6 Kabar Terkini Kasus Covid-19 di Tanah Air dalam Sepekan Terakhir

·Bacaan 5 menit
Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito mengimbau masyarakat segera melaporkan jika adanya Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI) saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (18/5/2021). (Tim Komunikasi Satgas COVID-19/Damar)

Liputan6.com, Jakarta Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyampaikan perkembangan terkini kasus Covid-19 di Tanah Air. Dilaporkan telah terjadi peningkatan kasus positif dalam sepekan terakhir hingga diangka 48.821 orang.

Menurut Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito, kenaikan kasus Covid-19 saat ini dipengaruhi oleh lonjakan kasus di lima provinsi.

Dari kelima provinsi tersebut, Wiku menyebut provinsi teratas yang dilaporkan sebagai penyumbang kasus baru Covid-19 terbanyak adalah Jawa Barat, yaitu sebanyak 7.246 orang.

Dikuti oleh Jawa Tengah dan Provinsi DKI Jakarta di tempat ketiga, masing-masing berjumlah 5.568 dan 5.324 kasus baru.

Terkait hal ini dia mengimbau pemerintah daerah setempat memperbaiki cara penanganan Covid-19 untuk menekan lajunya angka kasus positif.

Berikut beberapa kabar terkini kasus Covid-19 yang ada di Indonesia selama sepekan terakhir dihimpun Liputan6.com:

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

1. Kasus Covid-19 di Indonesia Naik 48.821

Wiku Adisasmito mengatakan, saat ini kasus baru virus Covid-19 di Indonesia melonjak hingga 48.821 selama sepekan terakhir.

"Penambahan ini dikontribusikan dari 5 provinsi dengan kenaikan tertinggi yakni, Jawa Barat naik 7.246 kasus, Jawa Tengah naik 5.568 kasus, DKI Jakarta naik 5.324 kasus, Riau naik 4.737 kasus, dan Kepulauan Riau naik 2.008 kasus," terang Wiku dikutip dari siaran persnya, Rabu (2/6/2021).

Menurut Wiku, keberhasilan penanganan Covid-19 di Pulau Jawa akan sangat berdampak pada perkembangan kasus secara nasional. Lantaran 55 persen atau 145 juta dari total penduduk Indonesia berada di Pulau Jawa.

2. Pulau Jawa Penyumbang Terbanyak

Selama sepekan terakhir, Pulau Jawa menjadi pulau yang paling banyak menyumbang kasus Covid-19 di Indonesia.

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan Satgas Covid-19 terhadap enam provinsi di Pulau Jawa menunjukkan bahwa Pulau Jawa mengontribusi sebanyak 53 persen terhadap kasus Covid-19.

Pemantauan tersebut dilakukan terhadap Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

"Ini adalah angka yang cukup tinggi. Mengingat hanya dengan enam provinsi di Pulau Jawa mampu menyumbang lebih dari setengah dari total kasus nasional," kata juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Selasa 1 Juni 2021.

3. Perlu Ada Konsolidasi Antarwilayah Tekan Kasus Positif

Melihat adanya kenaikan kasus Covid-19 di Pulau Jawa, Wiku meminta agar pemerintah provinsi sesegera mungkin memperbaiki upaya penanganan Covid-19 di wilayahnya masing-masing.

Menurutnya, peran pemerintah daerah sangatlah penting untuk menekan penambahan kasus Covid-19.

"Jika berhasil memperbaiki penanganan dan menurunkan kasus dalam 1-2 minggu ke depan, bukan tidak mungkin kasus positif tingkat nasional juga akan turun secara drastis. Jika ini terjadi, maka Pulau Jawa menjadi kontributor terbesar dalam menurunkan penurunan kasus dan itu merupakan prestasi yang sangat baik," jelas Wiku.

Selain itu, Wiku juga mengimbau agar pemerintah daerah melakukan konsolidasi antarwilayah dengan memanfaatkan forum komunikasi seperti Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) antar wilayah.

"Hal ini dapat menjadi wadah bagi pimpinan daerah pada enam provinsi ini, untuk bertemu dan bersama-sama merumuskan penanganan terbaik untuk Covid-19 di Pulau Jawa," pungkas Wiku.

4. Hadirnya Varian Baru

Tak hanya itu, Wiku juga menyoroti munculnya varian baru virus Covid-19 di Tanah Air yang hingga saat ini terus bermutasi. Munculnya varian baru Covid-19 disebut dapat mempengaruhi efikasi vaksin Covid-19.

Berdasarkan Whole Genom Sequencing (WGS), sebaran varian baru virus Covid-19 hampir terdeteksi di seluruh Indonesia dan terutama Pulau Jawa.

World Health Organization (WHO) menyatakan, hingga saat ini varian utama yang terdeteksi yakni varian B117 dari Inggris, B1351 dari Afrika Selatan, B11281 atau P1 dari Brazil/Jepang, dan B1617 dari India. Semua varian baru tersebut dapat mempengaruhi efikasi vaksin.

"WHO berdasarkan studi yang dilakukan beberapa peneliti, menyatakan beberapa varian memiliki pengaruh yang sedikit hingga sedang terhadap angka efikasi tiap vaksin pada kasus positif dengan varian tertentu," kata Wiku dalam keterangan tulis, Selasa, 1 Juni 2021.

Pengaruh efikasi yang ada disebutkan bahwa varian B117 dapat mempengaruhi vaksin AstraZaneca. Lalu, varian B1351 mempengaruhi vaksin Moderna, Prfizer, AstraZaneca dan Novavac.

Sedangkan varian P1 mempengaruhi efikasi Moderna dan Pfizer. Serta untuk varian B1617 mempengaruhi Moderna dan Pfizer. Wiku menjelaskan, hal ini dikarenakan vaksin masih menggunakan virus atau original varian yang saat itu ditemukan di Wuhan, China.

5. Penurunan Efikasi Bersifat Sementara

Kendati begitu, WHO menyebutkan bahwa pengaruh varian baru Covid-19 terhadap efikasi vaksin masih bersifat sementara dan masih dapat berubah tergantung dengan hasil studi lanjutan yang tengah dilakukan.

Perubahan efikasi yang terjadi tak menurunkan efikasi di bawah 50 persen yang menjadi ambang batas minimal toleransi dari WHO untuk sebuah produk vaksin yang dikatakan layak.

Bahkan, WHO juga mengungkapkan bahwa beberapa vaksin di antaranya masih memiliki efikasi di atas 90 persen.

6. Mengefektifkan Testing dan Karantina

Oleh karena itu, Wiku mengatakan perlu dilakukan berbagai solusi secara paralel dan kolektif. Solusi tersebut yakni mengefektifkan testing dan karantina pelaku perjalanan demi menekan bertambahnya varian baru yang masuk. Hal ini dikarenakan yang terdeteksi saat ini berdasarkan WGS ada 4 dari 8 varian akibat mutase Covid-19.

Lalu, yang kedua menggitakan WGS secara komplit untuk mengetahui distribusi secara tepat dan dapat dijadikan dasar kebijakan pengendalian yang lebih spesifik sesuai risiko di setiap daerah.

Ketiga, semua sektor dan kegiatan harus ditegakan protokol kesehatannya demi menurunkan peluang munculnya varian baru atau gabungan dengan kasus yang ada di Indonesia. Hal ini lantaran, pada prinsipnya mutasi akan menjadi lebih masif saat penularan di masyarakat juga tinggi.

Selanjutnya yang keempat, melanjutkan vaksinasi karena vaksin yang digunakan saat ini masih tergolong efektif. Efektif dalam mencegah penyakit, maupun menghindari gejala parah pada kasus positif.

Cinta Islamiwati

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel