6 Pemain Bertubuh Mungil yang Memesona di Sepak Bola Indonesia: Cepat, Lincah, dan Kuat

·Bacaan 7 menit

Bola.com, Jakarta - Postur tubuh seorang pemain sepak bola kerap disangkutpautkan dengan kemampuan bermain di lapangan hijau. Baik pemain bertubuh tinggi maupun pendek punya keunggulan masing-masing, begitu pun di sepak bola Indonesia.

Berkaca dari sepak bola internasional, pemain-pemain dengan postur tubuh yang tinggi kerap menjadi andalan di pusat pertahanan tim maupun di posisi ujung tombak. Zlatan Ibrahimovic dan Harry Kane adalah contoh pemain seperti itu di lini depan.

Namun, bukan berarti pemain berpostur tubuh pendek tidak memiliki keunggulan. Lihatlah Lionel Messi yang menjadi bintang Barcelona dalam satu dekade terakhir. Tubuh mungil yang dimilikinya tidak menjadi penghalang untuk menjadi yang terbaik di dunia. Justru itulah yang menjadi keuntungan Messi yang kemudian memaksimalkan kecepatan kaki dan keahliannya menggocek di lini pertahanan lawan.

Kemudian ada pula mendiang Diego Maradona. Legenda sepak bola dunia asal Argentina yang baru saja tutup usia itu juga dikenal sebagai pemain yang memiliki postur mungil. Bahkan dengan postur tubuh yang mungil itu, Maradona mampu memperlihatkan kelincahannya untuk mengolah bola dan berlari di seluruh area lapangan hijau.

Tak berbeda dengan Lionel Messi dan Diego Maradona, sejumlah pemain mungil di Indonesia pun mampu bersaing untuk memperlihatkan kualitas yang luar biasa. Seakan tidak ingin kalah dengan para pemain asing asal Afrika dan Eropa yang memiliki postur tubuh tinggi, para pemain lokal bertubuh mungil mampu menjadi solusi bagi timnya.

Siapa saja pemain bertubuh mungil yang mampu memesona di sepak bola Indonesia. Berikut Bola.com mengulas lima di antaranya.

Kim Jeffrey Kurniawan

Gelandang Persib Bandung, Kim Jeffrey Kurniawan. (Bola.com/Erwin Snaz)
Gelandang Persib Bandung, Kim Jeffrey Kurniawan. (Bola.com/Erwin Snaz)

Pemain berdarah Indonesia dan Jerman ini mengawali karier profesionalnya bersama klub Jerman, FC 07 Heidelsheim pada 2009. Ia kemudian memilih untuk berkarier di Indonesia dengan bergabung bersasma Persema Malang pada 2011.

Kim Jeffrey Kurniawan sempat mengalami kesulitan untuk bersaing di sepak bola Indonesia dan beralih menjadi pemain futsal pada 2013, di mana sepak bola Indonesia memang tengah dalam masa kelam akibat dualisme kompetisi dan federasi. Kim juga sempat bermain bersama Pelita Bandung Raya yang kemudian berganti nama menjadi Persipasi Bandung Raya.

Pada 2016 ia menjadi pemain Persib Bandung. Kim Jeffrey pun bekerja keras untuk bisa menembus lini tengah Persib yang dikenal sebagai klub besar bertabur bintang. Namun, etos kerja yang luar biasa membuat pemain berpostur tubuh 167 cm ini kerap menjadi supersub dalam pertandingan penting yang dijalani oleh Maung Bandung.

Bermain di bawah asuhan Djadjang Nurdjaman pada 2017, Kim Jeffrey tampil dalam 24 pertandingan, di mana 22 laga di antaranya sebagai starter. Kim Jeffrey yang memiliki daya tahan stamina yang kuat menjadi andalan di lini tengah Maung Bandung meski berpostur mungil.

Berbeda dengan kebanyakan pemain bertubuh mungil yang mengandalkan kecepatan dan gocekan bola, Kim justru memiliki daya jelajah yang tinggi di semua area lapangan hijau. Konsistensinya untuk tampil apik dalam setiap pertandingan yang dijalaninya menjadi sebuah nilai plus bagi adik ipar Irfan Bachdim itu.

Andik Vermansah

Andik Vermansah cedera saat melawan Thailand pada laga Final Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari, Bogor, (14/12/2016). (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)
Andik Vermansah cedera saat melawan Thailand pada laga Final Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari, Bogor, (14/12/2016). (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Pemain yang satu ini sudah tak perlu diragukan kualitasnya sebagai pemain bertubuh mungil. Bahkan dalam awal kariernya sebagai pemain sepak bola profesional, julukan Lionel Messi dari Indonesia sudah melekat dalam dirinya.

Memiliki postur tubuh setinggi 163 cm, Andik Vermansah memang merupakan pemain bertubuh mungil yang memiliki talenta luar biasa di sepak bola Indonesia. Keahliannya menyisir sisi sayap lapangan dengan kecepatan dan dribel berkualitas yang dimilikinya membuat pemain kelahiran Jember itu selalu menjadi andalan di Timnas Indonesia.

Bahkan sejumlah klub luar negeri sempat tertarik untuk memboyongnya, meski kebanyakan hanya berakhir dengan sebuah trial. Selangor FA menjadi klub Malaysia yang memberikan ruang baginya untuk berkembang dengan semua talenta yang dimilikinya.

Andik Vermansah juga berhasil mengantar Timnas Indonesia mencapai final Piala AFF 2016. Sayangnya, cedera yang dialaminya ketika memperkuat Tim Garuda di leg pertama final yang digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, membuatnya harus absen dalam laga berikutnya dan melihat teman-teman setimnya kalah dan gagal angkat trofi juara.

Hingga saat ini sudah ada lima klub yang tercatat pernah dibela Andik. Mengawali karier dari Persebaya Surabaya dan mencoba kompetisi Malaysia bersama Selangor FA dan Kedah FA, Andik kembali ke Tanah Air dan kemudian membela Madura United serta Bhayangkara FC.

Ferinando Pahabol

Pemain Persebaya, Ferinando Pahabol dan Osvaldo Haay, merayakan gol ke gawang Persija di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (4/11/2018). (Bola.com/Aditya Wany)
Pemain Persebaya, Ferinando Pahabol dan Osvaldo Haay, merayakan gol ke gawang Persija di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (4/11/2018). (Bola.com/Aditya Wany)

Pemain asal Yakuhimo, Papua, yang satu ini awalnya hanya berkutat di klub Papua, seperti Persiwa Wamena dan Persidafon Dafonsoro. Namun, penampilannya bersama Persipura Jayapura pada 2012 hingga 2017 membuatnya bersinar.

Pemain yang hanya memiliki postur 157 cm itu dikenal sebagai sosok yang mungil tapi memiliki skill luar biasa. Ia bahkan ikut mengantarkan Persipura Jayapura menjuarai Indonesia Super League 2013 dan Indonesia Soccer Championship A 2016.

Ferinando Pahabol juga merupakan andalan Rahmad Darmawan ketika Timnas Indonesia U-23 berkompetisi di SEA Games 2013. Saat itu Ferinando Pahabol mengantar Garuda Muda meraih medali perak.

Ferinando Pahabol kemudian bergabung bersama Persebaya pada Liga 1 2018. Ia menjadi andalan di sisi sayap lini serang tim berjulukan Bajul Ijo itu. Hanya satu musim membela Persebaya, Ferinando pun bergabung bersama Kalteng Putra yang berstatus tim promosi di Liga 1 2019.

Namun, kegagalan Kalteng Putra bertahan di Liga 1 membuat Ferinando Pahabol memutuskan pulang ke Papua dan kembali memperkuat Persipura Jayapura di Shopee Liga 1 2020. Tiga kali menjadi pemain pengganti dalam tiga pekan pertama, dengan mencetak satu gol, Ferinando tentu punya kans untuk kembali bersinar bersama Mutiara Hitam. Sayang, kompetisi harus terhenti karena pandemi COVID-19.

Riko Simanjuntak

Gelandang Persija Jakarta, Riko Simanjuntak, menggiring bola saat melawan PSM Makassar pada laga Piala Indonesia 2019 di SUGBK, Jakarta, Minggu (21/7). Persija menang 1-0 atas PSM. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Gelandang Persija Jakarta, Riko Simanjuntak, menggiring bola saat melawan PSM Makassar pada laga Piala Indonesia 2019 di SUGBK, Jakarta, Minggu (21/7). Persija menang 1-0 atas PSM. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Riko Simanjuntak adalah seorang pemain sepak bola Indonesia yang terlambat bersinar. Ia mengawali karier profesional bersama PSMS Medan pada 2012 saat usianya berusia 20 tahun. Sempat membela PS Bangka dan Gresik United, Riko Simanjuntak kemudian tampil bersinar bersama Semen Padang di Indonesia Soccer Championship 2016 dan Liga 1 2017.

Penampilan apiknya di lini sayap Semen Padang, di mana pemain bertubuh kurus dan kecil ini berlari-lari di sisi kanan lapangan, membuatnya mulai mendapatkan sorotan sinar kebintangan. Ketika memperkuat Semen Padang di Liga 1 2017, Riko Simanjuntak mencetak dua gol dan lima assist dalam 34 laga yang dimainkannya sepanjang musim.

Performa apik Riko pun mengundang keinginan Persija Jakarta untuk memilikinya. Macan Kemayoran pun langsung mendatangkannya untuk Liga 1 2018.

Dalam turnamen pramusim Piala Presiden 2018, Riko Simanjuntak sudah langsung memperlihatkan permainan luar biasa dengan kecepatan dan akselerasinya di sisi kanan lapangan. Umpan-umpan silang dan tusukannya dari sisi kanan membuat Marko Simic seakan memiliki pelayan pribadi untuk mencetak gol dan mempersembahkan gelar juara Piala Presiden 2018.

Sementara di Liga 1 2018, Riko Simanjuntak yang tampil dalam 27 pertandingan berhasil mencetak tiga gol dan sembilan assist. Pada akhir 2018, Riko Simanjuntak melengkapi prestasi Persija Jakarta dengan menjuarai Liga 1 2018.

Performa tersebut membuat pemain asal Pematang Siantar yang memiliki postur tubuh 158 cm itu pun mendapatkan panggilan mengikuti seleksi Timnas Indonesia dan akhirnya masuk skuat di Piala AFF 2018. Hingga kini Riko masih menjadi andalan Persija Jakarta dan telah menarik minat klub-klub Asia Tenggara untuk merekrutnya di tengah kekosongan jadwal Shopee Liga 1 karena pandemi COVID-19.

Irfan Jaya

Pemain Persebaya merayakan gol yang dicetak Irfan Jaya dalam laga kontra Persipura Jayapura dalam pekan ke-12 Shopee Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (2/8/2019). (Bola.com/Aditya Wany)
Pemain Persebaya merayakan gol yang dicetak Irfan Jaya dalam laga kontra Persipura Jayapura dalam pekan ke-12 Shopee Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (2/8/2019). (Bola.com/Aditya Wany)

Pemain muda asal Bantaeng, Sulawesi Selatan, ini mendapatkan sorotan ketika membela Persebaya Surabaya dan membawa Bajul Ijo itu menjuarai Liga 2 2017 dan promosi ke Liga 1. Irfan Jaya bahkan menjadi pemain terbaik Liga 2 2017.

Irfan Jaya memiliki skill yang mumpuni sebagai penyerang sayap bersama Persebaya. Dalam Liga 1 2018, Irfan Jaya tercatat mencetak enam gol dan tiga assist dalam 21 pertandingan yang dimainkannya.

Kecemerlangan pemain berpostur 162 cm itu bersama Persebaya pun membuatnya mendapatkan panggilan menuju Timnas Indonesia dan ikut dalam skuat Garuda di Piala AFF 2018.

Irfan Jaya kemudian mengantar Persebaya Surabaya menduduki peringkat kedua dalam klasemen akhir Liga 1 2019. Ia juga menjadi pemain muda terbaik pada musim itu.

Todd Rivaldo Ferre

Gelandang Indonesia, Todd Rivaldo Ferre, saat melawan Chinese Taipei pada laga AFC U-19 di SUGBK, Jakarta, Kamis (18/10/2018). Indonesia menang 3-1 atas Chinese Taipei. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Gelandang Indonesia, Todd Rivaldo Ferre, saat melawan Chinese Taipei pada laga AFC U-19 di SUGBK, Jakarta, Kamis (18/10/2018). Indonesia menang 3-1 atas Chinese Taipei. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Todd Rivaldo Ferre merupakan mutiara muda asal Papua yang sudah cemerlang sejak usia remaja. Ia membantu Persipura U-19 menjuarai Liga 1 U-19 2017 dan menjadi pemain terbaik dalam kompetisi tersebut.

Kecemerlangannya itu membawa Todd Rivaldo Ferre akhirnya mendapatkan kesempatan dari Indra Sjafri untuk bergabung bersama Timnas Indonesia U-19. Pemain berpostur 158 cm itu pun membantu Timnas Indonesia U-19 meraih predikat peringkat ketiga Piala AFF U-19 2018 dan menjadi juara Piala AFF U-22 2019 bersama Timnas Indonesia U-22 yang juga diasuh oleh Indra Sjafri.

Todd Rivaldo Ferre menjadi andalan Persipura Jayapura dalam dua musim terakhir. Ia bahkan menjadi pemain muda terbaik di Liga 1 2019 setelah membantu Persipura lewat enam gol yang dicetaknya dalam sepanjang musim.

Kini saat Shopee Liga 1 terhenti karena pandemi COVID-19, Todd Rivaldo Ferre merupakan satu di antara beberapa pemain Indonesia yang mendapatkan tawaran untuk bermain di luar negeri. Kesempatan itu pun diambil oleh Todd Rivaldo dengan bergabung bersama klub Thai League 2, Lampang FC.

Video