6 Merah Putih Tegak Berdiri, Belasungkawa Nanggala dan Kabinda

Ezra Sihite, Eduward Ambarita
·Bacaan 2 menit

VIVABendera Merah Putih dipajang dan berdiri hingga enam tiang, tidak seperti biasanya ketika Presiden Jokowi menyampaikan keterangan pers di Istana Merdeka, hari ini, Senin 26 April 2021.

Presiden Jokowi bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyampaikan keterangan pers dukacita atas wafatnya 53 awak KRI Nanggala 402 di perairan utara Bali. Kepala Negara juga menyampaikan duka atas wafatnya Kepala Badan Intelejen Nasional (BIN) Papua Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Nugraha Karya yang ditembak kelompok bersenjata di Papua.

"Pengabdian Saudara-saudara akan terpatri di sanubari seluruh rakyat Indonesia. Semoga arwah prajurit-prajurit Hiu Kencana mendapatkan terbaik di sisi tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan kesabaran dan ketabahan," kata Jokowi.

Pantauan VIVA, pada saat memberikan pernyataan, Presiden turut didampingi sejumlah pejabat tertinggi di bidang pertahanan, keamanan dan intelijen. Antara lain Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi Gunawan.

Presiden berdiri sejajar dengan Ma'ruf dan para pembantunya. Di belakangnya atau sisi kanan dan kiri berdiri tiang bendera Merah Putih serta berlanjut dua di belakangnya lagi bendera Merah Putih kembali diposisikan di dekat patung wajah Bung Karno dan Bung Hatta. Total terlihat enam bendera Merah Putih berdiri tegak ketika Presiden Jokowi menyampaikan keterangan pers itu.

Untuk diketahui, tenggelamnya kapal selam berusia puluhan tahun itu saat Nanggala mengikuti latihan dan penembakan torpedo.

"Negara akan memberikan penghargaan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi serta bintang jasa Jalasena atas dedikasi pengabdian serta pengorbanan prajurit-prajurit terbaik tersebut," tutur Jokowi sebelumnya.

Pada kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan duka atas gugurnya Brigjen Putu Danny. 53 awak kapal selam Nanggala dan Putu Danny, Jokowi memberikan kenaikan pangkat satu tingkat.

Putu Danny dilaporkan ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Dambet, Distrik Beoga, Papua, Minggu kemarin, 25 April 2021. Kontak senjata berlangsung ketika Putu Dannya bersama rombongan yang terdiri dari sejumlah Satgas untuk melakukan observasi lapangan menggunakan sepeda motor. Saat berada di kampung Dambet itulah Putu tertembak dan meninggal akibat luka tembak yang dialaminya. Sementara anggota yang lain dinyatakan selamat.