6 Pemain Bapuk tapi Beruntung Juarai Liga Champions, Gianluigi Buffon Cuma Bisa Menangis Iri

Bola.com, Jakarta - Tidak setiap pemain mendapatkan keistimewaan merengkuh gelar Liga Champions di sepanjang kariernya. Tak heran, banyak yang menyebut menjuarai Liga Champions adalah torehan bergengsi bagi pesepak bola.

Bahkan penjaga gawang legendaris Italia, Gianluigi Buffon, rela memperpanjang karier demi menambahkan trofi Liga Champions ke koleksi gelarnya.

Sayangnya, kiper yang berhasil mengantarkan Italia menjadi juara Piala Dunia 2006 tersebut belum juga berhasil mewujudkan misi ambiusnya itu. Buffon masih tanpa gelar Liga Champions.

Nasibnya tentu sangat berbeda dengan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang mampu berkali-kali memenanginya.

Saat Buffon mati-matian mengejar gelar ini, ada sejumlah pemain yang bermain buruk tetapi malah bisa menggenggam titel Liga Champions. Para pemain tersebut beruntung karena berada di tim dengan tradisi luar biasa di Eropa.

Bahkan ada pemain yang dibekap cedera sepanjang musim tetapi saat pulih bisa mengikuti prosesi pengalungan medali Liga Champions. Dia juga merasakan mengangkat hingga berpose bersama trofi si kuping lebar.

Berikut pemain terburuk yang memenangi Liga Champions yang. Pemain ini tercatat dalam sejarah dalam sepuluh tahun terakhir.

 

1. Alberto Moreno (Liverpool)

Bek Liverpool asal Spanyol, Alberto Moreno. (AFP/Paul Ellis)
Bek Liverpool asal Spanyol, Alberto Moreno. (AFP/Paul Ellis)

Pemain Spanyol itu tiba di Merseyside dengan reputasi bintang setelah menyabet gelar Liga Europa bersama Sevilla pada 2014. Namun, dia gagal menunjukan konsistensi untuk menjadi pemain reguler Liverpool.

Di final Liga Champions 2019 melawan Tottenham Hotspur, Moreno menjadi pemain pengganti hingga Liverpool menjadi juara. Tiga hari setelah itu, The Reds melepasnya dengan status bebas transfer.

 

2. Kiko Casilla (Real Madrid)

Kiper Real Madrid Kiko Casilla melakukan sesi latihan menjelang final Liga Champions di NSC Olimpiyskiy Stadium, Kiev, Jumat (25/5). Final Liga Champions akan mempertemukan raksasa Spanyol, Real Madrid melawan wakil Inggris, Liverpool. (AP/Pavel Golovkin)
Kiper Real Madrid Kiko Casilla melakukan sesi latihan menjelang final Liga Champions di NSC Olimpiyskiy Stadium, Kiev, Jumat (25/5). Final Liga Champions akan mempertemukan raksasa Spanyol, Real Madrid melawan wakil Inggris, Liverpool. (AP/Pavel Golovkin)

Casilla duduk nyaman di bangku cadangan saat Real Madrid mengalahkan Liverpool di final Liga Champions 2018. Dalam tiga setengah tahun di Bernabeu, dia hanya membukukan 25 penampilan di La Liga.

Los Blancos kemudian melepasnya ke Leeds United pada Januari 2019 untuk bermain di Championship League atau kasta kedua Liga Inggris. Setelah Leeds promosi, posisi penjaga gawang utama milik Casilla kembali digeser Illan Meslier.

 

3. Jese Rodriguez (Real Madrid)

Striker Real Madrid, Jese Rodriguez, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Barcelona pada laga La Liga di Stadion Camp Nou, Minggu (20/3/2016). Jese resmi meninggalkan PSG dan bergabung ke Stoke City. (AFP/Josep Lago)
Striker Real Madrid, Jese Rodriguez, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Barcelona pada laga La Liga di Stadion Camp Nou, Minggu (20/3/2016). Jese resmi meninggalkan PSG dan bergabung ke Stoke City. (AFP/Josep Lago)

Cedera kerap mengganggu karier Jese Rodriguez di Real Madrid. Dia hanya memainkan peran kecil saat Los Blancos meraih gelar Liga Champions 2016.

Setelah juara, pemain ini langsung dilego ke Paris Saint-Germain (PSG). Petualangan Jese di PSG juga tidak mulus dan kerap dipinjamankan hingga akhirnya berlabuh ke Las Palmas.

 

4. Jeremy Mathieu (Barcelona)

Barcelona mengamankan tanda tangan Jeremy Mathieu pada musim panas 2014. Bermain selama tiga musim, pemain asal Prancis itu gagal memberikan dampak yang besar bersama Blaugrana. (Foto: AFP/Lluis Gene)
Barcelona mengamankan tanda tangan Jeremy Mathieu pada musim panas 2014. Bermain selama tiga musim, pemain asal Prancis itu gagal memberikan dampak yang besar bersama Blaugrana. (Foto: AFP/Lluis Gene)

Di musim pertamanya, Barcelona berhasil merebut gelar La Liga dan Liga Champions pada 2014. Sayangnya Mathieu saat itu kalah bersaing dengan bek top Blaugrana yang berisi Gerard Pique dan Javier Mascherano.

Saat final Liga Champions, bek berpaspor Prancis ini bermain. Tetapi, dia hanya menjadi pengganti Neymar di masa injury time untuk strategi mengulur waktu dan mempertahankan keunggulan atas Juventus.

 

5. Ross Turnbull (Chelsea)

Selama empat musim bergabung dengan Chelsea, Turnbull hanya bermain dalam 19 laga di semua kompetisi. Dia berada di bawah bayang-bayang Petr Cech.

Terlepas dari itu semua, dia mengantongi medali Piala FA, Liga Champions, hingga Liga Europa. Kalimat yang bisa mengibaratkan Turnbull yakni datang, duduk, dan menang.

 

6. Ibrahim Afellay (Barcelona)

9. Ibrahim Afellay (Barcelona), golden boy dari PSV pada era 2000an ini berhasil memikat Pep Guardiola untuk membawanya ke Barcelona. Tetapi kariernya di Barca meredup akibat cedera ligament yang tak kunjung sembuh. (AFP/Jorge Guerrero)
9. Ibrahim Afellay (Barcelona), golden boy dari PSV pada era 2000an ini berhasil memikat Pep Guardiola untuk membawanya ke Barcelona. Tetapi kariernya di Barca meredup akibat cedera ligament yang tak kunjung sembuh. (AFP/Jorge Guerrero)

Permainan bagus Ibrahim Afellay di PSV Eindhoven membuat Barcelona kepincut meminangnya pada 2010. Di musim pertamanya, dia mendapat gelar La Liga hingga Liga Champions.

Afellay  menjadi pemain pengganti pada final Liga Champions 2010/2011 melawan Manchester United. Setelah kalah bersaing dengan Pedro maupun Lionel Messi, Afellay kemudian dipinjamkan ke Schalke 04.

Sumber: Mirror