6 Pemain yang Dinyinyiri Harganya Terlalu Tinggi, Ternyata Buktikan Garang dan Moncer

Bola.com, Jakarta - Manchester United (MU) mendatangkan pemain sayap Brasil Antony dari Ajax Amsterdam dengan harga yang membuat banyak orang mengernyitkan dahi. Setan Merah mengeluarkan dana sebesar 84 juta poundsterling (Rp1,85 triliun).

Antony menjadi pemain termahal kedua setelah Paul Pogba (89 juta pound) yang MU rekrut pada 2016. Jumlah uang yang diterima Ajax itu jauh lebih besar daripada saat menjual Frankie de Jong ke Barcelona dengan harga 77,4 juta pounds pada 2019.

Uang yang dikeluarkan MU untuk mendapatkan Antony ini terbilang sangat fantastis. Winger Brasil itu nilai di pasarnya 30 persen dari yang MU keluarkan yakni 31,5 juta pounds.

Dengan mengeluarkan dana tiga kali lipat lebih banyak dari nilai pasar, tentu banyak orang yang mempertanyakan. Tetapi pada laga debutnya, Antony menunjukan kualitasnya meski MU mengeluarkan uang yang banyak.

Selain Antony, sebenarnya ada sejumlah pemain yang nilainya berkali-kali lipat dari harga pasarnya tetapi bermain bagus. Berikut 6 pemain yang dianggap kemahalan tetapi memang hebat.

 

1. Rio Ferdinand

Raut kekecewaan bek Manchester United Rio Ferdinand di laga lanjutan EPL menghadapi Manchester City di Old Trafford, 23 Oktober 2011. MU kalah 1-6. AFP PHOTO / ANDREW YATES
Raut kekecewaan bek Manchester United Rio Ferdinand di laga lanjutan EPL menghadapi Manchester City di Old Trafford, 23 Oktober 2011. MU kalah 1-6. AFP PHOTO / ANDREW YATES

Pada 2002, Manchester United mendatangkan bek Leeds United, Rio Ferdinand, dengan harga yang fantastis saat itu, 30 juta pounds. Harga itu menjadikan pemain berusia 24 tahun itu masuk jajaran bek termahal sepanjang sejarah.

Setelah awal yang sulit untuk kariernya di Old Trafford, Ferdinand akhirnya matang menjadi legenda Setan. Dia mengangkat trofi Liga Champions serta enam gelar Premier League selama 12 tahun di MU.

 

2. Gianluigi Buffon

Gianlugi Buffon (Parma). Setelah 19 musim memperkuat Juventus dalam dua periode, kiper Italia berusia 44 tahun ini tidak melupakan begitu saja klub pertamanya di awal meniti karier di sepak bola, yaitu Parma. Saat Parma terlempar ke serie B, ia justru begabung dengan klub masa kecilnya tersebut usai meninggalkan Juventus di awal musim 2021/2022. Tampil dalam 26 laga di Serie B musim lalu dengan torehan 8 kali clean sheet dan kebobolan 27 gol, Parma dibawanya menempati posisi ke-12 di klasemen akhir. (AFP/Marco Bertorello)
Gianlugi Buffon (Parma). Setelah 19 musim memperkuat Juventus dalam dua periode, kiper Italia berusia 44 tahun ini tidak melupakan begitu saja klub pertamanya di awal meniti karier di sepak bola, yaitu Parma. Saat Parma terlempar ke serie B, ia justru begabung dengan klub masa kecilnya tersebut usai meninggalkan Juventus di awal musim 2021/2022. Tampil dalam 26 laga di Serie B musim lalu dengan torehan 8 kali clean sheet dan kebobolan 27 gol, Parma dibawanya menempati posisi ke-12 di klasemen akhir. (AFP/Marco Bertorello)

Gianluigi Buffon dibanderol sangat fantastis saat pindah dari Parma ke Juventus pada 2001. Juventus harus mengeluarkan uang 32,6 juta pounds.

Namun harga itu ditebus Buffon dengan pengabdian selama 16 tahun. Dari pengabdiannya ini, Buffon mampu mempersembahkan beberapa kali gelar Liga Italia.

 

3. Jordan Henderson

Banyak orang mengira Jordan Henderson merupakan jebolan akademi klub karena telah menghabiskan waktu yang lama dengan Liverpool. Padahal, ia merupakan rekrutan dari Sunderland. Henderson kini telah menjelma menjadi salah satu pemain penting bahkan dipercaya sebagai kapten. (AFP/Lindsey Parnaby)
Banyak orang mengira Jordan Henderson merupakan jebolan akademi klub karena telah menghabiskan waktu yang lama dengan Liverpool. Padahal, ia merupakan rekrutan dari Sunderland. Henderson kini telah menjelma menjadi salah satu pemain penting bahkan dipercaya sebagai kapten. (AFP/Lindsey Parnaby)

Banyak orang mempertanyakan ketika Liverpool rela mengeluarkan 20 juta pounds untuk gelandang berusia 21 tahun dari Sunderland, Jordan Henderson, pada 2011. Waktu akhirnya menjawab hingga Henderson jadi kapten The Reds.

Dia masuk dalam segelintir orang Inggris yang mampu mengangkat trofi Liga Champions sebagai kapten. Hal yang paling penting, Henderson mampu menjawab keraguan sejumlah orang dengan lebih dari 450 penampilan dan sejumlah gelar bersama The Reds.

 

4. Kevin De Bruyne

Gelandang Manchester City, Kevin De Bruyne (kiri) berupaya lepas dari penjagaan bek Chelsea, Malang Sarr, dalam laga Liga Inggris 2021/2022, Sabtu (15/1/2022). (AP Photo/Dave Thompson)
Gelandang Manchester City, Kevin De Bruyne (kiri) berupaya lepas dari penjagaan bek Chelsea, Malang Sarr, dalam laga Liga Inggris 2021/2022, Sabtu (15/1/2022). (AP Photo/Dave Thompson)

Para komentator sepak bola menganggap Manchester City gila karena menghargai Kevin De Bruyne dengan 55 juta pounds. Dia pernah terbuang di Chelsea kemudian hengkang ke Jerman lalu pindah dari Wolfsburg ke Manchester City.

Tetapi De Bruyne tidak ingin gagal lagi di Liga Inggris. Dia telah memenangi empat kali gelar Premier League dan nilai pasarnya makin naik hingga 76,5 juta pounds.

 

5. Sadio Mane

Setelah sukses membela Liverpool, Sadio Mane memutuskan untuk hengkang pada musim panas 2022/2023 ke Bayern Munchen. Penyerang 30 tahun tersebut diboyong oleh sang juara Bundesliga dengan harga 32 juta euro. Rencananya, Sadio Mane bakal diumumkan secara resmi sebagai pemain Bayern Munchen pada Rabu (22/6) waktu setempat di Allianz Arena. (AFP/Paul Ellis)
Setelah sukses membela Liverpool, Sadio Mane memutuskan untuk hengkang pada musim panas 2022/2023 ke Bayern Munchen. Penyerang 30 tahun tersebut diboyong oleh sang juara Bundesliga dengan harga 32 juta euro. Rencananya, Sadio Mane bakal diumumkan secara resmi sebagai pemain Bayern Munchen pada Rabu (22/6) waktu setempat di Allianz Arena. (AFP/Paul Ellis)

Sadio Mane jadi pemain termahal Afrika dalam sejarah sepak bola dunia. Liverpool membelinya dengan harga 34 juta pounds dari Southampton pada 2016.

Namun setelah melihat kualitas dan kontribusinya dengan mencetak 120 gol dalam 269 penampilan bagi The Reds, harga itu terasa kurang. Liverpool juga merasakan efek dari ketidakhadirannya musim ini.

 

6. Didier Drogba

<p>Didier Drogba dianggap sebagai salah satu pemain Afrika terbaik di Liga Inggris. Ia didatangkan oleh Chelsea pada 2004 dari Marseille dan berkontribusi dalam menyabet gelar Liga Inggris meski banyak absen karena cedera perut. Pada musim berikutnya, ia berhasil menjadi pencetak assist terbanyak, yaitu 11 assist sekaligus mengantarkan The Blues mempertahankan gelar liga mereka. Drogba tercatat&nbsp;berhasil memperoleh penghargaan Sepatu Emas pada musim 2006/2007 usai menorehkan 20 gol di liga. (AFP/Ian Kington)</p>

Didier Drogba dianggap sebagai salah satu pemain Afrika terbaik di Liga Inggris. Ia didatangkan oleh Chelsea pada 2004 dari Marseille dan berkontribusi dalam menyabet gelar Liga Inggris meski banyak absen karena cedera perut. Pada musim berikutnya, ia berhasil menjadi pencetak assist terbanyak, yaitu 11 assist sekaligus mengantarkan The Blues mempertahankan gelar liga mereka. Drogba tercatat berhasil memperoleh penghargaan Sepatu Emas pada musim 2006/2007 usai menorehkan 20 gol di liga. (AFP/Ian Kington)

"Tuan Abramovich, bayar-bayar, dan jangan bicara," kata Jose Mourinho kepada pemilik Chelsea saat itu Roman Abramovich ketika menego Didier Drogba. Striker Pantai Gading itu akhirnya berlabuh ke Stamford Bridge dari Marseille dengan harga 24 juta pounds pada 2004.

Beberapa tahun kemudian, Abramovich tidak kecewa mengeluarkan uang banyak. Drogba membantu Chelsea menyabet empat gelar Premier League, empat Piala FA, dan tiga Piala Liga serta Liga Champions.

Sumber: Planet Football