6 Penyebab Hepatitis Berdasarkan Jenisnya, Ketahui Gejala dan Cara Pengobatannya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Penyebab hepatitis secara umum karena infeksi virus, kebiasaan mengonsumsi alkohol dalam jumlah berlebih, serta adanya konsumsi obat-obatan tertentu. Hepatitis sendiri merupakan istilah umum yang merujuk pada peradangan yang terjadi di salah satu bagian organ manusia, yaitu hati.

Apabila seseorang sudah terlanjur menderita hepatitis atau mengalami kerusakan pada organ hati, maka akan sangat mengganggu berbagai fungsi tubuh lain, terutama yang berkaitan dengan metabolisme. Hal ini karena hati punya banyak sekali peran dalam metabolisme tubuh. Sehingga, sangat penting untuk mengetahui penyebab hepatitis tersebut.

Hepatitis yang diderita bisa bersifat akut sampai kronis. Pada hepatitis yang bersifat akut, dapat menimbulkan beragam gejala hingga tidak memberikan gejala. Tapi, pada hepatitis akut juga berisiko meningkat dan berubah menjadi hepatitis kronis hingga berkembang menjadi gagal hati yang sangat mengancam nyawa. Sebab, apabila sudah sampai pada hepatitis kronis dapat menyebabkan sirosis dan kanker hati.

Penyebab hepatitis juga bisa dikarenakan oleh beberapa virus seperti virus mumps, virus rubella, virus cytomegalovirus, virus epstein-barr, dan virus herpes. Untuk membahas lebih lanjut mengenai penyebab hepatitis, berikut ini Liputan6.com sudah merangkum dari beberapa sumber, Kamis (17/12/2020).

1. Hepatitis A

Apa Itu Hepatitis?
Apa Itu Hepatitis?

Penyebab hepatitis A dikarenakan ada virus hepatitis A (HAV). Virus ini bisa ditularkan melalui makanan atau air minum yang terkontaminasi feses dari penderita hepatitis A yang mengandung virus hepatitis A tersebut.

Bagi orang yang terkena hepatitis A, bisa sembuh sepenuhnya dalam waktu dua minggu hingga enam bulan. Untungnya, virus ini tidak menyebabkan kerusakan hati, tapi pada beberapa kasus yang jarang terjadi, hepatitis A akan menjadi salah satu penyebab gagal hati hingga kematian.

2. Hepatitis B

Ilustrasi jarum suntik. (Sumber Pixabay)
Ilustrasi jarum suntik. (Sumber Pixabay)

Penyebab hepatitis B yaitu virus hepatitis B (HBV). Hepatitis B ini bisa ditularkan melalui cairan tubuh yang terinfeksi virus hepatitis B. Beberapa jenis cairan tubuh yang berpotensi bisa menularkan virus hepatitis B adalah darah, cairan vagina, dan air mani. Selain itu, penyebab hepatitis B juga bisa karena penggunaan jarum suntik bersamaan dan berhubungan seksual dengan pasangan yang terinfeksi.

3. Hepatitis C

Ilustrasi liver | Freepik
Ilustrasi liver | Freepik

Selanjutnya, penyebab hepatitis C ditularkan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh yang terinveksi dengan virus hepatitis C (HCV). Sama dengan hepatitis B, penyebab hepatitis C adalah penggunaan narkoba suntikan dan kontak seksual.

Biasanya hepatitis C tidak menimbulkan gejala, tapi infeksi kronis dapat menyebabkan kerusakan hati hingga sirosis. Dalam beberapa kasus, orang yang menderita sirosis juga akan mengalami gagal hati, kanker hati, serta lain sebagainya bahkan menjadi penyebab kematian.

4. Hepatitis D

Ilustrasi liver | Freepik
Ilustrasi liver | Freepik

Hepatitis D atau sering disebut dengan nama delta hepatitis. Sama halnya dengan penyakit hepatitis lain. Adapun penyebab hepatitis D adalah virus yaitu virus hepatitis D (HDV). Virus hepatitis D akan menginfeksi lewat kontak langsung dengan darah yang terinfeksi.

Penyakit hepatitis D adalah penyakit hepatitis langka yang hanya terjadi bersamaan dengan infeksi hepatitis B. Virus hepatitis D tidak dapat berkembang biak jika tidak ada kehadiran hepatitis B.

5. Hepatitis E

ilustrasi minum air putih agar pipi tirus/pexels
ilustrasi minum air putih agar pipi tirus/pexels

Lalu, setelah itu hepatitis E yang disebabkan oleh virus hepatitis E (HEV). Hepatitis E bisa dengan mudah terjadi pada lingkungan yang tidak punya sanitasi yang baik, terutama akibat kontaminasi virus hepatitis E yang berasal dari sumber air.

6. Penyebab Lainnya

ilustrasi alkohol/unsplash
ilustrasi alkohol/unsplash

Kemudian, selain disebabkan oleh virus, penyebab hepatitis lainnya bisa karena kerusakan hati yang disebabkan senyawa kimia seperti alkohol, penggunaan obat-obatan melebihi dosis, bahkan paparan racun.

Selanjutnya, hepatitis juga bisa terjadi karena terdapat kondisi autoimun pada tubuh. Kondisi ini menyebabkan sistem imun tubuh justru menyerang dan merusak sel serta jaringan tubuh sendiri, yang mana dalam hal ini adalah sel-sel hati hingga menyebabkan peradangan.

Gejala dan Cara Pengobatan Hepatitis

ilustrasi dokter/Photo by rawpixel.com from Pexels
ilustrasi dokter/Photo by rawpixel.com from Pexels

Ada beragam gejala umum mungkin yang muncul pada pengidap hepatitis. Tapi sebelum virus hepatitis menimbulkan gejala pada penderitanya, virus hepatitis tersebut akan melewati masa inkubasi yang berbeda-beda.

Seperti virus HAV, membutuhkan waktu sekitar 15-45 hari untuk inkubasi, HBV membutuhkan waktu 45-160 hari, HCV membutuhkan waktu sekitar 2 minggu hingga 6 bulan.

Berikut gejala hepatitis yang umum terjadi pada penderitanya.

1. Flu, mual, demam, muntah, dan lemas.

2. Feses pucat.

3. Mata dan kulit kekuningan.

4. Nyeri perut.

5. Berat badan turun.

6. Urine gelap seperti teh.

7. Nafsu makan turun.

Lalu bagaimana pengobatannya? Pengobatan setiap jenis hepatitis berbeda-beda. Untuk hepatitis A, B, dan E tidak butuh pengobatan yang spesifik. Pengobatan difokuskan untuk meredakan gejala yang muncul.

Sedangkan hepatitis akut, pemberian obat-obatan dipertimbangkan dengan benar, karena fungsi hati pasien sedang terganggu. Penderita hepatitis juga perlu menjaga asupan cairan dalam tubuh.

Lalu, pada penderita hepatitis kronis pengobatan bertujuan untuk menghambat perkembangbiakan virus dan mencegah kerusakan hati lebih lanjut. Pengobatan juga bertujuan untuk mencegah terjadinya sirosis, kanker hati, atau gagal hati.