6 Manfaat Biji Alpukat Bagi Kesehatan, Ketahui Keamanannya

Liputan6.com, Jakarta Manfaat biji alpukat bagi kesehatan mulai dimanfaatkan sebagai bahan herbal. Alpukat merupakan buah super yang kaya akan nutrisi. Buah ini cukup unik karena mengandung lemak sehat.

Tak hanya daging buahnya, bagian biji alpukat ternyata juga bermanfaat. Setiap alpukat memiliki satu biji besar yang biasanya dibuang, tetapi beberapa orang mengklaim bahwa biji alpukat memiliki manfaat kesehatan dan bisa dimakan.

Manfaat biji alpukat bagi kesehatan dikenal mampu mengatasi sejumlah kondisi. Manfaat biji alpukat bagi kesehatan ini didapat dari kandungan antioksidan, serar, dan asam lemaknya.

Manfaat biji alpukat bagi kesehatan biasa dikonsumsi dalam bentuk ekstrak dalam suplemen. Meski menjanjikan manfaat, penelitian mengenai manfaat biji alpukat bagi kesehatan masih perlu dilakukan.

Maka dari itu, penting untuk mengetahui cara mengonsumsinya dengan benar untuk mendapatkan manfaat biji alpukat bagi kesehatan. Berikut manfaat biji alpukat bagi kesehatan dan kemanannya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (25/2/2020).

Turunkan kolesterol

ilustrasi alpukat/copyright shutterstock

Aktivitas antioksidan dari senyawa fenolik dalam tepung biji alpukat memiliki efek hipolipidemik dalam menurunkan kolesterol. Serat dalam biji alpukat membantu meningkatkan kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kolesterol jahat (LDL).

Dalam uji pada hewan, tepung biji alpukat elah terbukti mengurangi kolesterol total dan kolesterol jahat LDL. Kolesterol tinggi merupakan faktor penyebab penyakit jantung koroner, stroke, tekanan darah tinggi dan diabetes tipe 2. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan mafaat ini.

Kontrol gula darah

Ilustrasi Gula Darah (sumber: iStockphoto)

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Ilmu Kedokteran Malaysia, menunjukkan bahwa biji alpukat mengandung phytochemical bioaktif yang memiliki kemampuan untuk menurunkan risiko diabetes.

Ekstrak biji alpukat dapat mengurangi kadar gula darah pada tikus diabetes. Satu penelitian pada hewan menunjukkan bahwa itu sama efektifnya dengan obat anti-diabetes. Penelitian pada manusia masih diperlukan.

Stabilkan tekanan darah

Stabilkan tekanan darah (Ocskay Bence/Shutterstock)

Ekstrak biji alpukat dipercaya dapay menurunkan tekanan darah. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak biji alpukat dapat membantu mengendurkan pembuluh darah yang membantu menurunkan tekanan darah.

Tekanan darah tinggi merupakan faktor utama penyakit jantung. Tekanan darah normal sangat penting bagi kesehatan. Tanpa tekanan darah yang stabil, tidak ada oksigen atau nutrisi yang akan dikirim melalui arteri kita ke jaringan dan organ.

Antioksidan

Antioksidan Alpukat (Eugenia Lucasenco/Shutterstock)

Biji alpukat dikenal dengan manfat antioksidannya. Studi tabung reaksi pada ekstrak biji alpukat telah menunjukkan bahwa biji alpukat memiliki sifat antioksidan yang kuat.

Biji alpukat mengandung fitokimia yang kuat. Sejumlah fitokimia dalam biji alpukat memiliki potensi antioksidan. Antioksidan pada tubuh bermanfaat untuk mencegah peradangan, penyakit kronis, serta kanker.

Cegah alzheimer

alzheimer (Yurchanka-Siarhei/Shutterstock)

Sifat antioksidan dalam biji alpukat bermanfaat bagi kesehatan otak. Biji alpukat dipercaya pada pengobatan tradisional untuk mengobati dan mencegah alzheimer. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa 'stres oksidatif' mungkin berperan dalam perubahan otak yang menyebabkan penyakit Alzheimer.

Stres oksidatif dapat menyebabkan 'serangan' pada sel-sel otak oleh bahan kimia yang disebut radikal bebas. Radikal bebas inilah yang menyebabkan kerusakan oksidatif. Antioksidan mampu mencegah radikal bebas yang menyebabkan alzheimer.

Antibakteri dan antijamur

Alpukat / Sumber: iStockphoto

Satu studi tabung menemukan bahwa ekstrak biji alpukat menghentikan pertumbuhan Clostridium sporogenes, bakteri pembentuk spora. Sementara itu, ekstrak biji alpukat juga terbukti dalam studi tabung mampu menghambat pertumbuhan jamur.

Secara khusus, biji alpukat dapat menghambat Candida albicans, ragi yang sering menyebabkan masalah pada usus. Konsumsi ekstrak biji alpukat dipercaya dapat mencegah dan mengatasi penyakit yang disebakan infeksi bakteri dan jamur.

Cara mengonsumsi biji alpukat

ilustrasi alpukat/Photo by Charles on Unsplash

Selain itu, penelitian ini sebagian besar menggunakan ekstrak biji alpukat olahan, bukan seluruh benih itu sendiri. Jadi penting untuk tidak sembarangan mengonsumsi biji alpukat.

Pengolahan biji alpukat perlu dikeringkan dalam oven pada suhu tinggi selama beberapa jam. Biji kemudian dihaluskan hingga berbentuk bubuk. Bubuk ini yang dikemas dalam bentuk suplemen yang dijual bebas.

Karena masih belum diketahui kemanananya pada manusia, konsumsi biji alpukat ini tidak boleh berlebihan. Pada penelitian yang telah dilakukan, biji alpukat bisa berbahaya bagi tikus dalam dosis sangat tinggi.

Keamanan konsumsi biji alpukat

Alpukat / Sumber: iStockphoto

Meskipun manfaat biji alpukat bagi kesehatan sangat menjanjikan, penelitian akan manfaatnya masih terbatas. Penelitian mengenai manfaat biji alpukat bagi kesehatan masih didasarkan pada penelitian tabung dan hewan. Penelitian lebih lanjut berbasis manusia tetap diperlukan sebelum kesimpulan dapat dibuat.

Ada kekhawatiran bahwa beberapa senyawa tanaman dalam biji alpukat, seperti inhibitor trypsin dan glikosida sianogenik, dapat berbahaya. Ada juga kekhawatiran bahwa minyak biji alpukat dapat menyebabkan kerusakan, karena telah terbukti meningkatkan enzim dan penumpukan lemak di hati tikus.

Saat ini, tidak ada cukup bukti untuk diyakinkan bahwa biji alpukat aman untuk dikonsumsi manusia, karena penelitian sejauh ini telah dilakukan pada hewan.