6 Pemain PSG dengan Performa Paling Buruk Ketika Dikalahkan Manchester City di Semifinal Liga Champions

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Manchester City mengalahkan PSG pada leg kedua semifinal Liga Champions 2020/21. Pada laga yang dihelat di Etihad Stadium, Rabu (5/5/2021) dini hari WIB, Manchester City menang dengan skor 2-0.

Riyad Mahrez menjadi bintang kemenangan Manchester City dengan memborong dua gol, masing-masing diciptakan pada babak pertama dan babak kedua.

Berkat hasil ini, Manchester City pun berhak melaju ke partai final Liga Champions berkat kemenangan agregat 4-1. Pada final pertama mereka sepanjang sejarah, The Citizens akan berhadapan dengan pemenang laga Chelsea vs Real Madrid.

Pada artikel ini kami mengajak Sahabat Bola.com mengetahui 6 pemain PSG dengan performa paling buruk saat dikalahkan Manchester City. Siapa saja merka? Yuk scroll ke bawah untuk mengetahuinya.

1. Neymar

Phil Foden dari Manchester City dan Ilkay Gundogan dari Manchester City mengawal Neymar dari PSG selama pertandingan sepak bola leg kedua semifinal Liga Champions antara Manchester City dan Paris Saint Germain di stadion Etihad, di Manchester, Selasa, 4 M
Phil Foden dari Manchester City dan Ilkay Gundogan dari Manchester City mengawal Neymar dari PSG selama pertandingan sepak bola leg kedua semifinal Liga Champions antara Manchester City dan Paris Saint Germain di stadion Etihad, di Manchester, Selasa, 4 M

Neymar bekerja cukup keras pada duel melawan Man City. Akan tetapi, Neymar seperti bekerja seorang diri. Neymar seperti tidak percaya pada rekan satu timnya. Dia lebih sering melakukan dribel daripada melakukan kombinasi.

Neymar melepas lima shots pada duel lawan Man City, tetapi tidak ada yang tepat sasaran. Empat dari shots yang dilepas Neymar mampu diblok pemain Man City.

2. Mauro Icardi

Striker Paris Saint-Germain (PSG), Mauro Icardi, menyundul bola saat melawan Lorient pada laga Liga Prancis di Stadion Moustoir, Minggu (31/1/2021). PSG takluk dengan skor 3-2. (AP/David Vincent)
Striker Paris Saint-Germain (PSG), Mauro Icardi, menyundul bola saat melawan Lorient pada laga Liga Prancis di Stadion Moustoir, Minggu (31/1/2021). PSG takluk dengan skor 3-2. (AP/David Vincent)

Icardi benar-benar hilang di laga Man City vs PSG. Pemain asal Argentina tersebut tidak nampak melakukan aksi yang berbahaya sama sekali. Icardi tidak melepas satu pun shots selama di lapangan.

Bukan hanya shots, Icardi bahkan tidak banyak mendapat bola. Icardi hanya melakukan 16 kali sentuhan dengan bola. Sebagai perbandingan seorang Ederson, kiper Man City, melakukan 25 kali sentuhan bola pada duel ini.

3. Angel Di Maria

Gelandang PSG, Angel Di Maria (kiri) mendapat kartu merah saat bertanding melawan Manchester City pada leg kedua semifinal Liga Champions di stadion Etihad, Rabu (5/5/2021). City unggul agregat 4-1 atas PSG. (AP Photo/Dave Thompson)
Gelandang PSG, Angel Di Maria (kiri) mendapat kartu merah saat bertanding melawan Manchester City pada leg kedua semifinal Liga Champions di stadion Etihad, Rabu (5/5/2021). City unggul agregat 4-1 atas PSG. (AP Photo/Dave Thompson)

Di Maria bukan pemain kemarin sore. Di Maria punya pengalaman panjang. Dia pernah menjadi juara Liga Champions bersama Real Madrid. Namun, Di Maria membuat kesalahan konyol pada duel lawan Man City.

Emosi Di Maria tersulut usai mendapat provokasi dari Fernandinho. Di Maria mendapat kartu merah. Usai momen itu, PSG seolah kehilangan asa untuk bisa lolos ke final.

4. Ander Herrera

Riyad Mahrez dari Manchester City duel dengan Ander Herrera dari PSG pada pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions antara Manchester City dan Paris Saint Germain di Stadion Etihad, di Manchester, Selasa, 4 Mei 2021. (AP Photo / Dave Thompson)
Riyad Mahrez dari Manchester City duel dengan Ander Herrera dari PSG pada pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions antara Manchester City dan Paris Saint Germain di Stadion Etihad, di Manchester, Selasa, 4 Mei 2021. (AP Photo / Dave Thompson)

PSG gagal mengendalikan lini tengah pada babak pertama. Ander Herrera yang diharapkan jadi pemain kunci tidak mampu menjalankan tugasnya. Akurasi umpan Herrera cukup bagus, tapi tidak berbahaya.

Herrera kurang agresif. Pada babak kedua, Herrera kemudian digantikan Julian Draxler yang punya karakter menyerang lebih baik.

5. Presnel Kimpembe

Bek PSG, Marquinhos (kiri) bersimpati dengan rekannya Presnel Kimpembe usai pertandingan melawan Manchester City pada leg kedua semifinal Liga Champions di stadion Etihad, Rabu (5/5/2021). Manchester City unggul agregat 4-1 atas PSG. (AFP/ Paul Ellis)
Bek PSG, Marquinhos (kiri) bersimpati dengan rekannya Presnel Kimpembe usai pertandingan melawan Manchester City pada leg kedua semifinal Liga Champions di stadion Etihad, Rabu (5/5/2021). Manchester City unggul agregat 4-1 atas PSG. (AFP/ Paul Ellis)

Kimpembe menjadi titik lemah di lini belakang PSG. Ketika Marquinos banyak membantu lini serang, Kimpembe justru lengah dan meninggalkan banyak celah di lini belakang.

Kimpembe gagal memblok sepakan Riyad Mahrez pada proses gol pertama. Lalu, pada proses gol kedua Mahrez, Kimpembe tidak nampak ada di area pertahanan Man City.

Sumber asli: Bola.net

Disadur dari: Bola.net (Asad Arifin, Published 05/05/2021)

Saksikan Video Pilihan Kami: