6 Kandidat Manajer Chelsea Jika Frank Lampard Dipecat

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Chelsea kembali mendapatkan hasil buruk dalam ajang Premier League. Hasil itu kabarnya membuat masa depan sang manajer Frank Lampard berada di ujung tanduk.

Chelsea menelan kekalahan pada laga pekan ke-17. The Blues takluk dengan skor 1-3 dari Manchester City, Minggu (3/1/2021) malam WIB.

Pada duel di Stamford Bridge itu, Chelsea sudah kebobolan tiga gol pada babak pertama. Ilkay Gundogan, Phil Foden, dan Kevin De Bruyne bergantian mencetak gol ke gawang Edouard Mendy.

Sedangkan, Chelsea hanya mampu mendapat gol hiburan pada menit akhir laga. Adalah Callum Hudson-Odoi yang mencatatkan namanya di papan skor.

Kekalahan itu membuat Chelsea tertahan di posisi ke-8 klasemen sementara Premier League. Mereka mengumpulkan 26 poin dari 17 pertandingan.

Kekalahan itu membuat posisi Lampard sebagai manajer Chelsea menjadi sorotan. Lampard mulai diisukan bakal dipecat sang pemilik klub, Roman Abramovich.

Apabila Lampard harus angkat kaki dari klub, ada sejumlah pelatih yang dinilai bisa menggantikannya di Chelsea. Siapa saja mereka?

Thomas Tuchel

Pelatih PSG, Thomas Tuchel, memperhatikan pemainnya saat menghadapi Lens pada laga Liga Prancis di Stadion Bollaert-Delelis, Jumat (11/9/2020). PSG kalah 0-1 atas Lens. (AFP/Denis Charlet)
Pelatih PSG, Thomas Tuchel, memperhatikan pemainnya saat menghadapi Lens pada laga Liga Prancis di Stadion Bollaert-Delelis, Jumat (11/9/2020). PSG kalah 0-1 atas Lens. (AFP/Denis Charlet)

Thomas Tuchel baru saja kehilangan pekerjaannya. Pria asal Jerman itu terpaksa menganggur usai dipecat klub asal Prancis PSG. Kabarnya, Tuchel mengincar posisi manajer Chelsea jika lowong.

Tuchel punya prestasi yang bagus bersama PSG. Ia berhasil membawa PSG juara Ligue 1 musim 2018/2019 dan 2019/2020.

Musim lalu, Tuchel juga berhasil mengantarkan Neymar dkk ke final Liga Champions. Sayangnya, mereka gagal mengangkat trofi Si Kuping Besar karena kalah dari Bayern Munchen.

Massimiliano Allegri

Massimiliano Allegri datang ke Juventus pada tahun 2014, Allegri datang menggantikan Antonio Conte yang pada saat itu memutuskan pergi dari Turin untuk menuju Chelsea. (AFP/Isabella Bonotto)
Massimiliano Allegri datang ke Juventus pada tahun 2014, Allegri datang menggantikan Antonio Conte yang pada saat itu memutuskan pergi dari Turin untuk menuju Chelsea. (AFP/Isabella Bonotto)

Massimiliano Allegri merupakan salah satu pelatih yang cukup suskes di pentas domestik. Pelatih asal Italia itu sudah memenangkan Scudetto enam kali.

Rinciannya, Allegri membantu Milan menjuarai Serie A sekali. Setelah itu, Juventus dibawanya menjadi juara lima kali secara beruntun pada tahun 2014-2019.

Allegri juga pernah membawa Juventus ke final Liga Champions sebanyak dua kali. Namun, Allegri selalu kalah dalam dua kesempatan itu.

Lucien Favre

Pelatih Borussia Dortmund, Lucien Favre, memberikan arahan kepada pemainnya saat menghadapi Club Brugge pada laga lanjutan Liga Champions di Signal Iduna Park, Rabu (25/11/2020) dini hari WIB. Borussia Dortmund menang 3-0 atas Club Brugge. (AFP/Ina Fassbender)
Pelatih Borussia Dortmund, Lucien Favre, memberikan arahan kepada pemainnya saat menghadapi Club Brugge pada laga lanjutan Liga Champions di Signal Iduna Park, Rabu (25/11/2020) dini hari WIB. Borussia Dortmund menang 3-0 atas Club Brugge. (AFP/Ina Fassbender)

Lucien Favre baru saja dipecat dari klub Borussia Dortmund. Favre harus kehilangan pekerjaannya setelah timnya kalah 1-5 dari Stuttgart.

Meski harus angkat kaki dari klub, Favre memiliki rekam jejak yang bagus di Signal Iduna Park. Ia berhasil membawa Dortmund finis sebagai runner up di Bundesliga dalam dua musim beruntun.

Prestasi terbaik pelatih asal Swiss itu adalah memberi trofi Piala Super Jerman pada 2019. Mereka mengangkat piala itu setelah mengalahkan Bayern Munchen.

Ernesto Valverde

Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde saat mendampingi timnya di babak semifinal Piala Super Spanyol, Jumat dini hari WIB (10/1/2020). Dalam duel ini, Barcelona kalah 2-3 dari Atletico Madrid. (Giuseppe CACACE / AFP)
Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde saat mendampingi timnya di babak semifinal Piala Super Spanyol, Jumat dini hari WIB (10/1/2020). Dalam duel ini, Barcelona kalah 2-3 dari Atletico Madrid. (Giuseppe CACACE / AFP)

Ernesto Valverde punya prestasi yang bagus selama menangani Barcelona. Dia berhasil mempersembahkan empat trofi untuk Blaugrana.

Valverde memberikan dua gelar La Liga, satu trofi Copa del Rey dan satu Supercopa de Espana untuk Barcelona. Meski begitu, Valverde dipecat Barcelona pada Januari 2020.

Sebelum menangani Barcelona, Valverde juga pernah memenangkan Liga Yunani dan Piala Yunani bersama Olympiakos. Dia juga pernah mengantarkan Athletic Bilbao menjadi juara Supercopa de Espana.

Leonardo Jardim

Leonardo Jardim (PATRIK STOLLARZ/AFP)
Leonardo Jardim (PATRIK STOLLARZ/AFP)

Nama Leonardo Jardim bersinar terang ketika menangani Monaco. Ia pernah membawa klub tersebut menembus semifinal Liga Champions 2016-2017 dan juga meraih gelar Ligue 1.

Jardim meraih prestasi tersebut dengan berbekal para pemain muda. Salah satunya adalah Kylian Mbappe yang berusia 18 tahun saat itu.

Jardim dipecat Monaco pada 2018. Meski sempat kembali ke klub pasca pemecatan Thiery Henry, Jardim kembali dipecat oleh klub Prancis tersebut.

John Terry

3. John Terry (Chelsea) 41 Gol. (AFP/Justin Tallis)
3. John Terry (Chelsea) 41 Gol. (AFP/Justin Tallis)

John Terry bukanlah sosok yang asing buat Chelsea. Seperti Lampard, Terry merupakan mantan pemain The Blues.

Semasa masih aktif bermain, Terry adalah kapten Chelsea. Ia sukses mengantarkan The Blues menyabet lima gelar Premier League dan satu trofi Liga Champions.

Saat ini Terry tengah menimba ilmu kepelatihan di klub Premier League lainnya, Aston Villa. Ia menjadi asisten manajer Dean Smith.

Sumber: Berbagai sumber

Disadur dari: Bola.net (Aga Deta, published 4/1/2021)

Video