6 Karya Mendiang Gatot Brajamusti, Salah Satunya Film Terbaik FFI 2012

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Gatot Brajamusti meninggal dunia. Mantan Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) dan guru spiritual Reza Artamevia ini mengembuskan napas terakhir pada usia 58 tahun. Gatot Brajamusti meninggal di RS Pengayoman Cipinang Jakarta, Minggu (8/11/2020).

Juru bicara Parfi, Evry Joe, membenarkan. Namun, ia membantah isu yang menyebut Gatot Brajamusti meninggal akibat infeksi Covid-19. “Bukan karena Covid-19,” jawabnya ringkas. “Aa Gatot Brajamusti sudah sakit sejak lama,” Evry Joe menerangkan.

Sepanjang hayatnya, Gatot Brajamusti memproduksi dan membintangi sejumlah film. Mengenang Gatot Brajamusti, Showbiz Liputan6.com merangkum 6 rekam jejaknya di layar lebar. Selamat menyimak.

1. Bait Surau

Poster film Bait Surau. (Foto: Instagram @baitsurauthemovie)
Poster film Bait Surau. (Foto: Instagram @baitsurauthemovie)

Dalam catatan kami, proses produksi film ini sangat lama dan agak kerepotan mendapat tanggal di jaringan bioskop. Gatot Brajamusti tampil singkat karena titik berat film ada di tokoh Rommy.

Selain Rommy (Rio Dewanto), ada Ramdhan (Ihsan Tarore) dan Nadia (Nadia Vella). Meski demikian, Bait Surau menambah panjang daftar produktivitas Gatot Brajamusti di layar lebar.

2. Ummi Aminah

Poster film Ummi Aminah. (Foto: MVP Pictures/ IMDb)
Poster film Ummi Aminah. (Foto: MVP Pictures/ IMDb)

Gatot Brajamusti memerankan Umar. Tampil dalam porsi cukup, tak menggangu alur utama cerita yang berpusat pada Ummi Aminah (Nani Wijaya). Penonton mungkin tak 100 persen terkesan pada performa Gatot Brajamusti di sini.

Yang membekas di benak hingga kini, justru adegan penutupnya yakni ayah mendatangi putranya yang (maaf) gay dan punya salon kecantikan. Sang ayah minta dibasuh rambutnya. Saat itulah ia mengembuskan napas terakhir.

3. Sayap Kecil Garuda

Aa Gatot di vonis sembilan tahun penjara dalam kasus asusila. Selain pidana, ia juga diwajibkan membayar denda Rp 200 juta atau bisa diganti dengan kurungan selama enam bulan. (Adrian Putra/Bintang.com)
Aa Gatot di vonis sembilan tahun penjara dalam kasus asusila. Selain pidana, ia juga diwajibkan membayar denda Rp 200 juta atau bisa diganti dengan kurungan selama enam bulan. (Adrian Putra/Bintang.com)

Menguatkan posisinya di industri film, Gatot Brajamusti mendirikan rumah produksi bernama Brajamusti Films. Sejumlah film diproduksi salah satunya Sayap Kecil Garuda yang dibuat bersama Smaradana Pro.

Film ini karya Aditya Gumay, pendiri Sanggar Ananda yang terkenal itu. Sayap Kecil Garuda menempatkan Gatot Brajamusti sebagai Abah Pulung orangtua dari tokoh utama Pulung (Rizky Black).

4. DPO

Poster film DPO. (Foto: Koleksi Pribadi Daniel Irawan)
Poster film DPO. (Foto: Koleksi Pribadi Daniel Irawan)

DPO (Detachement Police Operation) yang bergenre aksi kriminal hasil kolaborasi Brajamusti Films dan Putaar Productions. Mengisahkan Satam (Toro Margens) gembong kriminal licin yang bermarkas dengan memanfaatkan permukiman kumuh penduduk.

Sepandai-pandainya bajing meloncat, pasti akan jatuh juga. Adalah Sadikin (Gatot Brajamusti) yang kemudian jadi lawan tangguhnya. Pertarungan hingga titik darah penghabisan jadi klimaks film ini.

5. Azrax Melawan Sindikat Perdagangan Wanita

Poster Azrax Melawan Sindikat Perdagangan Wanita. (Foto: Koleksi Pribadi Daniel Irawan)
Poster Azrax Melawan Sindikat Perdagangan Wanita. (Foto: Koleksi Pribadi Daniel Irawan)

Inilah film Gatot Brajamusti paling ikonis lantaran menempatkan sang aktor bak Sylvester Stalonne. Adegan Azrax (Gatot Brajamusti) mencabut lampu hias taman dari tanah sebelum menyatroni penjahat tak akan dilupakan penonton.

Selain aksi yang seru, film ini bertabur bintang kondang di antaranya Yama Carlos, Nadine Chandrawinata, Mario Irwinsyah, hingga penampilan spesial Reza Artamevia.

6. Tanah... Surga Katanya

Poster film Tanah Surga Katanya. (Foto: Demi Gisela Citra Sinema/ Brajamusti Films)
Poster film Tanah Surga Katanya. (Foto: Demi Gisela Citra Sinema/ Brajamusti Films)

Tanah Surga... Katanya puncak karier Gatot Brajamusti sebagai seniman. Film ini satir lantang. Dirilis pada 15 Agustus 2012, Tanah Surga... Katanya jadi kado ulang tahun kemerdekaan Indonesia agar pemerintah berkaca pada isu sosial yang diusung karya Herwin Novianto ini.

Tanah Surga... Katanya menang setengah lusin Piala Citra di FFI 2012 untuk Cerita Asli, Tata Artistik, Tata Musik, Pemeran Pendukung Pria, Sutradara, dan Film Terbaik. Dalam film ini, Gatot Brajamusti menjabat produser bersama Deddy Mizwar dan Bustal Nawawi.