6 Pelatih Lokal yang Melanjutkan Pertarungan di Liga 1 2021: Meneruskan Tugas yang Tertunda

·Bacaan 6 menit

Bola.com, Jakarta - Liga 1 musim ini rencananya digelar mulai awal Juli 2021. Dengan rencana bakal digelar hingga Maret 2022, kompetisi sepak bola kasta tertinggi Indonesia musim ini disebut-sebut akan bertajuk Liga 1 2021/2022. Sejumlah klub sudah mulai melakukan persiapan, tapi ada beberapa yang bahkan masih menanti keputusan jelas dari PSSI sebelum mencari pemain baru, bahkan pelatih baru.

Sebut saja PSM Makassar, Persija Jakarta, dan Persela Lamongan yang belum mengungkapkan kabar siapa yang akan menjadi arsitek tim untuk Liga 1 musim ini. Pada gelaran Piala Menpora 2021 yang merupakan ajang pramusim, kedua klub tersebut menunjuk pelatih lokal yang hanya biasa menjadi asisten pelatih.

Sementara sejumlah klub lain, terutama yang ditangani oleh pelatih asing, mulai menggelar persiapan. Persib Bandung, Arema FC, PSS Sleman, PSIS Semarang, dan Bali United, adalah contoh tim dengan arsitek impor yang sudah mulai menggelar sesi latihan persiapan menyongsong Liga 1 musim ini.

Namun, Aji Santoso pun sudah memulai latihan Persebaya Surabaya. Pelatih asal Malang itu pun tak ingin para pemainnya terlambat untuk melakukan persiapan meski kepastian jadwal Liga 1 belum ada.

Aji Santoso adalah contoh pelatih lokal yang dalam Liga 1 2021/2022 akan tetap bersama klub yang ditanganinya sejak kompetisi Liga 1 2020 berhenti dan akhirnya dibatalkan. Tak hanya Aji Santoso, ada sejumlah pelatih lokal yang siap melanjutkan kerja mereka dengan tetap menangani tim yang sama di Liga 1 musim ini. Siapa saja mereka?

Aji Santoso

Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso. (Bola.com/Aditya Wany)
Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso. (Bola.com/Aditya Wany)

Persebaya Surabaya sudah hampir satu pekan kembali menggelar latihan. Aji Santoso sebagai pelatih kepala pun sudah memberikan program pengembalian kebugaran fisik para pemain dengan menyelipkan sejumlah menu latihan taktikal.

Aji Santoso memang telah memastikan diri bertahan di Persebaya musim ini sejak Februari 2021, atau sebelum turnamen pramusim Piala Menpora 2021 digelar.

Aji Santoso sudah menangani Persebaya sejak 31 Oktober 2019. Ia menggantikan Wolfgang Pikal pada pekan ke-25 Liga 1 2019 dan terus dipertahankan oleh manajemen klub hingga saat ini.

Liga 1 2020 seharusnya menjadi musim penuh pertama Aji Santoso bersama Bajul Ijo, terutama setelah membantu Persebaya menjadi runner-up Liga 1 2019. Sayangnya, Liga 1 2020 harus terhenti karena pandemi COVID-19.

Alhasil, kompetisi musim 2021 bertajuk Liga 1 2021/2022 ini akan menjadi kelanjutan dari tugas Aji Santoso yang belum menjalani satu musim penuh bersama Persebaya.

Rahmad Darmawan

Rahmad Darmawan, pelatih Madura United. (Bola.com/Aditya Wany)
Rahmad Darmawan, pelatih Madura United. (Bola.com/Aditya Wany)

Cukup mirip dengan Aji Santoso, Rahmad Darmawan adalah pelatih yang baru ditunjuk menangani Madura United pada akhir musim 2019. Perbedaannya, Rahmad Darmawan menukangi Madura United setelah Liga 1 2019 berakhir.

Madura United menunjuk pelatih yang karib disapa RD itu sebagai arsitek tim pada Desember 2019. Manajemen tim tampaknya ingin agar persiapan tim menuju Liga 1 2020 benar-benar bagus.

Sayangnya, Liga 1 2020 terhenti saat baru berjalan tiga pertandingan. Padahal performa Madura United cukup apik pada tiga pekan awal itu, yaitu meraih kemenangan 4-0 atas Barito Putera, bermain imbang tanpa gol dengan Persiraja Banda Aceh, dan kalah 1-3 dari sang juara bertahan, Bali United.

Kini RD juga akan melanjutkan tugasnya yang belum berakhir pada musim pertamanya bersama Madura United. Kini Laskar Sape Kerab sudah kembali berlatih sejak 20 Mei lalu. RD pun siap untuk mengantarkan Madura United melalui Liga 1 2021/2022.

Djadjang Nurdjaman

Pelatih Barito Putra, Djadjang Nurdjaman, saat melawan Persija Jakarta pada laga Liga 1 2019 di Stadion Patriot, Bekasi, Senin (23/9/2019). Persija menang 1-0 atas Barito Putra. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pelatih Barito Putra, Djadjang Nurdjaman, saat melawan Persija Jakarta pada laga Liga 1 2019 di Stadion Patriot, Bekasi, Senin (23/9/2019). Persija menang 1-0 atas Barito Putra. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Masih mirip dengan Aji Santoso dan Rahmad Darmawan, Djadjang Nurdjaman juga merupakan pelatih yang ditunjuk oleh Barito Putera pada 2019, tepatnya pada Agustus, ketika Liga 1 2019 baru akan menyelesaikan putaran pertama. Saat pertama kali datang Laskar Antasari berada di peringkat ke-15, atau tepat di atas zona degradasi.

Meski tidak memberikan pengaruh yang besar terhadap hasil akhir Barito Putera pada musim itu, Djadjang Nurdjaman berhasil membantu tim asal Banjarmasin itu tetap bertahan di Liga 1 dan finis di peringkat ke-13.

Target untuk bisa mendapatkan hasil yang lebih baik pada musim 2020 pun dicanangkan Barito Putera bersama Djadjang Nurdjaman. Dan seperti halnya RD dan Aji Santoso, musim penuh pertama pelatih yang karib disapa Djanur itu pun harus digagalkan oleh pandemi COVID-19 yang menghentikan kompetisi.

Kini, Djanur pun tetap bersama Barito Putera untuk menyongsong Liga 1 2021/2022. Bahkan sebelum melepas pemainnya merayakan Idulfitri 2021, Djanur mengingatkan para pemainnya untuk menjaga kondisi agar ketika kembali berlatih bersama tim, kondisinya tidak menurun drastis.

Widodo Cahyono Putro

Pelatih Persita Tangerang, Widodo Cahyono Putro, saat sesi latihan jelang laga Shopee Liga 1 di Stadion Sport Center Tangerang, Kamis, (5/3/2020). Persita akan berhadapan dengan PSM Makassar. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pelatih Persita Tangerang, Widodo Cahyono Putro, saat sesi latihan jelang laga Shopee Liga 1 di Stadion Sport Center Tangerang, Kamis, (5/3/2020). Persita akan berhadapan dengan PSM Makassar. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Mantan pelatih Bali United ini berhasil membawa Persita Tangerang promosi ke Liga 1 setelah menjadi runner-up Liga 2 2019. Widodo Cahyono Putro tentu merasa senang karena bisa kembali merasakan atmosfer persaingan di Liga 1 dengan prestasi luar biasa mampu mengangkat tim dari kasta kedua.

Sayangnya, sebagai tim promosi, Persita belum benar-benar merasakan kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Liga 1 2020 terhenti membuat Persita dan Widodo belum membuktikan apa pun di kasta tertinggi.

Kini setelah musim perdana yang tidak berlanjut, Widodo tetap bersama Persita Tangerang menyambut Liga 1 2021/2022. Piala Menpora 2021 telah menjadi ajang pramusim yang bagus bagi Pendekar Cisadane untuk mempersiapkan tim menjadi lebih baik untuk kompetisi yang sebenarnya.

Kini Widodo tengah sibuk mencari tambahan pemain baru untuk Persita Tangerang mengarungi musim 2021/2022. Patut dinantikan bagaimana akhirnya Widodo C Putro dan Persita Tangerang menyelesaikan musim pertamanya di kasta tertinggi sepak bola Indonesia setelah sempat tertunda.

Hendri Susilo

Pelatih Persiraja Banda Aceh, Hendri Susilo, saat melawan Persib Bandung pada laga Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Jumat, (2/4/2021).  (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pelatih Persiraja Banda Aceh, Hendri Susilo, saat melawan Persib Bandung pada laga Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Jumat, (2/4/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Tak berbeda dengan Widodo, Hendri Susilo merupakan pelatih yang sukses membawa Persiraja Banda Aceh mengarungi Liga 2 2019 hingga akhirnya mampu promosi ke Liga 1. Persiraja berhasil promosi ke Liga 1 2020 sebagai tim peringkat ketiga setelah mengalahkan Sriwijaya FC.

Hendri Susilo pun dipertahankan oleh Persiraja Banda Aceh dan melewati tiga pertandingan pertama Liga 1 2020 dengan cukup baik. Bermain imbang tanpa gol dalam dua laga pertama menghadapi Bhayangkara FC dan Madura United, Persiraja kemudian menang tipis 1-0 kala bertandang ke markas Persik Kediri.

Sebuah catatan yang cukup apik bagi tim promosi kala itu. Hendri Susilo seakan mampu membayar kepercayaan yang diberikan oleh manajemen Persiraja untuk bisa membawa tim bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Sayangnya, catatan apik itu harus terhenti karena keadaan kahar yang memaksa kompetisi berhenti. Musim pertama Hendri Susilo di kasta tertinggi sepak bola Indonesia pun tertunda. Kini Hendri masih akan membimbing Persiraja untuk menuntaskan tugasnya yang belum rampung di Liga 1 2021/2022.

Joko Susilo

Pelatih Persik Kediri Joko Susilo. (Foto: Bola.com/Ikhwan Yanuar)
Pelatih Persik Kediri Joko Susilo. (Foto: Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Joko Susilo merupakan pelatih yang diamanatkan untuk menangani Persik Kediri di Liga 1 2020, setelah tim asal Jawa Timur itu sukses promosi dengan menjuarai Liga 2 2019. Lisensi kepelatihan Joko Susilo yang sesuai untuk menangani tim di kasta tertinggi membuatnya ditunjuk untuk menangani tim berjulukan Macan Putih itu.

Namun, kiprah Joko Susilo bersama Persik Kediri harus terhenti karena Liga 1 2020 pun terhenti akibat pandemi COVID-19. Kemudian, ketika kompetisi tersebut sempat diwacanakan bakal bergulir lagi pada pertengahan 2020, Joko Susilo sempat diplot menjadi Direktur Teknik Persik.

Alasannya, Persik menunjuk legenda Macan Putih dan Timnas Indonesia, Budi Sudarsono, sebagai pelatih kepala. Namun, pada akhirnya, debut Budi Sudarsono sebagai pelatih kepala pun gagal karena kompetisi 2020 akhirnya benar-benar dibatalkan.

Kemudian saat PSSI dan PT Liga Indonesia Baru mempersiapkan musim 2021, dengan menggelar Piala Menpora 2021 sebagai ajang pramusim, Persik kembali menunjuk Joko Susilo sebagai pelatih Macan Putih pada Maret lalu. Hingga kini mempersiapkan diri untuk Liga 1 2021/2022, Joko Susilo tetap berstatus pelatih kepala Persik Kediri.

Video