6 Pemain Muda AC Milan yang Rasakan Magis Stefano Pioli, Disulap dari Pemain Kelas Dua Jadi Bintang

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Kiprah AC Milan sejak pertengahan musim lalu hingga pertengahan 2020/2021 mengundang pujian. Rossoneri menunjukkan kemajuan signifikan, bahkan kini dianggap sebagai salah satu penantang gelar Liga Italia musim ini.

Kedigdayaan AC Milan tak lepas dari tangan dingin Stefano Pioli. Di tangan sang pelatih Milan menunjukkan perubahan besar.

Kinerja Stefano Pioli di AC Milan mendapat banyak pujian. Bukan hanya mampu mengatrol prestasi klub, Pioli juga memaksimalkan potensi pemain muda di skuad AC Milan.

AC Milan menjadi satu-satunya klub yang belum kalah di laga domestik musim 2020/2021 ini. Status itu didapat Milan dengan mencatat hasil semua klub di kasta tertinggi pada lima liga top Eropa. Milan berada di puncak klasemen Serie A.

Milan beruntung punya pemain seperti Zlatan Ibrahimovic yang menjadi mentor bagi para pemain muda. Ibrahimovic menyuntikkan mental pemenang ke skuad Milan dan mejadi teladan yang ideal bagi rekannya.

Selain itu, Milan juga beruntung mendapatkan jasa Pioli. Pelatih berusia 55 tahun itu telah menyulap enam pemain muda 'kelas dua' menjadi pilar penting AC Milan. Siapa saja?

1. Theo Hernandez

Theo Hernandez (AC Milan) - Pemain jebolan akdemi Atletico Madrid 2013 ini bergabung dengan AC Milan pada 2019 usai membela Real Madrid. Saat ini Theo Hernandez memiliki nilai transfer seharga 32 juta euro. (AFP/Marco Bertorello)
Theo Hernandez (AC Milan) - Pemain jebolan akdemi Atletico Madrid 2013 ini bergabung dengan AC Milan pada 2019 usai membela Real Madrid. Saat ini Theo Hernandez memiliki nilai transfer seharga 32 juta euro. (AFP/Marco Bertorello)

Theo Hernandez punya pengalaman yang unik dengan bermain untuk Atletico Madrid dan Real Madrid. Namun, dia bukan pemain inti di sana. Namanya juga kalah harum daripada saudaranya, Lucas Hernandez, yang membawa Prancis juara Piala Dunia 2018.

Theo berkembang pesat bersama AC Milan. Dia menjadi bek sayap yang lengkap. Bukan hanya tangguh saat bertahan, tapi tajam ketika menyerang. Theo telah mencetak empat gol dari 13 laga di Serie A musim ini.

"Selama bertahun-tahun, Milan tidak seperti kami sekarang. Saya pikir kami bisa merebut gelar dari Juventus," ucap Theo Hernandez.

2. Jens Petter Hauge

Pemain AC Milan Jens Petter Hauge melompat untuk merayakan gol ketiga timnya saat menghadapi Celtic pada pertandingan leg pertama Grup H Liga Europa di Celtic Park, Glasgow, Skotlandia, Kamis (22/10/2020). AC Milan menang 3-1. (Jane Barlow/Pool via AP)
Pemain AC Milan Jens Petter Hauge melompat untuk merayakan gol ketiga timnya saat menghadapi Celtic pada pertandingan leg pertama Grup H Liga Europa di Celtic Park, Glasgow, Skotlandia, Kamis (22/10/2020). AC Milan menang 3-1. (Jane Barlow/Pool via AP)

AC Milan dipertemukan dengan Jens Petter Hauge pada laga kualifikasi Liga Europa. Saat itu, Hauge masih bermain untuk Bodo/Glimt. Hauge mencetak satu gol ke gawang Milan.

Satu gol yang Pioli meminta Paolo Maldini untuk membelinya. Dengan harga 4 juta euro, Hauge resmi menjadi milik Milan.

Hauge belum mendapatkan tempat inti di Milan. Akan tetapi, pemain 21 tahun tampil menjanjikan. Dia beradaptasi dengan cepat. Pemain asal Norwegia itu sudah mencetak empat gol untuk Milan.

"Dia masih belum komplet, bisa berkembang lebih jauh lagi, dan kami sangat senang dengan performanya. Dia sangat baik dalam duel satu lawan satu," ujar Pioli ke Sky Sport Italia.

3. Matteo Gabbia

Matteo Gabbia (Instagram/Gabbia)
Matteo Gabbia (Instagram/Gabbia)

Matteo Gabbia merupakan didikan akademi Milan. Musim lalu, Matteo Gabbia hanya menjadi pelapis duet Simon Kjaer dan Alessio Romagnoli untuk posisi bek tengah. Namun, kini dia menjadi pemain utama.

Matteo Gabbia telah memainkan enam laga di Serie A musim 2020/2021. Andai tidak cedera, jumlah laga yang dimainkannya pasti lebih banyak. Dia mampu tampil bagus, baik ketika berduet dengan Kjear atau Romagnoli.

Pioli lebih memilih Gabbia daripada pemain senior seperti Mateo Musacchio untuk mengisi posisi bek tengah.

4. Rafael Leao

Pemain AC Milan, Rafael Leao, melepaskan tendangan ke gawang Lazio pada laga Serie A 2019 di Stadion San Siro, MInggu (3/11). AC Milan takluk 1-2 dari Lazio. (AP/Antonio Calanni)
Pemain AC Milan, Rafael Leao, melepaskan tendangan ke gawang Lazio pada laga Serie A 2019 di Stadion San Siro, MInggu (3/11). AC Milan takluk 1-2 dari Lazio. (AP/Antonio Calanni)

Rafael Leao tidak memulai musim debutnya di AC Milan dengan baik. Namun, kedatangan Stefano Pioli membuat pemain asal Portugal mulai menemukan rasa percaya diri dan tampil bagus.

Pada musim 2020/2021 ini, Rafael Leao telah mencetak tiga gol dan membuat tiga assist di Serie A. Hanya dari 10 laga, dia sudah mencapai separuh jumlah golnya pada musim lalu.

Rafael Leao kini menjadi aset penting bagi masa depan Milan. "Leao anak yang sangat muda dan kuat," pujian dari Pioli untuk pemain berusia 21 tahun tersebut.

5. Alexis Saelemaekers

Pemain AC Milan, Alexis Saelemaekers, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Sassuolo pada laga Liga Italia di Stadion Mapei, Minggu (20/12/2020). AC Milan menang dengan skor 2-1. (Spada/LaPresse via AP)
Pemain AC Milan, Alexis Saelemaekers, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Sassuolo pada laga Liga Italia di Stadion Mapei, Minggu (20/12/2020). AC Milan menang dengan skor 2-1. (Spada/LaPresse via AP)

AC Milan hanya membayar 3,5 juta euro saat membeli Saelemaekers secara permanen awal musim lalu. Pemain berusia 21 tahun itu sebelumnya telah membela Milan dengan status pinjaman dari Anderlecht pada paruh kedua musim 2019/2020.

Di bawah kendali Pioli, Saelemaekers telah berkembang pesat. Dia kini menjadi salah satu winger yang diwaspadai aksinya di Serie A. Saelemaekers telah mencetak dua gol di Serie A dari 13 laga yang dimainkan.

Performa apik pemain asal Belgia membuat nilai pasarnya meningkat secara signifikan. Saat ini, berdasar data Transfermarkt, nilai pasar Saelemaekers mencapai 18 juta euro.

6. Ismael Bennacer

4. Ismael Bennacer - Gelandang berusia 22 tahun ini mampu tampil konsisten bersama AC Milan di musim ini. Dengan kemampuan umpan yang akurat, Ismael Bennacer menjadi motor serangan di lini tengah AC Milan. (AFP/Miguel Medina)
4. Ismael Bennacer - Gelandang berusia 22 tahun ini mampu tampil konsisten bersama AC Milan di musim ini. Dengan kemampuan umpan yang akurat, Ismael Bennacer menjadi motor serangan di lini tengah AC Milan. (AFP/Miguel Medina)

Ismael Bennacer pernah membela Arsenal. Akan tetapi, Arsene Wenger gagal memaksimalkan bakat besarnya. Wenger memainkan Bennacer sebagai winger, padahal posisinya adalah gelandang.

Di bawah Pioli, Bennacer menjadi andalan di lini tengah. Milan kini punya seorang regista pada diri Bennacer. Pemain asal Aljazair itu sangat piawai mengatur ritme permainan dengan umpan-umpannya.

"Saya masih perlu banyak belajar. Saya banyak menonton Marco Verratti dan Thiago Alcantara. Thiago sangat, sangat baik," ucap pemain 23 tahun itu.

Sumber: Berbagai Sumber

Disadur dari: Bola.net (Penulis Asad Arifin, published 30/12/2020)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini