6 Orang Terluka dalam Insiden Penusukan di Hotel Inggris Berisi Pencari Suaka

Liputan6.com, London - Polisi Inggris pada Jumat, 26 Juni 2020 menembak mati tersangka dalam penikaman di sebuah hotel pencari suaka di Glasgow yang melukai enam orang, termasuk seorang perwira.

Dikutip dari laman Channel News Asia, Sabtu (27/6/2020) Polisi Inggris mengatakan insiden di hotel Park Inn di pusat kota itu bukan terkait teror dan mendesak orang-orang untuk tidak menghindari kawasan.

"Menyedihkan namun dapat diprediksi. Lantaran beberapa menggunakan insiden mengerikan ini untuk memajukan agenda sayap kanan mereka," kata menteri kehakiman Skotlandia Humza Yousaf dalam sebuah tweet.

"Glasgow tidak bisa membiarkan kebencian yang bertujuan untuk memecah belah, jadi jangan mencobanya."

Polisi mengatakan, petugas yang berusia 42 tahun itu dalam kondisi kritis namun stabil. Kelima korban lainnya semuanya laki-laki, berusia 17, 18, 20, 38 dan 53 tahun, kata polisi. Semua telah dirawat di rumah sakit.

Seorang pria yang tinggal di lantai tiga hotel mengatakan kepada televisi Sky News bahwa dia mendengar seorang pria berteriak minta tolong dan seorang wanita berteriak.

Dia pergi untuk menyelidiki dan menemukan lift itu "berlumuran darah" kemudian melihat dua orang "terengah-engah" setelah ditusuk.

Kementerian dalam negeri Inggris telah menggunakan hotel-hotel kosong di seluruh negeri untuk menampung para pencari suaka dan pengungsi selama pandemi Virus Corona COVID-19.

Park Inn hotel digunakan untuk menampung para pencari suaka selama wabah, tunawisma dan amal hak asasi manusia.

Asosiasi Kurdi Skotlandia seperti dikutip oleh surat kabar Glasgow Times ada sekitar 100 pencari suaka di hotel pada saat itu.

Warga mengeluh lantaran kekurangan uang, sementara beberapa memiliki masalah kesehatan mental, katanya.

"Selama pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung, hotel ini telah ditempati untuk penghuni sementara," kata juru bicara Radisson Hotel Group Tom Flanagan Karttunnen, Inggris.

Pernyataan Boris Johnson

PM Inggris, Boris Johnson selesai memberikan pernyataan pada hari pertamanya kembali bekerja setelah pulih dari virus Corona di Downing Street, London, Senin (27/4/2020). Ini menjadi kemunculan pertama PM Johnson di depan publik setelah hampir sebulan terinfeksi COVID-19. (AP/Frank Augstein)

Menteri Pertama Skotlandia Nicola Sturgeon berterima kasih kepada layanan darurat untuk memastikan bahwa "insiden yang sangat, sangat serius tidak menjadi jauh lebih buruk".

Menteri Dalam Negeri Inggris Priti Patel mengatakan, itu "sangat mengkhawatirkan" sementara Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan dia "sangat sedih dengan insiden mengerikan itu".

Itu terjadi kurang dari seminggu setelah tiga orang ditikam hingga mati di sebuah taman di Reading, Inggris tenggara, yang oleh polisi diperlakukan sebagai terkait teror.

Simak video pilihan berikut: