (Foto: Pexels - Adrian Orichon)

Pemasangan peredam panas atap memang cenderung mudah. Namun, Anda perlu mengetahui cara tepat untuk merawatnya agar insulasi tetap awet dan berfungsi maksimal. Perlu dipahami, masalah utama dari peredam panas atap adalah air.

Insulasi yang basah umumnya terjadi karena dua faktor. Pertama faktor eksternal dimana peredam terkena air yang masuk dari luar rumah. Kedua, dari faktor internal akibat kelembapan udara yang terlalu tinggi karena buruknya ventilasi.

Masalah ini tidak boleh disepelekan. Peredam panas atap yang basah akan menjadi lembab dan akhirnya ditumbuhi jamur serta bakteri lain yang berbahaya bagi kesehatan. Karena itu sebaiknya buat jadwal rutin untuk mengecek apakah ada lapisan atau bagian yang bocor pada insulasi atap. Pastikan juga sirkulasi udara berjalan baik dengan membuat ventilasi yang cukup untuk keluar masuk udara.

Jika peredam panas atap terlanjur basah dan rusak, segera panggil bantuan profesional untuk mendapat pertolongan dan menggantinya dengan yang baru.

Demikianlah penjelasan detail mengenai manfaat, jenis, serta cara merawat peredam panas atap. Sebelum memasang insulasi atap di hunian Anda, pastikan peredam yang dipilih telah disesuaikan dengan jenis atap serta kondisi ruangan.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya
Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel