6 Penulis Selain Shakespeare yang Menciptakan Kata-Kata Baru

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Bahasa Inggris mengandung kata-kata paling rumit. Mungkin ada banyak penutur asing yang mengalami kesulitan saat mempelajari bahasa Inggris. Kekacauan dalam bahasa ini membuat para penulis berdebar-debar untuk memilih diksi yang tepat sekaligus menarik untuk karyanya.

Anda mungkin mengenal William Shakespeare, seorang penyair asal Inggris yang terkenal dengan karyanya, Romeo dan Juliet, serta Hamlet. Shakespeare yang juga dipanggil 'Bard of Avon' ini telah menciptakan sekitar 1.700 kata baru dalam bahasa Inggris.

Kata-kata dan frasa yang diciptakannya telah digunakan secara umum hingga hari ini. Salah satunya adalah kata Bedazzled (terpesona dalam bahasa Indonesia) yang disebutkan dalam karyanya The Taming of the Shrew.

Namun, Shakespeare bukan satu-satunya penulis yang telah menciptakan kosakata baru. Berikut adalah beberapa penulis yang telah melahirkan kata-kata baru bahasa Inggris dalam karyanya, seperti dilansir Barnesandnoble.com, Senin (11/10/2021).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

1. James Joyce

James Joyce, 1915. (Wikimedia Commons)
James Joyce, 1915. (Wikimedia Commons)

James Joyce menciptakan banyak kata, terutama dalam Finnegans Wake yang hampir setiap baris dalam buku merupakan referensi dan permainan kata yang berbelit-belit. Namun, sebagian besar dari kata-kata itu tetap indah di antara halaman-halaman penuh tulisan tersebut.

Dalam buku Finnegans Wake, terdapat kata 'Quark' yang mendapat apropriasi dari fisikawan Murray Gell-Mann untuk menggambarkan partikel elementer yang ditemukannya. Pada awalnya, Joyce menyebutnya sebagai 'kwork', tetapi setelah dibaca ulang, dia merasa ejaan alternatif 'quark' lebih cocok.

"Three quarks for muster marks!" — Pengejaan 'quark' dianggap cocok mungkin karena Joyce menafsirkan kalimat itu untuk merujuk pada liter (quarts) minuman keras yang diminta dalam cerita.

2. Charles Dickens

Charles Dickens (Wikimedia Commons)
Charles Dickens (Wikimedia Commons)

Seperti Shakespeare, Charles Dickens adalah penyair yang produktif dalam menemukan kata. Salah satu kata paling heboh untuk sebuah buku debut adalah kata 'Boredom' (kebosanan atau bentuk benda dari kata bosan). Kata ini ditemukan pertama kali di bukunya yang berjudul Bleak House.

Kata Bore sebelumnya sudah ada dan digunakan sekitar 100 tahun, tetapi tampaknya Dickens menjadi orang pertama yang mengubahnya menjadi kata benda. Kata Boredom telah secara aktif digunakan hingga saat ini.

3. Dr. Seuss

Theodor Seuss Geisel atau Dr. Seuss (Wikimedia Commons)
Theodor Seuss Geisel atau Dr. Seuss (Wikimedia Commons)

Anda tentu sering mendengar kata 'Nerd'. Kata tersebut muncul di media cetak untuk pertama kali dalam If I Ran the Zoo, sebuah buku yang ditulis oleh Dr. Seuss pada 1950. Kata tersebut digunakan untuk menggambarkan makhluk kecil yang tampak saat marah.

Ejaan alternatif untuk kata ini sangat melimpah, termasuk 'knurd', ejaan terbalik dari kata 'drunk' yang artinya mabuk. Filosofinya, jika orang-orang 'drunk' adalah orang yang suka bersenang-senang, kebalikannya 'knurd' adalah seseorang yang tidak suka bersenang-senang.

Istilah ini sampai sekarang masih digunakan. Orang-orang yang membaca buku itu pada tahun 50-an mengadaptasi kata 'Nerd' sebagai penghinaan klasik. Beberapa orang masih mengimplementasi teori tersebut.

4. J.R.R. Tolkien

J.R.R. Tolkien (Wikimedia Commons)
J.R.R. Tolkien (Wikimedia Commons)

Para penggemar Lord of the Rings tentu telah mengenal Tolkien dengan penemuan katanya yang tidak biasa seperti 'Nazgul' dan 'Hobbit'. Namun, dia juga telah menciptakan sebuah istilah yang mungkin Anda pernah dengar yaitu, 'Tween'.

Dalam bukunya, Lord of the Rings, kata ini digunakan untuk menggambarkan hobbit yang berusia lebih dari 20 tahun tetapi belum mencapai usia dewasa (33 tahun). Secara umum, menurut Kamus Besar Bahasa Inggris Oxford, tween berarti anak yang berusia antara 9 hingga 12 tahun. Tween adalah seseorang yang sudah bukan anak kecil tetapi belum juga remaja.

5. Stephen King

Stephen King, 2011 (Wikimedia Commons)
Stephen King, 2011 (Wikimedia Commons)

Melihat produktivitas King selama beberapa dekade, akan lebih mengejutkan jika tidak ada kata darinya yang masuk ke dalam kamus bahasa populer. Istilah populer dari Stephen King adalah 'Cake-Hole', pertama kali muncul dalam novelnya yang menceritakan sebuah mobil kerasukan berjudul Christine.

Cake-Hole populer dalam bahasa Inggris di Inggris, sementara Inggris-Amerika menerapkannya sebagai Pie-Hole. Istilah digunakan untuk menyuruh orang diam. Contoh kalimatnya, "Shut your cake hole, I can't hear him." (Tutup lubang kue-mu, aku tidak bisa mendengarnya.)

Namun, penggunaan Cake-Hole/Pie-Hole memiliki konotasi yang sedikit lebih kasar karena bersifat teguran.

6. Norman Mailer

Norman Mailer, 1948 (Wikimedia Commons)
Norman Mailer, 1948 (Wikimedia Commons)

Terlepas dari kasusnya terlibat penikaman terhadap istrinya sendiri, Norman Mailer adalah seorang penulis yang luar biasa. Dalam biografinya pada 1973 tentang Marilyn Monroe, ia menciptakan kata "Factoid". Kata ini didefinisikan sebagai "fakta yang tidak ada sebelum muncul di tabloid atau surat kabar, kreasi yang tidak berisi banyak kebohongan sebagai produk untuk memanipulasi emosi."

Definisi tersebut telah diubah selama bertahun-tahun untuk mengartikan fakta yang tidak terlalu penting. Namun, secara faktoid, Mailer menciptakan kata tersebut, menempatkannya pada posisi tertinggal 1.699 poin di belakang Shakespeare.

Penulis: Anastasia Merlinda

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel