6 Pemain yang Direkrut Erik Ten Hag Lebih dari Sekali: Kesayangan Nih, Ada yang Ikut Diangkut ke MU

Bola.com, Jakarta - Pelatih sepak bola biasanya akan memboyong pemain andalannya saat pindah klub. Erik ten Hag juga melakukannya saat membesut Manchester United (MU).

Tidak hanya Erik Ten Hag, Antonio Conte juga membawa Ivan Perisic dari Inter Milan ke Tottenham Hotspur. Erik ten Hag juga memboyong pemainnya saat pindah dari Ajax Amsterdam ke MU.

Bahkan Ten Hag juga pernah mengangkut 6 pemain saat dia pindah klub. Dia melakukan itu karena telah mengenal kualitas sang pemain. Ten Hag membutuhkan jasa pemain tersebut untuk menambal lini yang bolong di Setan Merah.

Sang pemain juga sudah mengerti dengan apa yang pelatih mau. Pemain yang dibawa tersebut juga bisa menjadi penghubung antara sang pelatih dan para pemain yang baru dibesutnya.

Berikut 6 pemain yang pernah dibawa Erik ten Hag ke klub baru yang dibesutnya. Sebelum membesut Manchester United, Ten Hag pernah melatih Go Ahead Eagles, Bayern Munich 11, FC Utrecht hingga Ajax Amsterdam.

 

1. Nick Marsman

Nick Marsman. Kiper Belanda berusia 31 tahun yang sejak awal musim 2021/2022 memperkuat Inter Miami ini tercatat 3 kali dilatih oleh Erik ten Hag bersama 3 klub berbeda. Pertama, saat di Akademi FC Twente mulai musim 2003/2004 hingga ia bermain di tim senior pada 2011/2012. Kedua, saat Erik ten Hag pindah ke Go Ahead Eagles pada 2012/2013 dan hanya bertahan semusim, ia pun dibawa serta. Yang ketiga, saat Erik ten Hag membesut FC Utrecht mulai 2015/2016 hingga tengah musim 2017/2018, ia didatangkan FC Utrecht pada awal musim 2017/2018. (intermiamifc.com)
Nick Marsman. Kiper Belanda berusia 31 tahun yang sejak awal musim 2021/2022 memperkuat Inter Miami ini tercatat 3 kali dilatih oleh Erik ten Hag bersama 3 klub berbeda. Pertama, saat di Akademi FC Twente mulai musim 2003/2004 hingga ia bermain di tim senior pada 2011/2012. Kedua, saat Erik ten Hag pindah ke Go Ahead Eagles pada 2012/2013 dan hanya bertahan semusim, ia pun dibawa serta. Yang ketiga, saat Erik ten Hag membesut FC Utrecht mulai 2015/2016 hingga tengah musim 2017/2018, ia didatangkan FC Utrecht pada awal musim 2017/2018. (intermiamifc.com)

Ten Hag bekerja dengan Marsmann di akademi FC Twente. Marsman kemudian Ten Hag pinjam selama satu musim saat menjadi manajer Go Ahead Eagles pada 2012.

Sang penjaga gawang mencatatkan delapan clean sheet dalam 38 penampilan di Divisi Kedua Belanda. Ten Hag juga membawa klub ini untuk promosi melalui play-off.

Keduanya juga sempat bersatu lagi di FC Utrecht. Namun Marsman hanya tampil satu laga di FC Utrecht hingga Ten Hag pindah ke Ajax Amsterdam pada Desember 2017.

 

2. Quincy Promes

Quincy Promes. Serupa dengan Nick Marsman, sayap kiri Belanda berusia 30 tahun yang sejak tengah musim 2020/2021 memperkuat Spartak Moscow ini juga tercatat 3 kali dilatih oleh Erik ten Hag bersama 3 klub berbeda. Sebagai sesama penghuni Akademi FC Twente, ia juga dibawa serta saat Erik ten Hag meninggalkan FC Twente menuju Go Ahead Eagles. Saat Erik ten Hag membesut Ajax mulai tengah musim 2017/2018 hingga akhir musim 2021/2022, Quincy Promes didatangkan ke Ajax dari Sevilla pada awal musim 2019/2020 dan akhirnya meninggalkan Ajax menuju Spartak Moscow pada tengah musim 2020/2021. (AFP/ANP/Maurice van Steen)
Quincy Promes. Serupa dengan Nick Marsman, sayap kiri Belanda berusia 30 tahun yang sejak tengah musim 2020/2021 memperkuat Spartak Moscow ini juga tercatat 3 kali dilatih oleh Erik ten Hag bersama 3 klub berbeda. Sebagai sesama penghuni Akademi FC Twente, ia juga dibawa serta saat Erik ten Hag meninggalkan FC Twente menuju Go Ahead Eagles. Saat Erik ten Hag membesut Ajax mulai tengah musim 2017/2018 hingga akhir musim 2021/2022, Quincy Promes didatangkan ke Ajax dari Sevilla pada awal musim 2019/2020 dan akhirnya meninggalkan Ajax menuju Spartak Moscow pada tengah musim 2020/2021. (AFP/ANP/Maurice van Steen)

Bersama Marsman, Promes juga bergabung ke Go Ahead Eagles dengan status pinjaman pada musim 2012/2013. Keduanya juga pemain didikan Ten Hag saat di akademi FC Twente.

Pemain sayap ini makin berkembang di bawah asuhan Ten Hag. Dia mencetak 17 gol dan 11 assist dalam 42 penampilan di semua kompetisi.

"Pelatih adalah kunci kesuksesan. Dia sangat keras pada saya, dan pada awalnya saya tidak mengerti mengapa, tetapi saya menyadari bahwa saya membutuhkannya," katanya.

 

3. Lukas Gortler

Lukas Gortler. Gelandang Jerman berusia 28 tahun yang sejak awal musim 2019/2020 memperkuat St Gallen ini tercatat 2 kali dilatih oleh Erik ten Hag bersama 2 klub berbeda. Pertama, saat Erik ten Hag memegang tim reserve Bayern Munchen mulai 2013/2014 hingga 2014/2015, ia ditangani Erik ten Hag selama 1 musim pada 2014/2015. Kedua, saat Erik ten Hag membesut FC Utrecht mulai 2015/2016 hingga tengah musim 2017/2018, ia didatangkan pada awal musim 2017/2018 dari Kaiserslautern dan sempat setengah musim dilatih Erik ten Hag. (fcutrehct.nl)
Lukas Gortler. Gelandang Jerman berusia 28 tahun yang sejak awal musim 2019/2020 memperkuat St Gallen ini tercatat 2 kali dilatih oleh Erik ten Hag bersama 2 klub berbeda. Pertama, saat Erik ten Hag memegang tim reserve Bayern Munchen mulai 2013/2014 hingga 2014/2015, ia ditangani Erik ten Hag selama 1 musim pada 2014/2015. Kedua, saat Erik ten Hag membesut FC Utrecht mulai 2015/2016 hingga tengah musim 2017/2018, ia didatangkan pada awal musim 2017/2018 dari Kaiserslautern dan sempat setengah musim dilatih Erik ten Hag. (fcutrehct.nl)

Gortler bergabung dengan Bayern Munich dari tim amatir Eintracht Bamberg pada 2014. Namun, dia masuk ke tim cadangan Munchen yang dikelola oleh Ten Hag.

Dia mencatat sembilan gol dan enam assist dalam 26 penampilan Regionalliga Bayern musim 2014-15. Namun saat Ten Hag ingin mempromosikannya ke tim senior, Gortler memilih hengkang ke Kaiserlautern.

Gortler kemudian bergabung lagi dengan Ten Hag di FC Utrecht pada tahun 2017. Dia mencetak satu gol dan tiga assist dalam 11 penampilan di bawah Ten Hag.

 

4. Zakaria Labyad

Zakaria Labyad. Gelandang Serang Maroko berusia 29 tahun yang sejak akhir musim 2021/2022 berstatus tanpa klub usai meninggalkan Ajax Amsterdam ini tercatat 2 kali dilatih oleh Erik ten Hag bersama 2 klub berbeda. Pertama, saat Erik ten Hag memegang FC Utrecht mulai 2015/2016 hingga tengah musim 2017/2018, ia didatangkan FC Utrecht pada tengah musim 2016/2017 dan sempat dilatih Erik ten Hag selama 1 musim. Kedua, saat Erik ten Hag membesut Ajax mulai tengah musim 2017/2018 hingga akhir musim 2021/2022, Quincy Promes didatangkan ke Ajax dari FC Utrecht pada awal musim 2018/2019 dan akhirnya meninggalkan Ajax berbarengan dengan Erik ten Hag di akhir musim 2021/2022. (AFP/Christof Stache)
Zakaria Labyad. Gelandang Serang Maroko berusia 29 tahun yang sejak akhir musim 2021/2022 berstatus tanpa klub usai meninggalkan Ajax Amsterdam ini tercatat 2 kali dilatih oleh Erik ten Hag bersama 2 klub berbeda. Pertama, saat Erik ten Hag memegang FC Utrecht mulai 2015/2016 hingga tengah musim 2017/2018, ia didatangkan FC Utrecht pada tengah musim 2016/2017 dan sempat dilatih Erik ten Hag selama 1 musim. Kedua, saat Erik ten Hag membesut Ajax mulai tengah musim 2017/2018 hingga akhir musim 2021/2022, Quincy Promes didatangkan ke Ajax dari FC Utrecht pada awal musim 2018/2019 dan akhirnya meninggalkan Ajax berbarengan dengan Erik ten Hag di akhir musim 2021/2022. (AFP/Christof Stache)

Zakaria Labyad bekerja sama dengan Ten Hag saat di FC Utrecht. Dia pergi ke Belanda setelah bebas kontrak dari Sporting Lisbon pada akhir musim 2015/2016.

Gelandang itu mencetak 13 gol dan 12 assist dalam 42 penampilan pada 2017. Penampilan yang mengesankan ini membuat Ten Hag membawanya ke Ajax Amsterdam pada musim panas 2018.

Empat musim di Johan Cruyff arena Labyad terganggu serangkaian masalah cedera. Dia hanya mencetak 54 penampilan di semua kompetisi dan mencatat 13 gol dan 10 assist serta 3 gelar Eredivisie, 2 Piala KNVB dan perisai Johan Cruyff.

 

5. Sebastien Haller

Sebastien Haller. Striker berusia 27 tahun yang kini bersinar bersama Ajax ini pernah menjadi bagian West Ham selama 1,5 musim mulai 2019/2020 usai didatangkan dari Eintracht Frankfurt. Hanya mencetak 14 gol dari 54 laga, ia dilepas ke Ajax dan kembali menemukan ketajamannya. (AFP/Ian Kington)
Sebastien Haller. Striker berusia 27 tahun yang kini bersinar bersama Ajax ini pernah menjadi bagian West Ham selama 1,5 musim mulai 2019/2020 usai didatangkan dari Eintracht Frankfurt. Hanya mencetak 14 gol dari 54 laga, ia dilepas ke Ajax dan kembali menemukan ketajamannya. (AFP/Ian Kington)

Setelah Haller menghabiskan paruh kedua musim 2014/2015 dengan status pinjaman di FC Utrecht dan memenangkan penghargaan Player Of The Year mereka, Ten Hag kemudian mempermanenkannya.

Striker itu semakin kuat selama dua musim berikutnya, mencetak 40 gol dalam 81 penampilan di semua kompetisi. Haller kemudian bergabung dengan klub Bundesliga Eintracht Frankfurt.

Dia kemudian mengalami 18 bulan yang sulit di West Ham United. Tetapi Ten Hag membawanya ke Ajax Amsterdam pada Januari 2021 dan mencetak 47 gol dari 66 penampilannya.

 

6. Lisandro Martinez

Pemain Ajax Amsterdam asal Argentina, Lisandro Martinez baru saja diresmikan sebagai rekrutan anyar Manchester United di bursa transfer musim panas 2022/2023. Nilai transfernya menjadi salah satu dari 5 transfer termahal pemain asal Argentina sepanjang sejarah. Berikut daftar lengkap 5 transfer tersebut. (AFP/ANP/Maurice van Steen)
Pemain Ajax Amsterdam asal Argentina, Lisandro Martinez baru saja diresmikan sebagai rekrutan anyar Manchester United di bursa transfer musim panas 2022/2023. Nilai transfernya menjadi salah satu dari 5 transfer termahal pemain asal Argentina sepanjang sejarah. Berikut daftar lengkap 5 transfer tersebut. (AFP/ANP/Maurice van Steen)

Setelah menjual Matthijs de Ligt ke Juventus pada 2019, Ten Hag mengontrak Martinez dari Tim Argentina Defensa y Justicia. Dia awalnya berjuang untuk beradaptasi dengan sepak bola Eropa.

Tetapi Ten Hag berhasil mengasah kemampuannya hingga menjadi pemain kunci Ajax Amsterdam. Dia membuat 120 penampilan di semua kompetisi dan memenangkan penghargaan pemain terbaik Ajax pada 2021-22.

Bek tengah kini telah mengikuti sepuluh Hag ke Manchester United. Ajax telah membuat keuntungan besar, menjual dia dengan harga 46,8 juta poundsterling atau Rp838 miliar.

Sumber: Planet Football

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel