6 Pasien Sembuh Covid-19 di NTT Donorkan Plasma Darah

Liputan6.com, Kupang- El Asamau, pasien Covid-19 pertama di NTT menyumbang plasma darahnya untuk membantu pasien Covid-19.

"Saya melakukan donor plasma darah di PMI Kupang atas inisiatif saya," ujarnya kepada wartawan, Selasa (19/5/2020).

Ia mengapresiasi Pemprov NTT melalui satgas menanggapi Covid-19 yang terus mengupayakan perawatan pasien Covid-19 dengan terapi plasma convalescent.

"Para penyintas atau survivor Covid-19 termasuk saya bisa menjadi kunci upaya terapi ini," ungkapnya.

Ia berharap donor bantuan ini bisa berguna bagi pasien Covid-19.

"Harapan saya, para penyintas yang memenuhi syarat agar bisa ikut mendonorkan plasmanya sehingga dapat membantu pasien Covid-19. Kabar baiknya, kita bisa mendonorkan darah paling tidak setiap dua minggu sekali," ujarnya.

Kepala UTD (Unit Transfusi Darah) NTT dr Samon Ehe Teron menjelaskan, salah satu bentuk upaya penanganan pasien Covid-19 adalah dengan plasma convalescent. Hal tersebut juga dilakukan di dunia dan di Indonesia pada umumnya.

"Sejauh ini pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh, plasma darahnya bisa menjadi obat penawar bagi pasien covid-19. Hal ini juga sementara dilakukan oleh setiap negara dan juga Indonesia pada umumnya guna menekan virus Covid-19 pada pasien Covid itu sendiri," jelasnya.

Pasien yang dinyatakan sembuh bisa menyumbang plasma darahnya setelah empat belas hari sampai dengan tiga puluh hari setelah dinyatakan sehat, setelah uji PCR.

Plasma darah merupakan komponen terbesar dari darah manusia. Plasma sendiri merupakan komponen tunggal terbesar dari darah manusia, terdiri sekitar 55 persen dan mengandung air, garam, enzim, antibodi dan protein lainnya.

Plasma yang terdiri dari 90 persen air merupakan media pengangkut sel dan berbagai zat penting bagi tubuh manusia. Plasma melakukan berbagai fungsi dalam tubuh, termasuk pembekuan darah, melawan penyakit dan fungsi penting lainnya.

Selain El Asamau, lima calon perwira Polda NTT yang merupakan pasien positif Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh dari klaster Sukabumi, juga mendonorkan plasma darahnya ke Palang Merah Indonesia (PMI), Selasa, (19/5/2020).

Kepala RS Bhayangkara Polda NTT, Komisaris Besar Polisi dr Hery Purwanto mengatakan, donor plasma darah itu inisiatif dari kelima polisi itu sendiri setelah dinyatakan sembuh setelah melalui uji seka sebanyak dua kali.

"Pada awalnya setelah dinyatakan sembuh mereka (kelima pasien sembuh) kita sosialisasikan soal terapi plasma konvalesen yang mana plasma darahnya dapat digunakan untuk menyembuhkan pasien yang terpapar Covid-19 dan masih dirawat," katanya.

Simak juga video pilihan berikut ini: