6 Penyebab Sakit saat Menelan dan Cara Mengatasinya

Liputan6.com, Jakarta Sakit saat menelan merupakan masalah umum yang dialami saat sedang sakit. Proses menelan melibatkan banyak otot dan saraf di mulut, tenggorokan, dan kerongkongan. Istilan medis sakit saat menelan adalah odinofagia.

Rasa sakit saat menelan merupakan gejala ringan yang dapat hilang. Namun, rasa sakit ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan. Rasa sakit saat menelan bisa menandakan sejumlah gangguan kesehatan.

Penyebab sakit saat menelan ini kebanyakan dipicu oleh masalah pernapasan dan pencernaan. Beberapa penyakit dan kondisi yang menyebabkan infeksi, peradangan, dan sumbatan pada tenggorokan, mulut, atau kerongkongan dapat menyebabkan ketidaknyamanan menelan.

Tergantung pada penyebabnya, gejala tambahan bisa muncul bersamaan dengan rasa sakit saat menelan ini. Berikut penyebab rasa sakit saat menelan dan cara mengatasinya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (13/2/2020).

Radang tenggorokan

Ilustrasi radang tenggorokan (sumber: iStock)

Radang tenggorokan adalah salah satu penyebab nyeri paling umum saat menelan. Radang tenggorokan merupakan peradangan yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pyogenes, atau streptokokus grup A. Radang tenggorokan bisa menimbulkan rasa gatal, perih, dan sakit saat menelan.

Radang tenggorokan juga ditandai dengan pembengkakan, rasa sakit dan bintik merah di langit-langit mulut, dan demam. Dalam kebanyakan kasus, sakit tenggorokan tidak memerlukan perawatan dan akan sembuh dalam waktu seminggu.

Flu

Ilustrasi bersin/copyright shutterstock

Flu dan gangguan sinus bisa menyebabkan sakit saat menelan. Influenza, atau flu, adalah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh infeksi virus. Flu akan ditandai dengan gejala lainnya seperti pilek dan batuk.

Sementara untuk infeksi sinus membuat tubuh terus-menerus berusaha membersihkan tenggorokan dari drainase. Proses ini dapat menyebabkan iritasi pada tenggorokan dan membuat rasa sakit saat menelan.

Batuk kronis

Batuk Berkepanjangan / Sumber: iStockphoto

Batuk yang berlangsung delapan minggu atau lebih disebut batuk kronis. Batuk kronis bisa berdahak atau kering dan menganggu tenggorokan. Penyebab umum batuk kronis termasuk asma, alergi, penyakit refluks gastroesofagus (GERD), atau bronkitis.

Gejala batuk kronis dapat menyebabkan sakit tenggorokan, bersin, sesak napas, dan heartburn. Perawatan untuk batuk kronis tergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Epiglotitis

(Sumber: iStockphoto)

Epiglottitis adalah peradangan pada epiglottis yang dapat disebabkan oleh infeksi atau penyebab lain. Epiglotitis yang merupakan lipatan di belakang tenggorokan yang mencegah makanan turun ke tenggorokan. Jika epiglottis membengkak, ia dapat menghalangi jalan napas. Ini dapat menyebabkan kesulitan bernapas yang serius.

Epiglotitis dapat menyebabkan rasa sakit saat menelan. Selain itu, gejala epiglottis juga berupa demam tinggi, produksi air liur yang berlebih dan suara serak atau teredam. Epiglotitis disebabkan oleh baketi, jamur, atau virus.

Esofagitis

Esofagitis (Sumber: iStockphoto)

Esofagitis adalah peradangan pada kerongkongan atau eksofagus. Penyebab esofagitis yang paling umum adalah penyakit refluks lambung. Kondisi ini memungkinkan asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan. Perawatan berfokus pada menghilangkan penyebab peradangan dan memastikan untuk menghindari pemicu, seperti makanan atau alergen tertentu.

Esofagitis menyebabkan sakit saat menelan dan menyebabkan berbagai gejala diantaranya sakit dada, sakit perut, suara serak, batuk, dan mual. Dalam beberapa kasus yang parah, esofagitis yang tidak diobati dapat menyebabkan perubahan pada struktur dan fungsi kerongkongan.

Amandel

Gejala Amandel (Sumber: iStockphoto)

Radang amandel juga merupakan penyebab umum rasa sakit saat menelan. Amandel merupakan dua kelenjar getah bening di bagian belakang tenggorokan. Radang ini disebabkan oleh infeksi bakteri. Amandel adalah garis pertahanan pertama melawan potensi penyakit dan infeksi. Untuk alasan ini, amandl dapat dengan mudah terinfeksi.

Rasa sakit saat menelan yang disebabkan oleh amandel juga disertai pembengkakan amandel, bintik-bintik putih atau kuning pada amandel, bau mulut, dan demam.

Cara mengatasi nyeri saat menelan

Ilustrasi minum teh./Copyright pexels.com/@thiago-s-fotografias

Minum air hangat

Minuman hangat, seperti teh herbal, dapat membantu mengurangi rasa sakit saat menelan. Hindari minum cairan terlalu panas karena dapat mengiritasi tenggorokan. Selain membuat terhidrasi, minum setidaknya delapan gelas air per hari juga menenangkan dan melembabkan tenggorokan.

Berkumur dengan air garam

Berkumur dengan air garam hangat dapat membantu meredakan sakit tenggorokan dan memecah sekresi. Air garam juga dikenal untuk membantu membunuh bakteri di tenggorokan. Air garam dapat mengurangi peradangan dan membuat menelan tidak terlalu menyakitkan. Buat larutan air asin dengan setengah sendok teh garam dalam segelas penuh air hangat.

Cara mengatasi nyeri saat menelan

Ilustrasi Foto Madu (iStockphoto)

Hirup udara lembab

Menghirup udara lembab ini dapat meredakan radang tenggorokan dan meredakan sakit tenggorokan. Menggunakan humidifier bisa membantu mendapatkan kelembapan udara. Humidifier adalah mesin yang mengubah air menjadi uap air yang secara perlahan mengisi udara.

Madu

Madu dapat membantu mengurangi peradangan dengan melapisi tenggorokan dan meredakan rasa sakit. Madu bisa dikonsumsi secara langsung atau dimasukkan ke dalam makanan dan minuman.