6 Kelenteng Terbesar dan Bersejarah di Indonesia

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Tahun Baru China atau Imlek belum lama berlalu. Imlek merupakan perayaan penting bagi orang Tionghoa. Perayaan tersebut biasanya dilakukan dengan melaksanakan ibadah di kelenteng.

Kelenteng merupakan sebutan untuk tempat ibadah penganut kepercayaan tradisional Tionghoa di Indonesia. Tidak diketahui dari mana istilah “kelenteng”, namun banyak yang percaya berasal dari bunyi teng-teng-teng dari lonceng yang berada di kelenteng sebagai bagian ritual ibadah.

Kelenteng pada dasarnya terdiri dari empat bagian, yakni halaman depan, ruang suci dalam, ruang tambahan, dan bangunan samping. Masing-masing tempat memiliki fungsi yang berbeda yang biasanya digunakan sebagai tempat beribadah.

Berikut enam kelenteng terbesar di Indonesia, yang dikutip Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat, 12 Februari 2021.

1. Kelenteng Kwan Sing Bio, Tuban, Jawa Timur

Kelenteng Kwan si Bio menjadi salah satu kelenteng terbesar di Tuban dan menjadi salah satu tempat beribadah dan berwisata saat Imlek bagi penduduk Semarang maupun Surabaya.

Kelenteng Kwan Sing Bio merupakan salah satu kelenteng terbesar di Asia Tenggara, berdiri pada tahun 1773 dengan luas area empat hektare. Lokasinya terletak di Jalan R.E. Martadinata No. 1, Desa Karangsari, Kecamatan Tuban.

Kelenteng ini menjadi salah satu tempat ibadah yang wajib dikunjungi saat Imlek. Karena banyak acara yang diselenggarakan di tempat itu, mulai dari kembang api, berbagai pertujukan, tempat istirahat, kuliner, dan berbagai acara menarik lainnya.

Selain besar dan megah, kelenteng ini banyak menjadi tempat wisata karena menjadi satu-satunya kelenteng di Indonesia yang menghadap ke laut bebas. Kwan Sing Bio dianggap sebagai salah satu kelenteng terkuat yang diharapkan bisa mengabulkan doa lebih cepat.

2. Kelenteng Tay Kak Sie, Semarang

Kelenteng Tay Kak Sie. (dok. Instagram @wisatasemarang/ https://www.instagram.com/p/BBScC4xgGy_/?igshid=xkuthlafc6zr / Melia Setiawati)
Kelenteng Tay Kak Sie. (dok. Instagram @wisatasemarang/ https://www.instagram.com/p/BBScC4xgGy_/?igshid=xkuthlafc6zr / Melia Setiawati)

Kelenteng Tay Kak Sie merupakan yang paling sering dikunjungi di Semarang. Berdiri sejak 1746, kelenteng ini berlokasi di Jalan Gang Lombok No. 62, Purwodinatan, Semarang.

Pada awalnya, Kelenteng Tay Kak Sie digunakan untuk memuja Yang Mulia Dewi Welas Asih Koan Sie Im Po Sat. Seiring waktu, kelenteng terbesar dan terlengkap di Semarang ini berkembang menjadi tempat pemujaan berbagai Dewa Dewi dari aliran Tao maupun Konfusianisme.

Terletak di atas Kebun Lombok, kelenteng ini sering disebut sebagai Gang Lombok. Klenteng Gang Lombok ini juga selalu mempersiapkan hal besar menjelang perayaan Imlek yaitu dengan mencuci kelenteng ini, mulai dari patung, altar, dan berbagai barang lainnya yang terletak di kelenteng ini.

Kelenteng ini juga menjadi Klenteng tertua di Jawa Tengah. Tidak heran jika kelenteng ini selalu ramai pengunjung.

3. Kelenteng Chandra Nadi, Palembang

Kelenteng Chandra Nadi. (dok. Instagram @ayuamandasitanggang/ https://www.instagram.com/p/BYcMf8wD601/?igshid=16xkg6vqswjz / Melia Setiawati)
Kelenteng Chandra Nadi. (dok. Instagram @ayuamandasitanggang/ https://www.instagram.com/p/BYcMf8wD601/?igshid=16xkg6vqswjz / Melia Setiawati)

Kelenteng ini sudah ada sejak 1773 dan dikenal sebagai yang pertama di Palembang. Tidak heran jika kelenteng ini selalu ramai menjadi tempat beribadah umatnya dan juga menjadi tempat wisata, tempat ini berada di Jalan Perikanan, No. 10, Ulu

Salah satu kepercayaan masyarakat sekitar tentang kelenteng ini adalah bisa mengharapkan kesembuhan dari berbagai macam penyakit. Setiap tahun kelenteng Tri Dharma Chandra Nadi akan dibersihkan, dicat ulang, dan dihiasi ribuan lampion.

Kelenteng ini juga terdapat makam Panglima Palembang keturunan Tiongkok yang bernama Ju Sin Kong. Menurut cerita, Panglima Palembang tersebut beragama Islam. Mitosnya, yang mengunjungi makam ini senantiasa bisa terbebas dari penyakit.

4. Kelenteng Tek Hay Kiong, Tegal

Kelenteng Tek Hay Kiong. (dok. Instagram @pesonategal/ https://www.instagram.com/p/CCagYYiAsWk/?igshid=cg2gv97iab7a / Melia Setiawati)
Kelenteng Tek Hay Kiong. (dok. Instagram @pesonategal/ https://www.instagram.com/p/CCagYYiAsWk/?igshid=cg2gv97iab7a / Melia Setiawati)

Kelenteng ini merupakan bukti keberadaan etnis Tionghoa di Tegal sudah ada sejak sebelum zaman kolonial karena masyarakat percaya bahwa klenteng ini didirikan pada 1690. Kelenteng ini pernah direstorasi pada 1873 oleh Kapiten Tan Koen Hway saat Kaisar Dao Guang ke-17 tahun Ding You.

Kapiten Tan Koen Hway bersama rekan-rekannya di Tegal membangun kelenteng yang diberi nama Tek Hay Kiong yang dapat diartikan juga Istana Tek Hay Cin Jin.

Dengan arti nama “istana”, klenteng megah di Tegal ini selalu menjadi kelenteng yang ramai pengunjung, terlebih lagi saat perayaan Imlek. Dilihat dari bagunan luarnya yang megah dan mewah, tidak heran jika Kelenteng Tek Hay Kiong ini jadi salah satu kelenteng yang paling dinanti saat Imlek.

5. Kelenteng Sam Poo Kong, Semarang

Kelenteng Sam Poo Kong. (dok. Instagram @isnaniah172/ https://www.instagram.com/p/B7pViIUgSr-/?igshid=1j8leimm89m8c / Melia Setiawati)
Kelenteng Sam Poo Kong. (dok. Instagram @isnaniah172/ https://www.instagram.com/p/B7pViIUgSr-/?igshid=1j8leimm89m8c / Melia Setiawati)

Kelenteng Sam Poo Kong merupakan salah satu tempat wisata yang populer di Semarang yang dibangun pada 1724. Kelenteng ini memiliki desain dan interior bangunan yang khas dan bersejarah yang terletak di Jalan Simongan, Bongsari, Kecamatan Semarang Barat, Kabupaten Semarang.

Melansir situs Sam Poo Kong, Jumat, 12 Februari 2021, kelenteng ini bermula dari kedatangan armada Zheng He (Cheng Ho) di Pantai Simongan, Semarang. Dalam dialek Hokkian, Sam Poo Kong atau San Bao Dong (Mandarin) memiliki arti Goa San Bao. Hingga saat ini, tempat petilasan itu dikenal dengan nama Sam Poo Kong.

Terdapat empat kelenteng di Sam Poo Kong, yaitu Kelenteng Dewa Bumi, Kelenteng Juru Mudi, Kelenteng Sam Poo Tay Djien, dan Kelenteng Kyai Jangkar.

6. Kelenteng Hong Tiek Hian, Surabaya

Terletak di Jalan Dukuh, Surabaya Utara, kelenteng ini tidak jauh ke arah timur dari kawasan legendaris di Surabaya yakni Jembatan Merah. Kelenteng ini dibangun oleh tentara Tartar yang ada di zaman Kaisar Ku Bi Lai Khan dengan bangunan pagoda yang menjadi ciri khas bangunan orang Tionghoa zaman dulu.

Karena letaknya di Jalan Dukuh, masyarakat sekitar menyebutnya Kelenteng Dukuh yang dibangun pada awal 1300. Selain sebagai tempat ibadah, di tempat ini juga sering diselenggarakan acara-acara tradisional China seperti pertunjukan wayang Pho Tee Hi atau perayaan hari-hari besar China seperti Imlek. (Melia Setiawati)

Imlek

infografis Imlek
infografis Imlek

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: