6 Klub Liga Inggris Paling Boros Belanja Pemain Dalam 5 Tahun Terakhir, Ternyata Manchester United Jor-joran Banget

·Bacaan 8 menit

Bola.com, Jakarta - Premier Leagua adalah liga sepak bola terkaya di dunia. Liga Inggris juga bisa dibilang yang paling kompetitif dibanding liga-liga lainnya.

Berkat pemilik klub yang kaya raya dan kesepakatan televisi yang menggiurkan, tim Liga Inggris menarik minat sederet top. Klub-klub itu juga rela membayar mahal untuk mendapatkan pemain incarannya.

Untuk menempatkan segala sesuatunya dalam perspektif, nilai gabungan dari 22 tim di musim perdana Premier League pada 1992/1993 adalah 50 juta pounds (Rp982 miliar). Hampir tiga dekade kemudian, nilai itu membengkak lebih dari dua puluh kali lipat, meskipun dengan dua tim lebih sedikit.

Mungkin tidak mengherankan klub-klub Liga Inggris telah menjadi salah satu pembelanja teratas di era COVID-19. Bahkan di jendela transfer yang baru saja ditutup, empat dari sepuluh pembelanja teratas berasal dari Premier League.

6. Tottenham Hotspur - Rp4,07 Triliun

Bek kanan asal Brasil, Emerson Royal resmi dijual Barcelona ke Tottenham pada hari penutupan jendela transfer musim panas 2021 ini senilai 25 juta euro. Uniknya, Emerson yang baru saja dibeli Barca Juni 2021 harus dilego karena masalah finansial klub. (Foto: AFP/Josep Lago)
Bek kanan asal Brasil, Emerson Royal resmi dijual Barcelona ke Tottenham pada hari penutupan jendela transfer musim panas 2021 ini senilai 25 juta euro. Uniknya, Emerson yang baru saja dibeli Barca Juni 2021 harus dilego karena masalah finansial klub. (Foto: AFP/Josep Lago)

Tottenham Hotspur selalu menjadi operator yang cerdik di bursa transfer. Jelang musim 2020/2021, Spurs mengeluarkan dana besar untuk membenahi pertahanan dan lini tengahnya. Ini termasuk pembelian Tanguy Ndombele seharga 54 juta pounds (Rp1,05 triliun). Tapi hasilnya adalah finis terburuk mereka (ke-7) dalam 12 tahun.

Sebelum bursa transfer yang sepi pada 2018/2019, Spurs merogoh kocek untuk mendatangkan Davinson Sanchez, Lucas Moura, Serge Aurier, dan Fernando Llorente. Klub London itu melepas Kyle Walker ke Manchester City seharga 47,4 juta pounds (Rp932 miliar).

Setelah finis ketujuh yang mengecewakan musim lalu, Spurs telah mendatangkan pemain seperti Bryan Gil, Emerson Royal, dan Pape Sarr musim panas ini. Mereka juga berhasil mempertahankan jimat mereka, Harry Kane, meskipun ada minat kuat dari Manchester City.

Meskipun ini masih awal musim, Spurs adalah satu-satunya tim yang memenangkan ketiga pertandingan Liga Premier musim ini. Masih harus dilihat bagaimana anak asuh Nuno Espirito Santo menghadapi ujian yang lebih berat di depan.

Total belanja Spurs dalam 5 tahun terakhir: 207 juta pounds (Rp4,07 triliun)

5. Everton - Rp4,16 Triliun

Pemain Everton, James Rodriguez, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Leicester City pada laga Liga Inggris di Stadion Goodison Park, Rabu (27/1/2021). Kedua tim bermain imbang 1-1. (Paul Ellis/Pool via AP)
Pemain Everton, James Rodriguez, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Leicester City pada laga Liga Inggris di Stadion Goodison Park, Rabu (27/1/2021). Kedua tim bermain imbang 1-1. (Paul Ellis/Pool via AP)

Salah satu dari segelintir klub yang tidak pernah mengalami degradasi dari Premier League, Everton adem ayem pada bursa transfer musim panas 2021.

Klub yang berbasis di Liverpool itu menghabiskan banyak uang tahun lalu dengan mendatangkan pemain seperti Ben Godfrey, Allan, Abdoulaye Doucore, dan James Rodriguez. Tapi mereka hanya finis di urutan kesepuluh setelah awal musim yang menjanjikan.

Everton menghabiskan lebih dari 100 juta pounds (Rp1,96 triliun) menjelang musim 2019/2020, tetapi berakhir di urutan ke-12. Everton malah melepas pemain dengan signifikan musim panas itu termasuk menjual Idrissa Gueye dan Nikola Vlasic. Setahun yang lalu, mereka mendatangkan pemain seperti Richarlison, Yerry Mina dan Lucas Digne dengan harga hampir 80 juta pounds (Rp1,57 triliun). Tapi Everton tidak lolos ke Eropa saat itu juga.

Pada 2017/2018, Everton menghabiskan hampir 200 juta pounds (Rp3,92 triliun), merekrut pemain seperti Gylfi Sigurdsson, Jordan Pickford, Davy Klaasen, dan Theo Walcott. Mereka melepaskan Romelu Lukaku yang produktif seharga 76,2 juta pounds (Rp1,49 triliun) ke Manchester United.

Empat tahun kemudian, Everton belum finis di lima besar Liga Inggris dalam delapan tahun. Masih harus dilihat apakah mereka bisa menembus papan atas Liga Inggris musim ini di bawah asuhan Rafa Benitez.

Total belanja dalam 5 tahun terakhir: 212 juta pounds (Rp4,16 triliun)

4. Chelsea - Rp4,7 Triliun

Romelu Lukaku - Setelah bertahun-tahun meninggalkan Chelsea, akhirnya bomber asal Belgia ini kembali ke Stamford Bridge. Pahlawan yang membawa Inter Milan menjuarai Serie A musim lalu itu digaji The Blues sebesar 325 ribu pounds per pekan. (Foto:AFP/Justin Tallis)
Romelu Lukaku - Setelah bertahun-tahun meninggalkan Chelsea, akhirnya bomber asal Belgia ini kembali ke Stamford Bridge. Pahlawan yang membawa Inter Milan menjuarai Serie A musim lalu itu digaji The Blues sebesar 325 ribu pounds per pekan. (Foto:AFP/Justin Tallis)

Chelsea mengalahkan juara Liga Inggris, Manchester City, di final Liga Champions 2020/2021. The Blues menjadi salah satu klub paling boros di seluruh Eropa, terutama dalam dua musim terakhir.

Juara bertahan Liga Champions itu terus menambah pemain dalam lima tahun terakhir. Musim ini, The Blues mencatatkan pengeluaran bersih yang negatif (-2,1 juta pounds). Meskipun menghabiskan lebih dari 100 juta pounds (Rp1,96 triliun) untuk memboyong Romelu Lukaku, mereka melepaskan Tammy Abraham, Kurt Zouma, dan Fikayo Tomori.

Musim panas lalu, meskipun pandemi COVID-19 menghancurkan keuangan klub, Chelsea menghabiskan lebih dari 200 juta pounds (Rp3,92 triliun) dalam perombakan besar-besaran. Mereka merekrut Timo Werner, Kai Havertz, Hakim Ziyech, Ben Chilwell, dan Eduoard Mendy. Lima dari enam pemain itu, kecuali Ziyech, mencatatkan musim debut yang menjanjikan untuk raksasa Premier League itu.

Ditampar dengan larangan transfer oleh FIFA menjelang kampanye 2019/2020, Chelsea mengubah status peminjaman Mateo Kovavic menjadi permanen dan menjual Eden Hazard seharga 103,5 juta pounds (Rp2,03 triliun). Setahun sebelumnya, Chelsea menghabiskan hampir 200 juta pounds (Rp3,92 triliun) untuk mendatangkan Kepa Arrizabalaga, Christian Pulisic, dan Jorginho, serta melepas Thibaut Courtois seharga 31,5 juta pounds (Rp619 miliar).

Tak lama setelah memenangkan Liga Inggris 2016/2017, The Blues memiliki salah satu bursa transfer paling produktif dalam beberapa tahun. Mereka menggaet Alvaro Morata, Danny Drinkwater, Antonio Rudiger dan Olivier Giroud. Kecuali Giroud dan Rudiger, yang lain sebagian besar gagal membuat dampak apa pun.

Musim panas itu, raksasa Premier League itu melepaskan Diego Costa, Nemanja Matic, Nathan Ake dan Juan Cuadrado. Keempat pemain itu dijual dengan harga hampir 175 juta pounds (Rp3,44 triliun), yang membantu The Blues menyeimbangkan pembukuan mereka.

Total belanja dalam 5 tahun terakhir: 239 juta pounds (Rp4,7 triliun)

3. Arsenal - Rp6,62 Triliun

Ben White. Bek tengah ini didatangkan Arsenal dari Brighton and Hove Albion senilai 58,5 juta euro pada 30 Juli 2021. Debutnya tidak berakhir manis, Arsenal kalah 0-2 dari tuan rumah tim promosi Brentford pada laga pembuka Liga Inggris, 13 Agustus 2021. (Foto: AFP/Adrian Dennis)
Ben White. Bek tengah ini didatangkan Arsenal dari Brighton and Hove Albion senilai 58,5 juta euro pada 30 Juli 2021. Debutnya tidak berakhir manis, Arsenal kalah 0-2 dari tuan rumah tim promosi Brentford pada laga pembuka Liga Inggris, 13 Agustus 2021. (Foto: AFP/Adrian Dennis)

Arsenal adalah klub paling boros belanja pada bursa transfer musim panas 2021/2022 yang baru saja ditutup. Tapi The Gunners malah terpuruk di perigkat ke-20 tanpa gol atau poin setelah tiga pertandingan Liga Inggris.

Setelah gagal lolos ke Eropa untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade musim lalu, Arsenal bermanuver besar-besaran di bursa transfer musim panas 2021. The Gunners merekrut Ben White, Martin Odegaard, dan Aaron Ramsdale seharga 108 juta pounds (Rp2,12 triliun), melepaskan Joe Willock seharga 26,5 juta pounds (Rp520 miliar).

Setahun yang lalu, The Gunners memperkuat lini tengah dan pertahanan, memboyong Thomas Partey, Gabriel dan Pablo Mari. Tapi mereka hanya finis di urutan kedelapan di Premier League.

Menjelang musim 2019/2020, mereka mengeluarkan 72 juta pounds (Rp1,41 triliun) untuk mendatangkan Nicolas Pepe. Mereka juga mengontrak William Saliba, Kieran Tierney, dan David Luiz seharga 59 juta pounds (Rp1,15 triliun). The Gunners menjual pemain seperti Alex Iwobi, Laurent Koscielny, dan David Ospina dengan harga lebih dari 42 juta pounds (Rp825 miliar) musim panas itu.

Setahun sebelumnya, Arsenal hanya menghabiskan 72 juta pounds (Rp1,41 triliun), dan menikmati salah satu kampanye terbaik mereka dalam beberapa tahun terakhir. Mereka finis kelima di Premier League dan menjadi runner-up di Liga Europa.

Selama musim 2017/2018, The Gunners mendatangkan pemain seperti Pierre-Emerick Aubayemang, Alexandre Lacazette, dan Henrikh Mkhitaryan. Tiga pemain papan atas tiba dengan total hampir 150 juta pounds (Rp2,94 triliun).

Musim panas itu, mereka melepas Alex Oxlade-Chamberlain, Alexis Sanchez, Theo Walcott, Olivier Giroud, dan Wojciech Szczesny. Namun, The Gunners mencatatkan belanja bersih negatif. Hasilnya juga sederhana karena mereka memastikan finis keenam di Liga Inggris dan berhasil mencapai semifinal Liga Europa.

Total belanja dalam 5 tahun terakhir: 337 juta pounds (Rp6,62 triliun)

2. Manchester City - Rp9,28 Triliun

Jack Grealish - Rekrutan anyar Manchester City ini merupakan pemain berstatus termahal Liga Inggris. Ditebus dari Aston Villa seharga 105 juta pounds, Grealish juga mendapat gaji sebesar 300 ribu pounds per pekan di klub barunya. (Foto: AFP/Adrian Dennis)
Jack Grealish - Rekrutan anyar Manchester City ini merupakan pemain berstatus termahal Liga Inggris. Ditebus dari Aston Villa seharga 105 juta pounds, Grealish juga mendapat gaji sebesar 300 ribu pounds per pekan di klub barunya. (Foto: AFP/Adrian Dennis)

Manchester City tiga kali juara Premier League dalam empat musim terakhir. The Citizen telah menjadi salah satu klub paling boros di Eropa dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah kedatangan Pep Guardiola pada 2016.

Mereka menghabiskan lebih dari 110 juta pounds (Rp2,16 triliun) untuk mendaratkan Jack Grealish musim panas ini. Tetapi mereka gagal dalam merekrut Harry Kane dan melihat Cristiano Ronaldo gabung rival sekota mereka, Manchester United.

Musim lalu, meskipun klub lain berjuang untuk melonggarkan dompet mereka, City menghabiskan hampir 150 juta pounds (Rp2,94 triliun). Mereka mendatangkan Ruben Dias seharga 61,2 juta pounds (Rp1,2 triliun) dan pemain asal Portugal itu terbukti menjadi rekrutan yang menginspirasi. Dias terpilih sebagai Pemain Terbaik Liga Inggris saat City memenangkan kompetisi untuk ketiga kalinya dalam empat tahun.

Nathan Ake dan Ferran Torres, yang didatangkan musim panas itu dengan harga lebih dari 60 juta pounds (Rp1,17 triliun) juga terbukti menjadi pembelian yang bagus untuk City. Untuk menyeimbangkan pembukuan, The Sky Blues melepaskan Leroy Sane ke Bayern Munich seharga 40,5 juta pounds (Rp7,69 triliun).

Setahun sebelumnya, City menghabiskan lebih dari 125 juta pounds (Rp2,45 triliun) untuk membeli bek dan gelandang bertahan. Mereka membawa Joao Cancelo, Rodri dan Angelino, antara lain, tetapi Liverpool mengalahkan mereka untuk gelar Premier League.

Total belanja Manchester City dalam 5 tahun terakhir: 472 juta pounds (Rp9,28 triliun)

1. Manchester United - Rp9,43 Triliun

Jadon Sancho - Rekrutan anyar Manchester United ini merupakan pemain dengan harga fantastis. Diboyong Setan Merah dengan banderol mencapai 76,5 juta pounds dari Borussia Dortmund, Sancho juga mendapat gaji 350 ribu puonds per pekan. (Foto: AFP/Adrian Dennis)
Jadon Sancho - Rekrutan anyar Manchester United ini merupakan pemain dengan harga fantastis. Diboyong Setan Merah dengan banderol mencapai 76,5 juta pounds dari Borussia Dortmund, Sancho juga mendapat gaji 350 ribu puonds per pekan. (Foto: AFP/Adrian Dennis)

Manchester United puasa gelar Premier League sejak 2013. Tapi, Setan Merah telah menjadi klub paling boros di Liga Inggris dalam lima tahun terakhir.

MU bermanuver aktif pada musim panas ini. Mereka mendaratkan Raphael Varane dan Jadon Sancho untuk mengisi kelemahan di dua area. Mereka kemudian mencuri perhatian City dengan memulanhkan Cristiano Ronaldo kembali ke Old Trafford setelah 12 tahun yang panjang.

Setahun yang lalu, mereka merekrut Donny van de Beek, Alex Telles dan Amad Diallo. Tetapi para pemain itu belum memiliki dampak yang diinginkan di klub. United melepaskan Chris Smalling ke AS Roma musim panas itu.

Setelah finis di urutan keenam di Liga Premier 2018/2019, United menghabiskan lebih dari 200 juta pounds (Rp3,92 triliun). Mereka mendatangkan Harry Maguire, Bruno Fernandes, Aaron Wan-Bissaka, dan Daniel James. Sebagian besar pemain yang masuk memainkan peran kunci dalam kebangkitan MU sebagai kekuatan yang harus diperhitungkan di Liga Inggris.

Romelu Lukaku dujual, yang dibeli oleh Inter Milan seharga 66,6 juta pounds (Rp1,3 triliun). Lukaku kini telah kembali ke Chelsea setelah dua musim yang produktif dengan juara bertahan Serie A itu.

Fred adalah satu-satunya perekrutan mahal mereka menjelang musim 2018/2019. United melepaskan Daley Blind dan Marouane Fellaini pada musim panas itu.

Jelang musim 2017/2018, United mendatangkan Romelu Lukaku, Nemanja Matic, dan Victor Lindelof di musim panas. Di antara ketiganya, Matic dan Lindelof masih di United.

Dalam kesepakatan pertukaran musim dingin itu, Henrikh Mkhitaryan pergi ke Arsenal seharga 30,6 juta pounds (Rp601 miliar), sementara Alexis Sanchez tiba di Old Trafford.

Sanchez ternyata gagal total, dan kemudian dikirim ke Inter Milan. Meski demikian, United finis kedua di Liga Inggris musim itu, terpaut 19 poin dari juara bertahan City.

Total belanja Manchester United dalam 5 tahun terakhir: 480 juta pounds (Rp9,43 triliun).

Sumber: Sportkeeda

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel