6 Pemain Tim Degradasi yang Masih Layak Bermain di Liga 1 2020

Bola.com, Jakarta - Shopee Liga 1 2019 hampir tuntas. Bali United keluar sebagai juara pada pekan ke-30.

Tiga tim juga sudah pasti turun kasta, yakni Semen Padang, Kalteng Putra, dan Perseru Badak Lampung FC. Ketiganya menjadi tiga tim terbawah di klasemen sementara. Dengan perolehan poin sekarang, ketiga klub itu tidak dapat lagi mengejar tim di atasnya.

Di sisi lain, sejumlah tim masih berambisi memperbaiki posisi di klasemen akhir nanti. Sasaran yang menjadi target perburuan adalah peringkat kedua. Masih ada beberapa tim yang mampu finis di posisi itu dan merebut satu tiket ke Piala AFC.

Kembali ke tiga tim yang degradasi. Semen Padang dan Kalteng Putra hanya numpang lewat saja di Liga 1 2019. Keduanya berkompetisi di kasta teratas sepak bola Indonesia ini melalui tiket promosi dari Liga 2 2018.

Sementara itu, Badak Lampung, yang dahulunya bernama Perseru Serui, hanya bertahan semusim dengan identitas baru setelah diakuisisi ke Lampung pada musim ini.

Sisa dua pertandingan akan menjadi panggung untuk para pemain ketiga klub tersebut menawarkan diri ke tim lainnya yang masih bertahan di Liga 1 2020.

Bola.com merangkum enam pemain baik lokal maupun asing yang masih layak bermain di Liga 1 2020:

Bojan Malisic (Asing, Badak Lampung)

Gelandang Persela Lamongan, Rafael Oliveira, berebut bola dengan bek Perseru Badak Lampung, Bojan Malisic, pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Rabu (11/9). Perseru bermain imbang 1-1 atas Persela. (Bola.com/Yoppy Renato)

Kompetensi dan pengalaman Bojan Malisic masih bisa digunakan tim Liga 1 yang kebingungan mencari pemain asing di posisi lini belakang. Eks Persib Bandung ini cocok untuk membela klub promosi seperti Persik Kediri, Persita Tangerang atau Persiraja Banda Aceh.

Kemampuan Bojan yang telah teruji selama dua musim terakhir membuat nilai tawarnya tergolong lumayan dibandingkan pemain asing tiga tim degradasi lainnya. Minusnya, usia bek asal Serbia ini sudah cukup gaek, 34 tahun.

Sepanjang musim, Bojan mengumpulkan 29 pertandingan dan 14 laga di antaranya ketika masih berseragam Persib di putaran pertama.

Rafael Bonfim (Asing, Kalteng Putra)

Bek Kalteng Putra, Rafael Bonfim, saat melawan Persija Jakarta pada laga Liga 1 2019 di Stadion Madya, Jakarta, Selasa (20/8). Persija menang 3-0 atas Kalteng Putra. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Rafel Bonfim bisa bersaing untuk membela klub Liga 1 2020. Bek Kalteng Putra ini memiliki kemampuan lengkap sebagai pemain belakang, tinggi, kuat, dan disiplin.

Buktinya, Bonfim hanya mengemas empat kartu kuning dari 29 penampilannya bersama Kalteng Putra di musim ini. Namun laman Soccerway mencatat, bek asal Brasil itu akan memperkuat Clube de Regatas di kampung halamannya pada musim depan.

Flavio Beck Junior (Asing, Semen Padang)

Bek Semen Padang, Flavio Beck Junior, saat menjadi starter saat menghadapi PSM di Stadion H. Agus Salim, Padang (23/9/2019).

Serupa seperti Bojan, Flavio Beck Junior adalah pemain asing yang telah malang melintang di Indonesia. Sebelum memperkuat Semen Padang, gelandang asal Brasil ini berbaju Bhayangkara FC pada putaran pertama.

Kualias Flavio Beck masih layak untuk klub-klub papan tengah ke bawah di Liga 1 2020, khususnya tim-tim promosi. Bersama Semen Padang dan Bhayangkara FC musim ini, pemain berusia 32 tahun itu membukukan 32 pertandingan dan mencetak sembilan gol.

Patrich Wanggai (Lokal, Kalteng Putra)

Para pemain Kalteng Putra merayakan gol yang dicetak Patrich Wanggai ke gawang Persija Jakarta pada laga perempat final Piala Presiden 2019 di Stadion Patriot, Bekasi, Kamis (28/3). Persija kalah adu penalti dari Kalteng. (Bola.com/Yoppy Renato)

Siapapun tim yang membutuhkan penyerang pelapis, maka Patrich Wanggai adalah sosok yang tepat. Pemain Kalteng Putra itu pernah memerankan peran tersebut bersama Persib pada 2018.

Pada musim ini, Wanggai naik tingkat menjadi penyerang utama bersama Kalteng Putra. Dari 25 laga, jebolan Timnas Indonesia U-23 itu menyumbangkan tujuh gol.

Teja Paku Alam (Lokal, Semen Padang)

Striker Bhayangkara FC, Herman Dzumafo, berusaha melewati kiper Semen Padang, Teja Paku Alam, pada laga Shopee Liga 1 di Stadion PTIK, Jakarta, Sabtu (2/11). Bhayangkara bermain imbang 2-2 atas Semen Padang. (Bola.com/Yoppy Renato)

Teja Paku Alam masih menyandang status sebagai kiper Timnas Indonesia. Secara kualitas dan pamor, penjaga gawang Semen Padang ini masih layak dengan satu tempat di Liga 1 2020.

Meski timnya berada di papan bawah, Teja punya catatan impresif di musim ini. Kiper berusia 25 tahun itu menjadi penjaga gawang tersibuk di Liga 1 2019 dengan total 96 penyelamatan.

Ferinando Pahabol (Lokal, Kalteng Putra)

Pemain Kalteng Putra, Ferinando Pahabol (merah) mencoba melewati bek kiri Badak Lampung FC, Mustofa (kanan) dalam laga di Stadion Sultan Agung, Bantul, Selasa (28/5/2019) malam. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Kualitas Ferinando Pahabol akan sangat berguna bagi siapapun tim di Liga 1 2020. Winger Kalteng Putra ini terkenal dengan kecepatan dan kelincahannya ketika menggiring bola.

Bersama Kalteng Putra musim ini, Pahabol mencatatkan empat gol dari 29 laga. Dengan predikat itu, pemain berusia 27 tahun ini punya nilai tawar tinggi menyambut bursa transfer awal musim.