6 Kebiasaan yang Menyebabkan Sakit Pinggang, Selain Angkat Beban dan Duduk Lama

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Jika Anda mengalami sakit atau nyeri pinggang yang mengganggu, maka tidak sendirian. Sekitar 80% populasi di dunia mengalami low back pain, yang seringkali menjauhkan seseorang dari pekerjaan dan aktivitas yang paling mereka sukai.

Ketika nyeri pinggang menjadi kronis, itu bisa terasa seperti bagian hidup yang tidak menyenangkan. Padahal bila tahu cara mengatasinya sejak awal, masalah sakit pinggang bukan tidak mungkin bisa dicegah. Salah satu caranya adalah dengan menghindari kebiasaan buruk yang menjadi penyebab sakit pinggang.

Ada banyak penyebab sakit pinggang, dari yang paling berat karena adanya gangguan organ tubuh atau penyakit tertentu, cedera dan trauma serta masalah kebiasaan buruk yang dilakukan sehari-hari. Keseringan mengangkat beban berat, duduk terlalu lama dalam posisi sama merupakan penyebab umum sakit pinggang dan tentu sudah diketahui banyak orang. Namun, sebenarnya masih ada kebiasaan buruk lain yang perlu jadi perhatian.

1. Duduk Membungkuk

Penanganan Sakit Pinggang di Rumah
Penanganan Sakit Pinggang di Rumah

Bukan hanya duduk terlalu lama yang bisa menyebabkan sakit pinggang, duduk sebentar saja tapi kalau salah bisa cepat merasakan sakit pinggang. Salah satunya adalah posisi duduk yang membungkuk. Karena, posisi tersebut tidak sesuai dengan posisi alami punggung Anda. Lalu, agak membungkuk ke depan juga akan memberikan tekanan yang lebih besar pada pinggang.

2. Tidur Tengkurap

Sekilas posisi tidur tengkurap terasa enak selain telentang. Dikutip dari KlikDokter, posisi tengkurap itu akan memberikan tekanan lebih pada leher dan pinggang. Akibatnya, Anda akan merasakan sakit pinggang dan punggung bawah bila terlalu lama tidur tengkurap.

3. Pakai Sepatu High Heels

Simak alasan kamu dilarang pakai high heels saat hamil.
Simak alasan kamu dilarang pakai high heels saat hamil.

Pada perempuan yang gemar pakai sepatu high heels perlu lebih perhatian. Pasalnya, penggunaan sepatu jenis ini akan memaksakan beberapa otot punggung untuk bekerja lebih keras. Akibatnya, berisiko membuat pinggang menjadi nyeri.

4. Jarang Berolahraga

Jangan lupa untuk berolahraga, meski hanya sebentar. Sebab jika Anda jarang berolahraga, maka akan lebih mudah mengalami nyeri pinggang. Seperti diketahui, pinggang membutuhkan kekuatan dari otot perut dan punggung. Jika otot-otot itu jarang dilatih, maka akan lebih muda dan berisiko mengalami sakit pinggang.

5. Merokok

Orang yang merokok memiliki risiko tiga kali lebih besar menderita sakit pinggang daripada mereka yang tidak. Sebab merokok dapat merusak pembuluh darah, termasuk pembuluh darah yang mengalir ke pinggang. Selain itu merokok juga dapat merusak bantalan antar tulang belakang lebih cepat, bahkan merusak tulang belakang itu sendiri.

6. Makan terlalu banyak

Ilustrasi Timbangan Berat Badan Credit: unsplash.com/iyunmai
Ilustrasi Timbangan Berat Badan Credit: unsplash.com/iyunmai

Kebiasaan makan terlalu banyak bisa menyebabkan kelebihan berat badan dan obesitas. Dikutip dari Halodoc, mereka yang tergolong obesitas berisiko risiko lebih besar mengalami sakit pinggang, karena setiap pertambahan berat menambah ketegangan pada otot dan ligamen di pinggang.

Untuk mengimbangi berat tambahan, tulang belakang bisa menjadi miring dan stres tidak merata. Akibatnya, kekuatan daya penyokong pinggang akan berkurang seiring bertambahnya waktu dan tulang belakang bisa melengkung tidak wajar. Selain itu, nyeri pinggang juga terjadi karena kelebihan berat badan menarik panggul ke depan dan meregangkan pinggang.

Yuk, mulai sekarang menghindari semua faktor risiko sakit pinggang di atas. Bila terpaksa harus duduk lama, berdirilah sesekali dan lakukan gerakan senam ringan setiap tiga puluh menit. Begitu juga bila harus mengenakan sepatu high heels, istirahatkan kaki dan tubuhmu. Selanjutnya, lakukan olahraga rutin, seperti jalan kaki, jogging, bersepeda, atau berenang untuk menguatkan otot-otot.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel