6 Pemain yang Rebut Trofi Piala Dunia saat Berseragam Arsenal: Didominasi Timnas Jerman

Bola.com, Jakarta - Arsenal memiliki banyak pemain tangguh yang bakal tampil di Piala Dunia 2022. Pemain Gunners juga memiliki tradisi bagus di turnamen empat tahunan itu.

Ada sejumlah pemain Arsenal yang berhasil merebut gelar Piala Dunia saat masih memperkuat klub London ini.

Di Qatar nanti ada William Saliba (Prancis), Gabriel Martinelli (Brasil), Gabriel Jesus (Brasil), Aaron Ramsdale, Ben White (Inggris), dan Bukayo Saka (Inggris) yang menjadi wakil Arsenal.

Selain mereka, masih ada pemain lainnya dari Arsenal yang bakal tampil untuk kontestan lainnya di Piala Dunia 2022. Tetapi sebelum melihat aksi mereka nanti di Qatar, simak dahulu para pemain Arsenal yang pernah menjadi juara Piala Dunia.

Berikut enam pemain yang menjuarai Piala Dunia saat memperkuat Arsenal. Langsung simak daftarnya.

 

1. Emmanuel Petit

Emmanuel Petit. Eks gelandang bertahan Prancis yang telah pensiun pada Juli 2004 bersama Chelsea ini tercatat pernah berseragam Arsenal selama 3 musim mulai 1997/1998 hingga 1999/2000. Pada Piala Dunia 1998 saat Prancis menjadi tuan rumah, ia menjadi bagian dalam skuad Les Bleus meraih gelar juara usai mengalahkan Brasil 3-0 di partai final. Ia berhasil menyumbang 1 gol dan 1 assist dalam laga final tersebut. (AFP/Patrick Hertzog)
Emmanuel Petit. Eks gelandang bertahan Prancis yang telah pensiun pada Juli 2004 bersama Chelsea ini tercatat pernah berseragam Arsenal selama 3 musim mulai 1997/1998 hingga 1999/2000. Pada Piala Dunia 1998 saat Prancis menjadi tuan rumah, ia menjadi bagian dalam skuad Les Bleus meraih gelar juara usai mengalahkan Brasil 3-0 di partai final. Ia berhasil menyumbang 1 gol dan 1 assist dalam laga final tersebut. (AFP/Patrick Hertzog)

Gelandang ini bersatu kembali dengan bos lamanya di Monaco, Arsene Wenger, pada musim panas 1997 ketika bergabung ke Arsenal. Petit menjadi pemain kunci dan membawa The Gunners meraih gelar ganda yakni Premier League dan Piala FA di musim pertamanya.

Penampilan bagusnya ini juga berlanjut ke Timnas Prancis yang menjadi juara Piala Dunia 1998 dan mencetak gol pada final melawan Brasil. "Saya ingat Petit pada 1998, dia sukses pada Maret, April, Mei, dan merupakan salah satu pemain utama di Piala Dunia," kenang Arsene Wenger.

 

2. Patrick Vieira

Patrick Vieira dan Roy Keane menjadi ikon panasnya persaingan antara manchester United dan Arsenal kala itu. Insiden paling terkenal adalah ketika kedua kapten berwatak keras itu terlibat keributan di lorong pemain Stadion Highbury sebelum pertandingan dimulai. (AFP/Odd Andersen)
Patrick Vieira dan Roy Keane menjadi ikon panasnya persaingan antara manchester United dan Arsenal kala itu. Insiden paling terkenal adalah ketika kedua kapten berwatak keras itu terlibat keributan di lorong pemain Stadion Highbury sebelum pertandingan dimulai. (AFP/Odd Andersen)

Tidak hanya Petit, Viera juga merasakan hal yang sama dengan meraih gelar ganda di Arsenal dan Piala Dunia 1998. Vieira tiba di Highbury setahun lebih awal dari Petit bahkan mendahului Wenger.

Tetapi keduanya menjadi duo gelandang tangguh baik bagi Arsenal maupun Prancis. Meskipun Viera tidak menjadi starter seperti Petit, dia bermain di 15 menit terakhir saat menghadapi Brasil di laga final.

 

3. Cesc Fabregas

<p>Cesc Fabregas. Eks gelandang tengah Spanyol yang kini masih bermain bersama Como ini tercatat pernah berseragam Arsenal selama 8 musim mulai 2003/2004 hingga 2010/2011. Pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, ia menjadi bagian dalam skuad Tim Matador meraih gelar juara usai mengalahkan Belanda 1-0 lewat perpanjangan waktu di partai final. Ia berjasa menyumbang assist untuk gol kemenangan yang dicetak Andres Iniesta dalam laga final tersebut. (AFP/Javier Soriano)</p>

Cesc Fabregas. Eks gelandang tengah Spanyol yang kini masih bermain bersama Como ini tercatat pernah berseragam Arsenal selama 8 musim mulai 2003/2004 hingga 2010/2011. Pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, ia menjadi bagian dalam skuad Tim Matador meraih gelar juara usai mengalahkan Belanda 1-0 lewat perpanjangan waktu di partai final. Ia berjasa menyumbang assist untuk gol kemenangan yang dicetak Andres Iniesta dalam laga final tersebut. (AFP/Javier Soriano)

Lulusan akademi La Masia, Fabregas, tiba di Arsenal saat remaja dan membuat debut di Gunners saat berusia 16 tahun pada 2003. Pada 2010 ia berkembang menjadi salah satu gelandang terbaik dunia dan menjadi andalan Spanyol ketika menjuarai Piala Dunia 2010.

Dia membantu gol kemenangan ikonik Andres Iniesta di final Piala Dunia 2010 melawan Belanda. Saat perayaan di Spanyol, dia dipaksa mengenakan jersey Barcelona hingga akhirnya benar pindah pada musim panas 2011.

 

4. Per Mertesacker

Kiper Wojciech Szczesny merangkul Per Mertesacker di pluit akhir merayakan kemenangan pada pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Newcastle United vs Arsenal di St James 'Park, Inggris, (29/12/13). (AFP/Ian Macnicol)
Kiper Wojciech Szczesny merangkul Per Mertesacker di pluit akhir merayakan kemenangan pada pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Newcastle United vs Arsenal di St James 'Park, Inggris, (29/12/13). (AFP/Ian Macnicol)

Bek tengah yang menjulang tinggi itu sudah menjadi pemain reguler di skuad Internasional Jerman selama tujuh tahun sebelum ke London Utara. Kemudian dia bergabung dengan Arsenal dari Werder Bremen pada 2011.

Mertesacker terbukti menjadi salah satu bek tengah terbaik di era Arsenal yang tidak terkalahkan atau invincibles di Premier League. Meski kalah saing dengan duet Mats Hummels dan Jerome Boateng, Mertesacker tetap memiliki peran penting saat Jerman juara Piala Dunia 2014.

 

5. Mesut Ozil

Mesut Oezil. Eks gelandang serang Jerman yang kini masih bermain bersama Istanbul Basaksehir ini tercatat pernah berseragam Arsenal selama 7,5 musim mulai 2013/2014 hingga pertengahan 2020/2021. Seperti Per Mertesacker, ia juga menjadi bagian dalam skuad Tim Panser meraih gelar juara usai mengalahkan Brasil 1-0 lewat perpanjangan waktu di partai final. (AFP/Patrik Stollarz)
Mesut Oezil. Eks gelandang serang Jerman yang kini masih bermain bersama Istanbul Basaksehir ini tercatat pernah berseragam Arsenal selama 7,5 musim mulai 2013/2014 hingga pertengahan 2020/2021. Seperti Per Mertesacker, ia juga menjadi bagian dalam skuad Tim Panser meraih gelar juara usai mengalahkan Brasil 1-0 lewat perpanjangan waktu di partai final. (AFP/Patrik Stollarz)

Ozil adalah rekan sesama pemain Jerman bagi Mertesacker di Arsenal. Bahkan pada final Piala Dunia 2014 ketika Jerman menjadi juara, Ozil digantikan oleh Mertesacker untuk strategi mempertahankan keunggulan 1-0 atas Argentina.

Sayangnya, karier Ozil di Emirates berakhir menyedihkan. Meski demikian, dia membantu Arsenal yang sempat kekeringan gelar di musim pertamanya saat pindah pada  2013 sebelum menunjukkan kemampuan di Piala Dunia 2014

 

6. Lukas Podolski

Lukas Podolski. Satu lagi pemain Jerman yang mampu merebut gelar juara Piala Dunia 2014 saat berseragam Arsenal adalah Lukas Podolski. Dibandingkan dengan Per Mertesacker dan Mesut Oezil, ia menjadi yang tersingkat memperkuat Arsenal, yaitu hanya 2,5 musim saja mulai 2012/2013 hingga pertengahan 2014/2015. Pada Piala Dunia 2014 ia hanya tampil 2 kali di fase grup, sementara mulai babak 16 besar hingga final ia sama sekali tak diturunkan dan hanya duduk di bangku cadangan. (AFP/Fabrice Coffrini)
Lukas Podolski. Satu lagi pemain Jerman yang mampu merebut gelar juara Piala Dunia 2014 saat berseragam Arsenal adalah Lukas Podolski. Dibandingkan dengan Per Mertesacker dan Mesut Oezil, ia menjadi yang tersingkat memperkuat Arsenal, yaitu hanya 2,5 musim saja mulai 2012/2013 hingga pertengahan 2014/2015. Pada Piala Dunia 2014 ia hanya tampil 2 kali di fase grup, sementara mulai babak 16 besar hingga final ia sama sekali tak diturunkan dan hanya duduk di bangku cadangan. (AFP/Fabrice Coffrini)

Pangeran Poldi mencetak 49 gol dalam 130 penampilan untuk Jerman. Dia memulai debutnya pada 2004 dan menjadi talenta muda hebat saat Piala Dunia 2006 meskipun akhirnya hanya menjadi cadangan saat Jerman juara Piala Dunia 2014.

Dia juga tampil menonjol dalam kampanye debutnya bersama Arsenal musim 2012/2013 dengan mencetak 11 gol dalam 33 penampilan Premier League. Tetapi kemampuannya cenderung menurun hingga akhirnya dipinjamkan ke Inter pada Januari 2015 sebelum hijrah ke Galatasaray.

Sumber: Planet Football