6 Penyebab Keringat Berlebih di Kepala dan Cara Mengatasinya

Liputan6.com, Jakarta Penyebab keringat berlebih di kepala bisa menimbulkan ketidaknyamanan. Keringat berlebih atau dalam istilah ilmiah disebut dengan hiperhidrosis adalah suatu kondisi yang ditandai dengan keringat yang bisa muncul tanpa terkendali.

Keringat berlebih bisa muncul di telapak tangan, ketiak, bawah payudara, leher, hingga kepala. Ada dua jenis hiperhidrosis, yaitu hiperhidrosis primer dan hiperhidrosis sekunder. Keduanya memiliki penyebab yang berbeda. Penyebab keringat berlebih di kepala bisa diketahui dari kedua jenis hiperhidrosis ini.

Penyebab keringat berlebih di kepala terkadang bisa sangat mengganggu. Keringan di kepala bisa membuat wajah nampak berminyak dan lengket Keringat juga bisa membasahi rambut, membuatnya lembap dan bau. Penyebab keringat berlebih di kepala cenderung dimulai pada masa remaja.

Penyebab keringat berlebih di kepala bisa dialami siapa saja. Sejumlah penyebab keringat berlebih di kepala bisa menandakan adanya gangguan kesehatan lainnya. Berikut penyebab keringat berlebih di kepala, dirangkum dari berbagai sumber, Selasa (9/6/2020).

Penyebab keringat berlebih di kepala: Hiperhidrosis Fokal Primer

Ilustrasi Foto Berkeringat (iStockphoto)

Penyebab keringat berlebih di kepala yang pertama adalah hiperhidrosis focal primer. Jika keringat berlebih hanya muncul pada kepala dan tidak menunjukkan gejala lain, ini bisa disebabkan oleh kondisi hiperhidrosis focal primer. Dilanisir dari Sweathelp, hiperhidrosis primer mengacu pada keringat berlebih yang tidak disebabkan oleh kondisi medis lain, juga bukan merupakan efek samping dari obat-obatan.

Hiperhidrosis fokal primer terjadi pada area tubuh yang sangat spesifik atau fokal. Keringat berlebih bisa terjadi hanya pada bagian tertentu seperti kepala, ketiak, telapak tangan, atau kaki. Sementara hiperhidrosis dapat terjadi di bagian tubuh mana pun, ada banyak kelenjar keringat di wajah dan kulit kepala. Area tubuh yang berkeringat biasanya relatif simetris yang berarti bahwa kedua sisi kiri dan kanan tubuh terpengaruh secara serupa.

Hiperhidrosis fokal primer termasuk kelainan langka. Gejala hiperhidrosis primer biasanya dimulai selama masa kanak-kanak atau pubertas dan mungkin sering, meskipun tidak selalu, bertahan sepanjang hidup.

Penyebab pasti dari hiperhidrosis primer tidak diketahui. Keringat berlebih bisa muncul ketika mengalami reaksi tinggi terhadap rangsangan tertentu yang dapat menyebabkan berkeringat seperti kecemasan, sakit, olahraga, ketegangan. Penyebab keringat berlebih di kepala bukan sebuah tanda adanya penyakit serius.

Penyebab keringat berlebih di kepala: Hiperhidrosis umum sekunder

ilustrasi keringat/unsplash

Penyebab keringat berlebih di kepala selanjutnya adalah hiperhidrosis umum sekunder. Kondisi ini ditandai dengan keringat berlebih yang lebih luas, tak cuma pada satu bagian tubuh. Jenis keringat berlebih ini disebabkan oleh kondisi medis lain atau merupakan efek samping dari pengobatan.

Kondisi ini bisa menjadi penyebab keringat berlebih di kepala jika seseorang juga mengalami keringat berlebih di bagian tubuh lainnya. Ada berbagai faktor yang bisa menimbulkan hiperhidrosis umum sekunder. Jika hiperhidrosis primer muncul saat kanak-kanak dan remaja, hiperhidrosis umum sekunder bisa muncul saat usia dewasa.

Penyebab keringat berlebih di kepala: Hiperhidrosis umum sekunder

Ilustrasi Foto Berkeringat (iStockphoto)

Berbagai kondisi kesehatan bisa menjadi penyebab hiperhidrosis umum sekunder. Berikut sejumlah faktor yang menjadi penyebab keringat berlebih:

Obat

Menurut Mayo Clinic, beberapa obat, termasuk antibiotik tertentu, beberapa obat tekanan darah, beberapa obat psikiatris, dan bahkan suplemen yang dijual bebas dapat menyebabkan keringat ketika tidak melakukan aktivitas berat.

Hipertiroidisme

Penyebab keringat berlebih selanjutnya adalah masalah tiroid. Tiroid merupakan kelenjar kecil berbentuk kupu-kupu di leher yang berperan dalam keseimbangan tubuh. Tiroid yang terlalu aktif atau hipertiroidisme dapat meningkatkan proses metabolisme dan membuat tubuh mengeluarkan keringat berlebihan.

Menopause

Masa menopause dan perimenopause seringkali membuat wanita memiliki keringat berlebih. Ini karena tubuh bereaksi terhadap perubahan kadar hormon. Pergeseran dalam estrogen memiliki efek langsung pada pengaturan kontrol suhu tubuh, dan beberapa orang mungkin lebih rentan mengalami keringat berlebih.

Diabetes

Keringat berlebih seringkali menjadi respons terhadap gula darah rendah. Kondisi ini merupakan risiko khusus bagi penderita diabetes. Bagi seseorang yang menderita diabetes, keringat yang banyak dapat menandakan hipoglikemia atau gula darah rendah.

Penyakit kronis

Penyakit jantung, paru-paru dan beberapa jenis kanker juga bisa menjadi penyebab keringat berlebih. Kondisi ini biasanya disertai dengan gejala lainnya.

Tips mengatasi keringat berlebih di kepala

Tips mengatasi keringat berlebih di kepala

Selain obat-obatan, keringat berlebih bisa diatasi dengan pola hidup sehat. Berikut cara mengatasi keringat berlebih di kepala menurut Healthline:

- sering mandi untuk mengurangi bakteri dan menjaga kelembaban kulit.

- oleskan antiperspirant sebelum tidur dan di pagi hari

- simpan handuk lembut, penyerap di tas, meja, atau tempat yang mudah dijangkau untuk membantu mengeringkan keringat berlebih.

- menggunakan bedak wewangian untuk membantu menyerap kelembapan.

- menghindari makanan pedas dan kafein, yang keduanya dapat meningkatkan keringat.

- menghindari suhu panas atau berpakaian terlalu hangat

- mengenakan kain yang bisa bernapas dan tidak lembap

- minum cukup cairan

- membawa kipas genggam kecil untuk membantu menjaga wajah tetap dingin dan kering.

- makan dengan porsi lebih kecil untuk membantu mengatur pencernaan.