6 Pengaruh Gerhana Bulan untuk Kesehatan, Mitos atau Fakta?

·Bacaan 2 menit

VIVAGerhana bulan merupakan fenomena yang terjadi saat bulan bergerak menuju bayangan bumi. Ini terjadi ketika matahari, bumi, dan bulan sejajar. Tapi pernahkah kalian bertanya-tanya, apa dampak gerhana yang jatuh pada malam bulan purnama ini terhadap kesehatan?

Dikutip laman Times of India, meski sains belum dapat menemukan bukti kuat yang menghubungkan masalah kesehatan dengan gerhana bulan, tetapi orang-orang di seluruh dunia merasa bahwa gerhana tersebut menimbulkan risiko tertentu bagi kesejahteraan dan kesehatan banyak orang.

Yuk cari tahu, berbagai asumsi terkait efek Gerhana Bulan terhadap kesehatan.

Makanan dan Minuman Tercemar Karena Gerhana Bulan
Keyakinan orang-orang kuno menunjukkan bahwa sinar ultraviolet yang kuat yang dipancarkan saat gerhana bulan, membuat makanan yang dimasak tidak aman untuk dikonsumsi. Bahkan, gerhana juga diyakini mencemari air minum.

Bahaya Gerhana Bulan untuk Mata
Dikatakan juga bahwa seseorang tidak boleh melihat gerhana tanpa alat pelindung karena radiasi yang dipancarkan dapat membahayakan mata. Tetapi sains tidak mendukung teori ini, karena bulan tidak memancarkan cahaya kuat selama gerhana bulan sehingga aman untuk melihatnya dengan mata telanjang.

Bahaya untuk Wanita Hamil
Keyakinan lain menunjukkan bahwa radiasi yang dihasilkan selama gerhana bulan berbahaya bagi wanita hamil. Padahal, di India secara tradisional, ibu hamil disarankan pantangan makan selama gerhana berlangsung.

Simbol Kesuburan
Cerita rakyat menunjukkan bahwa gerhana juga mempengaruhi kesuburan seorang wanita karena di zaman dulu, bulan dianggap sebagai simbol kesuburan. Faktanya, beberapa kepercayaan kuno bahkan menunjukkan bahwa gerhana bulan bisa menjadi waktu yang ideal untuk mengandung seorang anak.

Penyakit Kulit
Ada beberapa anggapan tentang gerhana bulan yang berdampak pada kulit dalam kitab suci India kuno. Ternyata, saat gerhana, kapha dosha tubuh manusia mengalami ketidakseimbangan. Dosha ini mengontrol pertumbuhan otot, fungsi kekebalan dan stabilitas. Karenanya, gerhana bulan dapat meningkatkan risiko penyakit kulit dan penyakit lainnya.

Penelitian
Sesuai penelitian yang diterbitkan di PubMed.gov, gerhana bulan memang mempengaruhi tidur manusia dan dikatakan memicu kurang tidur. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 33 orang, ditemukan bahwa indikator tidur nyenyak berkurang 30 persen dan bahkan waktu untuk tertidur berkurang 5 menit saat bulan purnama. Namun, penelitian lebih lanjut sedang dilakukan untuk mendukung klaim tersebut.

Namun studi lain yang diterbitkan di PubMed.gov berjudul 'The Lunar Cycle: Effects on Human and Animal Behavior and Physiology', mengklaim bahwa siklus bulan mungkin berdampak pada reproduksi manusia, termasuk kesuburan, menstruasi, dan angka kelahiran.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa siklus bulan juga dapat mempengaruhi perubahan hormonal pada serangga dan bahkan variasi harian dalam melatonin dan kortikosteron menghilang selama hari-hari bulan purnama pada burung.

Dampak lain dari siklus bulan dapat juga dirasakan pada tikus laboratorium dalam hal sensitivitas rasa dan bahkan struktur ultrastruktur sel kelenjar pineal yang mengatur melatonin. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tiram juga telah menyesuaikan jamnya dengan ritme bulan.