6 Langkah Mendidik Anak Saleh Secara Islami

Rochimawati, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 3 menit

VIVAAnak merupakan anugerah terbesar bagi tiap pasangan suami istri. Titipan dari yang Maha Kuasa itu perlu dijaga dan dibimbing dengan baik agar selalu dalam lindungan-NYA. Namun, bagaimanakah mendidik anak secara tepat dan Islami?

Bukan hal yang mudah untuk mendidik anak sejak kecil hingga dewasa dan nanti kembali kepada Allah SWT. Kita sebagai orangtua, memerlukan prinsip untuk dasar utama dalam mengajarkannya menjadi manusia yang berguna dan baik kepada sesama.

Jika tidak, anak bisa menjadi pribadi yang kurang baik dan malah memberi dampak buruk bagi diri serta lingkungan sekitar. Berikut dasar-dasar untuk mendidik si kecil secara Islami.

Doa sejak usia 1 bulan

Dituturkan pendakwah Ustaz Adi Hidayat, mendidik anak harus dimulai sejak berada dalam rahim. Sedini mungkin, minta doa kepada Allah agar anak dibimbing menjadi anak yang saleh dan salehah kelak.

Ikhtiar saat 4 bulan

Jelang usia kandungan 4 bulan, tidak cukup hanya memanjatkan doa anak saleh saja. Menurut Ustaz Adi Hidayat, butuh dipraktikan dalam bentuk ikhtiar sehingga doa tersebut bisa tercapai.

"Misal, memohon pada Allah supaya anak bisa rajin salat dan hafal alquran. Doa bagus tapi ikhtiar tidak tepat. Maaf, Anda sekolahkan di tempat yang tidak ajarkan solat dan ngaji," jelas Adi Hidayat.

Halal

Di fase kandungan ini pula, bentuk ikhtiar bisa dilakukan dengan cara menjaga asupan makanan yang halal. Sebab, makanan dan minuman akan menjadi pembatas paling utama untuk melindungi dari hal-hal buruk kelak.

"Segala yang masuk ke perut bukan hanya pengaruh jadi daging tapi jadi pembatas. Sifat doa ketika dimohonkan, doa tidak ada yang ditolak, tapi diberikan saat kita siap dan apa yang ada di dalam diri kita. Makanan haram membuat doa sulit diijabah. Misal, jadi sulit dengar azan padahal masjid dekat," tuturnya.

Air susu ibu

Saat si kecil telah lahir, bentuk usaha mendidiknya pun diberi melalui asupan halal dan bergizi, yakni Air Susu Ibu (ASI). Menurut Adi Hidayat, secara ilmiah pun terbukti bahwa kualitas ASI tak ada yang mampu menandinginya.

Untuk itu, pemberian ASI harus diberikan dengan cara yang tepat. Mulai dari menjaga emosional ibu serta pemberian fasilitas yang baik dari ayah.

"Bekal-bekal eksklusif untuk mencerna potensi baik disebut dengan ASI. Ibu tidak boleh terganggu emosionalnya, karena akan diserap ke asinya sehingga kualitasnya tidak baik. Jadi istri jangan diganggu saat fokus menyusui, suami memberikan fasilitasnya seperti kebutuhan makan, disuapi, ditemani, dan seterusnya," paparnya.

Nama yang baik

Pemberian nama berperan besar pada sikap dan perilaku anak dikemudian hari. Sehingga, nama dengan arti yang baik sangat dianjurkan untuk membuatnya menjadi manusia yang bermanfaat.

Setelah itu, para orang tua diminta untuk berlindung. Hal itu perlu dilakukan sejak anak lahir lantaran setan telah mengikutinya dan terus di samping hingga ajal.

"Sejak dilahirkan langsung memohon pada Allah agar anak dijauhkan dari setan," jelasnya.

Titipkan pada Allah

Terakhir, mendidik anak dengan ikhtiar melalui doa dan permohonan yang tak pernah putus kepada Allah. Sebab, tak ada bentuk keamanan yang paling kokoh selain meminta perlindungan-Nya.

"Yang terbaik memohon pada Allah untuk menitipkannya. Agar di mana pun dia berada akan selalu dijaga. Teman-temannya yang baik dan rezeki yang lancar dijaga semua," tuturnya.