6 Penyebab Gunung Meletus yang Paling Umum Beserta Tanda dan Dampaknya

·Bacaan 8 menit

Fimela.com, Jakarta Berbagai penyebab gunung meletus sangat dipengaruhi oleh kondisi alam. Lempeng yang berdesakan, tekanan tinggi, gempa vulkanik, tektonik, suhu kawah meningkat, peningkatan gelombang magnet, dan listrik.

Itulah sebabnya gunung api yang meletus disebut sebagai bencana alam. Pada dasarnya, penyebab gunung meletus sangat dipengaruhi aktivitas gunung itu sendiri. Apakah masih tertidur atau sedang aktif?

Saat gunung api meletus, aktivitas vulkanik berarti sedang terjadi dan berpotensi menyebabkan erupsi. Letusan gunung berapi sangat berdampak bagi lingkungan, ada yang menguntungkan dan merugikan.

TERKAIT: Gunung Anak Krakatau Meletus hingga 56 Kali

TERKAIT: Gunung Merapi Meletus dengan Suara Gemuruh Keras

TERKAIT: Galeri: Beginilah Aktivitas Vulkanik Gunung Agung yang Diramalkan Meletus Dahsyat

Maka dari itu, pemantauan aktivitas gunung berapi sangat penting dilakukan. Selain memerhatikan penyebab gunung meletus, tanda-tandanya patut dijadikan catatan juga.

Berikut Fimela.com kali ini akan mengulas 6 penyebab gunung meletus yang paling umum beserta tanda dan dampaknya. Dilansir dari Liputan6.com, simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Penyebab Gunung Meletus

Ilustrasi Gunung Meletus Credit: pexels.com/David
Ilustrasi Gunung Meletus Credit: pexels.com/David

1. Lempeng Bumi Berdesakan

Penyebab Gunung Meletus terjadi karena lempeng-lempeng bumi yang saling bedesakan atau saling menghimpit satu dengan yang lainnya. Hal ini akan menyebabkan tekanan yang besar.

Lalu mendorong kepermukaan bumi sehingga menimbulkan berbagai macam gejala tektonik. Selain itu, kondisinya bisa menyebabkan gempa vulkanik serta meningkatkan aktivitas geologi dari gunung berapi.

Perlu diketahui, lempeng merupakan salah satu bagian dari kerak bumi yang akan terus bergerak setiap saat. Wilayah pegunungan atau gunung merupakan zona kedua lempeng atau lempeng-lempeng tersebut saling bertemu.

Serta desakan yang mengakibatkan pertemuan itu menjadi penyebab dalam perubahan struktur dalam gunung berapi. Risiko gunung meletus menjadi lebih tinggi.

2. Tekanan Sangat Tinggi

Ketika tekanan sangat tinggi, akan ada dorongan cairan magma untuk bergerak ke atas dan masuk ke saluran kawah dan keluar. Apabila di sepanjang perjalanan magma dalam menyusuri saluran kawah mengalami sumbatan, maka bisa menimbulkan ledakan yang besar yaitu gunung meletus.

Penyebab gunung meletus ini dipengaruhi pula besar tekanan dan volume magmanya. Semakin besar keduanya, maka semakin kuat ledakan yang mungkin akan terjadi. Kemudian dampak yang akan dihasilkan oleh ledakan gunung merapi ini juga akan semakin besar dan berbahaya.

3. Adanya Gempa Vulkanik

Penyebab gunung meletus adalah peningkatan kegempaan vulkanik yang terjadi. Gempa vulkanik adalah gempa bumi akibat aktivitas vulkanisme atau kegunungapian.

Gempa bumi vulkanik juga terjadi karena aktivitas magma di dalam gunung berapi. Peningkatan kegempaan vulkanik bisa menjadi penyebab gunung meletus jika terjadi berkali-kali yang tercatat dalam alat pengukur getaran gempa bumi atau seismograf.

Jika aktivitas kegempaan vulkanik semakin hari semakin banyak dan membesar, maka gunung berapi bisa meletus dan masyarakat di sekitar akan dihimbau untuk waspada, hingga mengungsi.

Penyebab Gunung Meletus

Ilustrasi Gunung Meletus Credit: pexels.com/Purnomo
Ilustrasi Gunung Meletus Credit: pexels.com/Purnomo

4. Pergerakan Tektonik

Pergerakan lempeng tektonik yang terjadi pada lapisan bumi termasuk penyebab gunung meletus. Pergerakan tektonik yang terjadi pada struktur lapisan bumi di bawah gunung, misalnya gerakan lempeng.

Gerakan ini dapat menyebabkan meningkatnya tekanan pada dapur magma dan pada akhirnya akan membuat magma tersebut terdorong ke atas hingga berada tepat di bawah kawah.

Pergerakan tektonik ini juga akan menyebabkan suhu kawah meningkat secara signifikan. Naiknya suhu ini disebabkan karena naiknya magma hingga menuju tepat di bawah kawah.

Selain itu, hal ini juga akan menyebabkan air tanah di sekitar kawah menjadi kering, hewan-hewan yang ada di gunung akan panik bahkan mereka akan turun gunung untuk menyelamatkan diri.

5. Deformasi Badan Gunung

Deformasi badan gunung adalah peningkatan gelombang magnet dan listrik. Dapat menyebabkan struktur lapisan batuan gunung yang dapat mempengaruhi bagian dalam seperti dapur magma menjadi tersumbat, akibat deformasi batuan penyusun gunung.

Deformasi badan gunung dapat diketahui dengan analisa geometrik yang dilakukan menggunakan data hasil pengamatan yang terdiri dari pergeseran dan regangan.

Pergeseran menunjukan perubahan arah dan besar deformasi dengan menggunakan data posisi dari dua waktu pengamatan yang berbeda. Sedangkan regangan menunjukan gerakan tubuh gunung api dan tekanan magma yang diperoleh dari hasil regangan.

6. Suhu Kawah Meningkat Tajam

Ketika suhu kawah meningkat lebih panas secara signifikan bisa menjadi penyebab gunung meletus. Selain itu, pada kondisi ini para hewan akan mulai khawatir mencari tempat pindah, lalu tanda lain dengan berkurangnya air tanah di sekitar gunung, hingga kering.

Suhu panas ini sebagai tanda dari magma yang telah naik mencapai lapisan kawah paling bawah, kemudian mempengaruhi suhu kawah keseluruhan. Ketika aktivitas ini sudah terjadi, maka risiko terjadinya letusan gunung akan lebih tinggi.

Tanda-Tanda Gunung Meletus

Ilustrasi Tanda-Tanda Gunung Meletus Credit: pexels.com/Jay
Ilustrasi Tanda-Tanda Gunung Meletus Credit: pexels.com/Jay

Mata Air Mengering

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ketika suhu kawah memanas maka kondisi sumber air gunung ikut berkurang. Dampak terbesar jika terjadi kekeringan di wilayah hutan dan sungai sekitar gunung.

Suhu Sekitar Lereng Memanas

Tanda terjadinya gunung meletus selanjutnya hampir sama namun hawa panas tidak hanya di gunung saja. Namun semakin meluas hingga wilayah kaki gunung.

Suara Gemuruh

Tanda-tanda terjadinya gunung meletus yang acapkali terjadi ialah sering mendengar suara gemuruh dari dalam perut bumi. Adanya aktivitas magma sebagai tanda ada tekanan yang semakin besar. Suara disertai keluarnya gas dan debu vulkanik.

Suara gemuruh tergantung pada kondisi gunung. Jika masih dalam tahap waspada, akan jarang terdengar. Namun ketika status menjadi siaga, tentu akan lebih sering terdengar setiap harinya.

Hewan Liar Mulai Turun

Hewan liar mulai merasakan ketidaknyamanan dan perubahan yang timbul, sebagai tanda terjadinya gunung meletus. Hewan liar bisa lari ke wilayah penduduk atau mencari perkebunan untuk mencari tempat makan sementara.

Tumbuhan Lebih Mudah Layu

Tanda terjadinya gunung meletus berikutnya dengan tumbuhan di sekitar gunung yang mudah layu karena suhu panas dari dalam yang meningkat. Magma yang bergerak ke atas dekat dengan lapisan tanah, menjadi tanda lava lebih dekat dengan puncak gunung.

Dampak Positif Gunung Meletus

Ilustrasi Dampak Positif Gunung Meletus Credit: pexels.com/Kazu
Ilustrasi Dampak Positif Gunung Meletus Credit: pexels.com/Kazu

Destinasi Wisata Baru

Dampak gunung Meletus dari sisi positif yang pertama ialah menciptakan destinasi wisata baru. Adanya perubahan wilayah dan kondisi alam dari fenomena pasca-vulkanik, biasanya menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Hal ini bisa dimanfaatkan oleh warga lokal sebagai lapangan pekerjaan baru setelah merasa rugi sebagai korban bencana gunung meletus.

Pembangkit Listrik Vulkanik

Wilayah sekitar gunung berapi yang sering meletus sangat tepat dijadikan sebagai area pembangkit listrik vulkanik. Mengandalkan energi panas yang dihasilkan dari sekitar gunung, tentunya akan menghemat tenaga di wilayah tersebut.

Pasir dan Batu Jadi Bahan Bangunan

Dampak gunung meletus dari sisi positif berikutnya tentu diperoleh dari hasil semburan di dalam perut bumi. Ketika lava mengalir, tentu membawa material-material tertentu dengan kualitas baik, seperti pasir dan batu. Masyarakat lokal dapat memanfaatkannya sebagai bahan bangunan yang kokoh, dan tentunya lebih hemat.

Hutan dengan Ekosistem Baru

Lava yang mengalir dan semburan awan panas dengan abu vulkaniknya tentu memberi perubahan pada ekosistem di sekitarnya, baik binatang dan tumbuhan.

Dampak gunung meletus diamati dari sisi positif, hal ini akan menciptakan ekosistem baru. Hutan yang rusak akibat letusan akan segera digantikan dengan pepohonan baru dengan membawa ekosistem baru juga.

Tanah Jadi Lebih Subur

Pasir hasil semburan gunung meletus akan membawa banyak pasir, serta tanah yang dilalui oleh abu vulkanis akan membuat tanah menjadi lebih subur dan sangat baik untuk bercocok tanam.

Tentunya bisa membawa keuntungan bagi masyarakat dalam membuat perkebunan baru, bangkit pasca bencana alam gunung meletus.

Mata Air Penuh Mineral

Dampak gunung Meletus dari sisi positif berikutnya ialah munculnya mata air yang penuh dengan mineral berkhasiat, atau biasa disebut makdani. Makdani merupakan sumber air panas yang bisa menjadi pengobatan alami penyakit kulit, manfaat dari belerang.

Tambang Pasir Baru

Dampak gunung meletus yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat selain dari segi wisata, bisa melahirkan pula lokasi tambang pasir baru. Berbagai materi vulkanik terutama pasir kualitas bagus bisa dijual dengan harga tinggi.

Memicu Hujan Orografi

Hujan orografi atau orografis merupakan hujan yang terjadi di daerah pegunungan. Udara yang mengandung uap air bergerak naik ke atas pegunungan, hingga terjadi penurunan suhu dan terkondensasi. Akhirnya turun hujan di lereng gunung yang sangat menyejukkan, menenangkan, baik untuk kesehatan, dan wilayah lereng, yang berhadapan dengan datangnya angin.

Dampak Negatif Gunung Meletus

Ilustrasi Dampak Negatif Gunung Meletus Credit: pexels.com/Juan
Ilustrasi Dampak Negatif Gunung Meletus Credit: pexels.com/Juan

Hewan dan Manusia Meninggal

Tentunya dampak negatif dari gunung meletus ialah memakan banyak korban makhluk hidup, termasuk tumbuhan, hewan dan manusia.

Beberapa warga ada yang tidak sempat melarikan diri akibat kecepatan awan panas yang dating tiba-tiba, sakit dari gas beracun, dan sebagainya.

Pencemaran Udara

Ketika gunung meletus, dampak yang bisa dirasakan hingga ke kota atau negara lain ialah pencemaran udara. Gas yang ikut disemburkan dari dalam perut bumi mengandung zat berbahaya, seperti sulfur dioksida (SO2), hidrogen sulfida (H2S), nitrogen dioksida (NO2) dan material debu lain yang biasanya mengandung racun.

Kebakaran Hutan

Magma yang keluar dari gunung menjadi lava dengan suhu yang begitu panas hingga mudah membakar hutan yang dilewatinya.

Awan Panas

Dampak negatif dari gunung meletus selanjutnya yakni keluarnya awan panas. Kecepatan awan panas yang berwarna seperti awan mendung gelap ini mampu menewaskan semua makhluk hidup yang dilaluinya.

Hujan Batuan Pijar

Gunung meletus juga melontarkan batu pijar yang mengarah kemana saja sejauh mungkin. Batu pijar panas yang bisa membakar bangunan, hutan, hingga bisa menewaskan.

Lahar yang Merusak

Dampak gunung meletus tentunya memunculkan lahar dengan berbagai jenis, seperti lahar dingin, lahar letusan eksplosif, lahar sekunder, dan lahar primer.

Segala yang dilewati apalagi dengan wilayah yang landau, lahar akan mudah menghancurkan bangunan dalam sekejap. Keberadaannya yang mengancam ekosistem daerah pegunungan.

Melumpuhkan Aktivitas Masyarakat

Dampak negatif gunung meletus selanjutnya dengan melumpuhkan aktivitas masyarakat, baik dalam bercocok tanam dan mencari nafkah jadi terhenti karena terpaksa mengungsi cukup lama. Ekonomi yang harus dibangkitkan kembali dari awal setelah bencana alam.

Guguran Lava Pijar

Dampak negatif dari gunung meletus dengan adanya gugura lava pijar, yang berasal dari aliran lava atau kubah lava. Ketika longsor bisa mengikis tanah dengan luas berjuta meter kubik dan tentunya berbahaya bagi lingkungan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel