6 Pemain yang Nasibnya Berubah di Tangan Antonio Conte: dari Buangan Menjelma Jadi Bintang

Bola.com, Jakarta - Jelang Liga Inggris musim 2022/2023, semua mata kini tertuju kepada Tottenham Hotspur. Mereka memiliki Antonio Conte sejak awal musim lalu.

Antonio Conte sebelumnya memiliki prestasi yang bagus di setiap klub yang dia besut. Mulai dari Juventus, Chelsea hingga Inter Milan, berhasil dia bawa menjadi juara di liga domestik.

Lalu apakah nantinya Antonio Conte berhasil membuat Spurs menjadi jawara Liga Inggris? Selain itu, Conte juga sukses mengubah nasib pemain dari yang hanya pecundang menjadi pemain yang luar biasa di tangannya.

Conte begitu mendalami setiap pemainnya untuk peran yang akan dia berikan dalam skema permainannya. Faktor ini yang membuat sang pemain merasa hidup baru di tangannya hingga sukses meraih gelar juara liga.

Berikut 6 bintang yang hidupnya berubah karena Antonio Conte, dari pemain yang terbuang atau sekadar cadangan jadi luar biasa.

 

1. Victor Moses

Victor Moses. Sejak direkrut Chelsea pada 2012/2013, ia lebih banyak dipinjamkan ke klub lain. Saat kedatangan Antonio Conte pada musim 2016/2017, ia menjadi pilihan utama dan tampil dalam 34 laga Premier League dengan mencetak 3 gol dan 3 assit yang berujung gelar Liga Inggris. (AFP/Glyn Kirk)
Victor Moses. Sejak direkrut Chelsea pada 2012/2013, ia lebih banyak dipinjamkan ke klub lain. Saat kedatangan Antonio Conte pada musim 2016/2017, ia menjadi pilihan utama dan tampil dalam 34 laga Premier League dengan mencetak 3 gol dan 3 assit yang berujung gelar Liga Inggris. (AFP/Glyn Kirk)

Pada saat Conte tiba untuk menangani Chelsea pada 2016, Moses merupakan bagian dari pemain cadangan di klub. Chelsea bahkan pernah tiga kali meminjamkannya ke tiga klub berbeda dan tidak bisa mengembalikan penampilan terbaiknya.

Saat kembali ke Chelsea dari masa peminjaman, masa depannya di London kemungkinan akan berakhir. Namun, Conte melihat potensi di pemain sayap Nigeria itu dan mengubahnya menjadi wingback pada musim 2016/17.

Dia membuat 40 penampilan di semua kompetisi saat Chelsea meraih gelar juara Liga Premier. Hal ini yang membuat karirnya dari kembali terangkat lagi.

 

2. Pedro

Pedro Rodriguez. Sayap kanan Spanyol ini memperkuat Chelsea selama 5 musim mulai 2015/2016 hingga 2019/2020 usai didatangkan dari Barcelona. Tampil dalam 206 laga dengan torehan 43 gol dan 28 assist, ia menyumbang 1 trofi Premier League, 1 Piala FA dan 1 Piala Liga Europa. (AFP/Adrian Dennis)
Pedro Rodriguez. Sayap kanan Spanyol ini memperkuat Chelsea selama 5 musim mulai 2015/2016 hingga 2019/2020 usai didatangkan dari Barcelona. Tampil dalam 206 laga dengan torehan 43 gol dan 28 assist, ia menyumbang 1 trofi Premier League, 1 Piala FA dan 1 Piala Liga Europa. (AFP/Adrian Dennis)

Musim pertama Pedro di Chelsea cukup suram. Saat itu, The Blues masih dilatih oleh Jose Mourinho.

Kedatangan Conte menandakan awal yang baru, dan Pedro berkembang pesat. Dia menemukan permainan terbaiknya lagi di Chelsea saat Conte melatihnya pada 2015.

Pemain Spanyol itu memiliki peran penting di lini depan Chelsea musim 2016/2017 dengan sembilan gol dan sembilan assist. Meski penampilannya kembali turun pasca Conte hengkang, tetapi satu musim itu membuatnya terlihat seperti pemain baru lagi.

 

3. Andrea Pirlo

Andrea Pirlo. Ia didatangkan Juventus secara gratis dari Milan pada 2011/2012. Kiper Juventus, Gianluigi Buffon saat itu menanggapi transfer tersebut sebagai transfer terbaik abad ini. Pirlo bertahan selama 4 musim dan bermain dalam 164 laga dengan torehan 19 gol. (Foto: AFP/Vincenzo Pinto)
Andrea Pirlo. Ia didatangkan Juventus secara gratis dari Milan pada 2011/2012. Kiper Juventus, Gianluigi Buffon saat itu menanggapi transfer tersebut sebagai transfer terbaik abad ini. Pirlo bertahan selama 4 musim dan bermain dalam 164 laga dengan torehan 19 gol. (Foto: AFP/Vincenzo Pinto)

Pada saat dia bergabung dengan Juventus pada 2011, Pirlo telah mengukuhkan dirinya sebagai salah satu gelandang terhebat dalam permainan. Tetapi AC Milan telah membiarkannya pergi secara gratis karena mereka pikir dia telah melewati usia puncaknya.

Namun, Conte membuat pemikiran AC Milan itu salah. Conte berhasil memberikan Pirlo hidup baru di lini tengah Juventus.

Peran penting Pirlo di Juventus bahkan tidak tergantikan. Dia membuat Juventus mendominasi Serie A pada dekade itu.

 

4. Ivan Perisic

Inter Akhirnya unggul 1-0 pada menit ke-38. Gol dicetak Ivan Perisic lewat sepakan voli kaki kiri memanfaatkan umpan sepak pojok Hakan Calhanoglu. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama usai. (AP/Antonio Calanni)
Inter Akhirnya unggul 1-0 pada menit ke-38. Gol dicetak Ivan Perisic lewat sepakan voli kaki kiri memanfaatkan umpan sepak pojok Hakan Calhanoglu. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama usai. (AP/Antonio Calanni)

Saat Antonio Conte datang ke Inter Milan, Ivan Perisic dipinjamkannya ke Bayern Munchen. Tidak ada posisi yang cocok bagi Perisic di skema permainan Conte.

Namun usai peminjamannya di Bayern Munchen, Perisic mendapat peran berbeda dari Conte. Dia kembali ke Inter dengan segar, lebih tua, dan lebih bijaksana.

Conte mengubah Perisic dari pemain sayap menjadi bek sayap, dan itu memberi pemain Kroasia ini kesempatan hidup baru serta memenangkan Serie A. Conte akhirnya membawa Perisic ke Tottenham Hotspur.

 

5. Paul Pogba

Paul Pogba. Sosok pemain paling sukses saat ditangani Antonio Conte di Juventus dengan merebut 4 gelar Liga Italia dalam 4 musim. Sebelumnya ia disia-siakan Manchester United dan dilepas pada awal musim 2012/2013. Usai sukses, Setan Merah kembali menariknya pada 2016/2017. (AFP/Olivier Morin)
Paul Pogba. Sosok pemain paling sukses saat ditangani Antonio Conte di Juventus dengan merebut 4 gelar Liga Italia dalam 4 musim. Sebelumnya ia disia-siakan Manchester United dan dilepas pada awal musim 2012/2013. Usai sukses, Setan Merah kembali menariknya pada 2016/2017. (AFP/Olivier Morin)

Paul Pogba harus mengucapkan terima kasih kepada Antonio Conte saat masih melatih Juventus. Berkat Conte, pemain yang terbuang dari Manchester United ini menjadi seorang bintang.

Pogba datang ke Manchester United dengan status pemain bebas transfer. Namun Conte menanamkan kepercayaan padanya hingga Pogba makin berkembang dan jadi salah satu gelandang terbaik di dunia.

Manchester United berusaha mengontraknya kembali pada 2016 dengan biaya transfer yang mahal. Namun permainan Pogba di Setan Merah belum bisa sebaik saat masih di Juventus.

 

6. Romelu Lukaku

Romelu Lukaku. Usai tampil buruk bersama Manchester United, awal 2019/2020 ia hijrah ke Inter Milan berbarengan dengan masuknya Antonio Conte. Ia tampil tajam di musim pertamanya dengan mencetak 23 gol. Pada 2020/2021 ia mempersembahkan gelar Liga Italia dengan mencetak 23 gol. (AFP/Miguel Medina)
Romelu Lukaku. Usai tampil buruk bersama Manchester United, awal 2019/2020 ia hijrah ke Inter Milan berbarengan dengan masuknya Antonio Conte. Ia tampil tajam di musim pertamanya dengan mencetak 23 gol. Pada 2020/2021 ia mempersembahkan gelar Liga Italia dengan mencetak 23 gol. (AFP/Miguel Medina)

Karir Romelu Lukaku telah habis di Manchester United yang membuatnya terbuang ke Inter Milan. Keputusannya pindah ke Italia ini yang mengubah nasib Lukaku.

Pemain kelahirah Belgia ini mampu menunjukan permainan terbaiknya di Inter Milan. Meskipun saat itu banyak pihak yang meragukan penampilan pemain yang dianggap sudah habis ini.

Di bawah asuhan Conte, pemain Belgia itu berubah dari beban lelucon di Liga Premier menjadi salah satu penyerang paling lengkap di Eropa dan pencetak gol yang merajalela. Hal ini membuat Chelsea begitu tertarik meminangnya.

Sumber: Give Me Sport

 

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel