6 Kesalahan Umum Dalam Pencegahan COVID-19

Ichsan Suhendra, Isra Berlian
·Bacaan 3 menit

VIVA – Hingga Sabtu 14 November tercatat ada 53.865.130 orang di dunia yang terkonfirmasi positif COVID-19. Tingginya angka kasus positif corona di dunia, membuat masyarakat harus tetap waspada terhadap penularan virus yang menyerang pernafasan tersebut.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menjaga jarak sosial, tetapi juga mengambil berbagai tindakan pencegahan lain yang diperlukan. Namun, saat melakukannya, ada kemungkinan Anda melakukannya dengan cara yang salah.

Oleh karena itu, untuk membantu Anda, berikut adalah beberapa kesalahan umum yang dilakukan orang secara disadari atau tidak saat melindungi diri dari virus. Berikut keenam hal tersebut seperti dilansir dari laman Times of India.

1. Asumsi bahwa Anda aman di rumah

Banyak orang beranggapan bahwa jika mereka di rumah, mereka aman dari virus. Meskipun, tinggal di rumah adalah cara untuk menghindari virus, tidak ada jaminan bahwa Anda aman dan terlindungi dengan baik, terutama jika Anda tinggal bersama seseorang yang terinfeksi. Mengingat penyakit ini menyebar dengan mudah di antara orang-orang yang berada di dalam ruangan, kontak dekat, dan di ruang yang berventilasi buruk, tidak ada anggapan bahwa Anda aman dari virus.

2. Meskipun Anda tidak bisa keluar, Anda bisa melakukan pertemuan di rumah

Selama periode lockdown ini, banyak orang secara sosial mengisolasi diri di rumah, yang merupakan hal yang baik. Namun, meski mereka memilih untuk tidak keluar, mereka tidak ragu-ragu untuk mengadakan pertemuan di rumah, yang hanya meningkatkan risiko Anda tertular virus. Meskipun tidak mungkin Anda dapat memantau di mana teman dan orang yang Anda cintai sebelum mereka bertemu dengan Anda, Anda tidak dapat berasumsi bahwa mereka aman.

Baca juga: Mukjizat, Pria Ini Sembuh Usai 222 Hari Dirawat karena COVID-19?

3. Pelonggaran lockdown, bukan berarti aman

Salah satu kesalahan paling umum yang cenderung dilakukan orang adalah percaya bahwa mereka bebas pergi ke mana pun, hanya karena lockdown telah dilonggarkan. Virus corona adalah penyakit yang pasti akan tetap ada di antara kita untuk sementara waktu. Oleh karena itu, jika restoran lokal atau teater terdekat buka, itu karena ekonomi dan bukan karena aman.

4. Pentingnya karantina 2 minggu usai bepergian

Meskipun Anda mungkin berhati-hati dan menjaga jarak sosial saat Anda keluar untuk bekerja atau melakukan hal lain, tetapi begitu Anda kembali ke rumah, penting bagi Anda untuk mengarantina diri sendiri setidaknya selama dua minggu. Hal ini tidak hanya untuk Anda, tetapi juga penting bagi orang-orang di sekitar, terutama mereka yang paling rentan terhadap penyakit tersebut.

5. Asumsi melakukan tes corona usai kontak dengan pasien positif

Tentunya, Anda perlu menjalani tes setelah Anda melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi. Tetapi hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mengarantina diri sendiri dan mengamankan orang-orang di sekitar Anda. Namun, beberapa orang percaya langsung menjalani tes setelah melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi, padahal hal tersebut tidak selalu benar. Sebab, jika Anda melakukannya, hasil tes Anda hampir pasti negatif. Ini mungkin memberi kesan bahwa Anda aman, tetapi pada akhirnya Anda mungkin membahayakan nyawa orang lain.

6. Anda berasumsi dan yakin bahwa teman dan keluarga sedang melakukan tindakan pencegahan yang diperlukan

Beberapa orang percaya bahwa meskipun mereka berhati-hati dan mengambil tindakan ekstra untuk mencegah penularan atau penyebaran virus. Orang yang mereka cintai juga melakukan hal yang sama, yang mungkin benar, tetapi tidak ada jaminan. Dengan asumsi demikian, mereka terkadang melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi, yang pada gilirannya menjadi sangat berbahaya. Oleh karena itu, meskipun Anda harus terus melindungi diri Anda dan orang lain agar tidak tertular virus, Anda juga harus waspada dan menghindari melakukan kesalahan yang tidak perlu ini.