6 Olahan Jagung Khas Jawa Timur, Unik dan Beragam

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Jawa Timur merupakan provinsi dengan produsen jagung terbesar di Indonesia. Menurut data Kementan pada Januari 2021, Jawa Timur mampu menghasilkan 5,37 juta ton jagung dengan luas panen mencapai 1,19 juta ha. Ketersediaan komoditas ini tentunya bisa memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Jagung merupakan salah satu jenis makanan pokok yang dikonsumsi di Indonesia. Jagung biasa direbus dibakar, diolah menjadi tepung, atau dijadikan nasi jagung. Jagung juga diolah menjadi makanan khas yang unik.

Olahan jagung dapat dengan mudah ditemui di Jawa Timur. Di sejumlah daerah, ada olahan khas dari jagung yang menarik dicicipi. Olahan jagung ini berbentuk camilan, makanan pokok, hingga lauk. Berikut olahan jagung khas Jawa Timur, yang berhasil Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu(14/7/2021).

Dadar jagung

ilustrasi dadar jagung (sumber: Wikipedia)
ilustrasi dadar jagung (sumber: Wikipedia)

Dadar jagung di daerah lain dikenal sebagai bakwan jagung atau perkedel jagung. Di Jawa Timur dadar jagung juga disebut dengan pelas jagung. Dadar jagung dibuat dengan mencampur jagung yang sudah dipipil dengan adonan tepung, telur, dan sayuran. Adonan kemudian digoreng hingga keemasan.

Dadar jagung memiliki rasa manis jagung yang khas berpadu dengan gurih dari telur, bumbu dan sayuran. Dadar jagung biasa dijadikan lauk dengan nasi atau disantap sebagai camilan.

Nasi jagung

Nasi Jagung dan Bebek Songkem Sampang Madura / Sumber: upload.wikimedia.org
Nasi Jagung dan Bebek Songkem Sampang Madura / Sumber: upload.wikimedia.org

Nasi jagung banyak ditemui di wilayah Madura dan Surabaya. Nasi ini juga bisa ditemukan di Ponorogo dan beberapa daerah lain di Jawa Timur. Nasi jagung dibuat dari jagung tua yang dihaluskan.

Nasi jagung biasanya sudah berupa beras yang siap ditanak. Nasi ini bisa dimasak dengan dicampur nasi putih atau dimasak seutuhnya. Olahan jagung ini dikonsumsi sama seperti nasi putih, yaitu bersama lauk pauk.

Lepet jagung

Lepet jagung (sumber: wikimedia commons)
Lepet jagung (sumber: wikimedia commons)

Lepet jagung merupakan camilan khas Jawa Timur yang cukup terkenal. Panganan ini juga bisa ditemui di beberapa daerah di Jawa Tengah. Lepet jagung sekilas mirip dengan lemet singkong.

Lepet jagung dibuat dengan memarut jagung, lalu dicampur dengan parutan kelapa, gula pasir, vanili, garam, dan santan. Beberapa versi lepet juga memasukkan tepung beras sebagai tambahan. Adonan kemudian disendok dan dibungkus dengan klobot atau kulit jagung lalu dikukus sampai matang.

Jenang jagung

Ilustrasi jenang jagung.
Ilustrasi jenang jagung.

Jenang jagung bisa ditemukan di Surabaya, Malang, Ponorogo, hingga Banyuwangi. Olahan jagung ini mirip dengan dodol, namun dengan potongan balok atau persegi panjang.

Jenang jagung dibuat dengan menghaluskan jagung muda atau jagung manis. Jagung kemudian dicampur dengan gula merah, garam, dan santan kental. Adonan dimasak di atas api panas sampai mengental sambil diaduk.

Blendung

Blendung/grontol (sumber: wikimedia commons)
Blendung/grontol (sumber: wikimedia commons)

Di Jawa Tengah blendung dikenal dengan nama grontol. Makanan satu ini sangat sederhana, baik dari tampilan maupun cara pembuatannya. Blendung dibuat dengan memipil jagung dan kemudian direbus sampai lunak.

Jagung yang telah empuk kemudian dicampur dengan parutan kelapa dan ditaburi dengan gula atau garam. Blendung masih bisa ditemukan di penjual jajanan di pasar tradisional.

Jambudin

Marning  (sumber: Pixabay)
Marning (sumber: Pixabay)

Jambudin merupakan olahan jagung khas Madura. Di daerah lain makanan ringan ini dikenal dengan nama marning. Jambudin dibuat dengan menggoreng butiran jagung sampai kering.

Jambudin memiliki aneka rasa mulai dari asin, manis, hingga pedas. Jambudin menjadi oleh-oleh dan camilan khas dari Madura. Camilan ini memiliki rasa gurih dan renyah yang nikmat.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel