6 Penyebab Virus Corona COVID-19 Bermutasi, Simak Penjelasannya

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Mutasi yang dialami oleh virus Corona seperti SARS-CoV-2 merupakan hal yang wajar. Penyebab virus Corona COVID-19 bermutasi yang utama adalah upayanya untuk bisa bertahan hidup di dalam inang seperti tubuh manusia.

Ahli genomika molekuler, Riza Putranto saat dihubungi Liputan6.com mengatakan bahwa mutasi virus terus terjadi karena virus ingin berlama-lama ada di muka bumi.

Mutasi SARS-CoV-2 disebut terjadi acak. Secara alamiah, mutasi akan terjadi dan memunculkan perubahan di dalam material genetikanya untuk menyesuaikan diri dengan inang. Virus yang baik adalah mereka yang bisa lebih lama bertahan hidup.

Penyebab virus Corona COVID-19 bermutasi dan bisa bertahan dalam waktu yang lama adalah karena persebaran yang semakin masif. Ditambah materi genetik virus SARS-CoV-2 adalah tunggal dan membuatnya cukup stabil untuk bermutasi.

Meski stabil dan begitu banyak faktor penyebab virus Corona COVID-19 bermutasi, ilmuwan mengatakan virus corona mengalami mutasi sangat lambat daripada virus flu lain. Mutasi virus yang terjadi, juga belum tentu membuat virus lebih mematikan ataupun lebih lemah.

Berikut Liputan6.com ulas enam penyebab virus Corona COVID-19 bermutasi dari berbagai sumber, Senin (8/2/2021).

Materi Genetiknya Tunggal

Gambar ilustrasi diperoleh pada 27 Februari 2020 dengan izin dari Food and Drug Administration AS menunjukkan Virus Corona COVID-19. (US Food and Drug Administration/AFP)
Gambar ilustrasi diperoleh pada 27 Februari 2020 dengan izin dari Food and Drug Administration AS menunjukkan Virus Corona COVID-19. (US Food and Drug Administration/AFP)

Penyebab virus Corona COVID-19 bermutasi yang pertama karena materi genetiknya tunggal. Mutasi yang dialami oleh virus Corona merupakan perubahan pada materi genetik yang dapat memengaruhi strukturnya.

Bila struktur virus berubah maka cara kerja virus akan mengalami perubahan juga. Mutasi dari virus Corona terjadi ketika melakukan replikasi dalam sel tubuh manusia.

Virus Corona atau SARS-CoV-2 adalah jenis virus RNA (ribonucleic acid) dengan materi genetik berantai tunggal. Dari struktur inilah yang menjadikan penyebab virus Corona COVID-19 bermutasi dengan mudah.

Meski demikian perlu dipahami juga bahwa frekuensi mutasi virus Corona sangat stabil. Maksudnya, mutasi yang dialaminya tidak lebih cepat daripada virus influenza yang terkenal sangat sering bermutasi dan membuat vaksinnya perlu diganti setiap tahun.

Persebaran yang Terjadi

Seorang wanita yang mengenakan masker berjalan melewati Bata Shoe Museum yang tutup di Toronto, Kanada, 23 November 2020. Kanada telah mengonfirmasi total 337.555 kasus COVID-19 dan 11.521 kematian. (Xinhua/Zou Zheng)
Seorang wanita yang mengenakan masker berjalan melewati Bata Shoe Museum yang tutup di Toronto, Kanada, 23 November 2020. Kanada telah mengonfirmasi total 337.555 kasus COVID-19 dan 11.521 kematian. (Xinhua/Zou Zheng)

Penyebab virus Corona COVID-19 bermutasi yang kedua karena persebaran yang sudah terjadi. Bila dihitung, pandemi COVID-19 hampir berlangsung selama satu tahun lamanya. Di negara awal mula kasus infeksi terjadi, yakni China, terhitung sudah lebih dari satu tahun.

Semakin lama durasi wabah dan penyebaran virus tidak bisa dikendalikanlah yang menjadikannya sebagai penyebab virus Corona COVID-19 bermutasi. Hal ini membuat potensi mutasinya disebut menjadi semakin tinggi.

Kebenaran antara persebaran dan mutasi ini diperkuat dengan pernyataan dari Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, Selasa (12/1), di Jenewa, Swiss.

“Makin banyak virus yang menyebar, makin tinggi potensinya untuk terjadi perubahan baru pada virus corona,” dia menerangkan.

Di Indonesia sendiri kasus persebaran sudah mencapai angka lebih dari satu juta. Penambahan kasus masih terus terjadi, selama masih ada penyebaran yang tidak terkendali, kesempatan untuk virus bermutasi juga akan masih tetap ada.

Upaya Virus Bertahan Hidup

Gambar ilustrasi Virus Corona COVID-19 ini diperoleh pada 27 Februari 2020 dengan izin dari Centers For Desease Control And Prevention (CDC). (AFP)
Gambar ilustrasi Virus Corona COVID-19 ini diperoleh pada 27 Februari 2020 dengan izin dari Centers For Desease Control And Prevention (CDC). (AFP)

Penyebab virus Corona COVID-19 bermutasi yang ketiga adalah bagian dari upayanya untuk bertahan hidup. Mutasi virus Corona sama seperti virus yang lainnya, yakni tidak bisa dihindari dan pasti terjadi dengan perubahan pada materi genetik.

Dapat dikatakan bahwa mutasi virus Corona adalah hal yang wajar dan bisa terjadi karena banyak faktor pendukungnya. Penyebab virus Corona COVID-19 bermutasi yang khusus adalah genetik ras, keturunan, patogen, mikroorganisme penyebab penyakit lain dalam tubuh manusia, dan masih banyak lagi lainnya.

Penyebab virus Corona COVID-19 bermutasi merupakan upayanya untuk bisa beradaptasi dan bertahan hidup dalam inangnya (tubuh manusia). Menurut penjelasan dari para ahli, mutasi adalah hal wajar yang pasti dialami virus lain, tidak hanya virus corona SARS-CoV-2.

Meski demikian, menurut para ilmuwan virus corona mengalami mutasi sangat lambat daripada virus flu lain. Faktor pendukung mutasi yang selama ini terjadi, yakni karena rendahnya tingkat kekebalan alami di populasi, belum tersedia vaksin yang memadai, dan belum ada pengobatan yang efektif.

Sifat Alamiah dari Virus

Gambar ilustrasi ini dengan izin dari National Institutes of Health pada 27 Februari 2020. Menunjukkan mikroskopis elektron transmisi SARS-CoV-2 juga dikenal sebagai 2019-nCoV, virus yang menyebabkan Corona COVID-19. (AFP/National Institutes of Health).
Gambar ilustrasi ini dengan izin dari National Institutes of Health pada 27 Februari 2020. Menunjukkan mikroskopis elektron transmisi SARS-CoV-2 juga dikenal sebagai 2019-nCoV, virus yang menyebabkan Corona COVID-19. (AFP/National Institutes of Health).

Penyebab virus Corona COVID-19 bermutasi yang keempat adalah karena sifat alaminya. Virus merupakan metaorganisme yang memiliki kemampuan untuk berevolusi. Kemampuan ini ditunjukkan dalam proses mutasi.

Mutasi merupakan hal yang sangat alami dan virus Corona sebagai makhluk hidup pasti mengalaminya. Hal ini membuat penyebab virus Corona COVID-19 bermutasi tidak dapat terelakkan.

Dosen dan Peneliti Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati di Institut Teknologi Bandung (ITB), Husna Nugrahapraja Ph.D. mengatakan kepada media tentang laju mutasi virus SARS-CoV-2.

Virus ini memiliki hampir 30.000 huruf basa nukleotida (sekumpulan gen). Apabila virus corona bertahan selama 1 bulan, maka di bulan berikutnya, 1-2 huruf basa nukleotidanya akan berubah dan menyebabkan mutasi.

Perubahan Suhu

Ilustrasi ilmuwan meneliti varian mutasi virus corona COVID-19. (Photo by Trnava University on Unsplash)
Ilustrasi ilmuwan meneliti varian mutasi virus corona COVID-19. (Photo by Trnava University on Unsplash)

Penyebab virus Corona COVID-19 bermutasi yang kelima adalah perubahan suhu. Di mana pun virus berada, dia akan selalu bisa menyesuaikan diri untuk bereplika. Entah itu dalam suhu panas maupun dingin.

Dilansir dari laman Klikdokter.com, dr. Astrid Wulan Kusumoastuti mengatakan bahwa baik suhu panas maupun suhu dingin akan sama-sama membuat virus mengalami mutasi.

“Misalnya, suhu panas bisa membuat virus bermutasi jadi lebih tahan suhu panas. Lalu, suhu dingin bisa membuat virus bermutasi jadi lebih tahan suhu dingin,” jelasnya.

Namun tenang, meski perubahan suhu merupakan penyebab virus Corona COVID-19 bermutasi, tetapi tidak akan memengaruhi kualitas virus itu sendiri. dr. Astrid menegaskan mutasi tidak melulu membuat virus akan menjadi lebih mematikan.

“Mutasi virus bisa saja mengubah karakter sederhana pada virus itu sendiri, misalnya cara penularannya, kemampuan bertahan di lingkungan, dan lain sebagainya,” ujar dr. Astrid.

Campur Tangan Perantara Virus

Ilustrasi Virus Corona 2019-nCoV (Public Domain/Centers for Disease Control and Prevention's Public Health Image)
Ilustrasi Virus Corona 2019-nCoV (Public Domain/Centers for Disease Control and Prevention's Public Health Image)

Penyebab virus Corona COVID-19 bermutasi yang terakhir adalah campur tangan perantara dari virus. Perantara yang dimaksud adalah inang atau tubuh manusia yang membuatnya mudah menggandakan diri.

“Faktor dari vektor atau perantara virus, misalnya manusia dan hewan juga bisa jadi penyebab mutasi virus corona. Virus memanfaatkan sel tubuh untuk bereplikasi (memperbanyak diri),” kata dr. Astrid.

Pada dasarnya perubahan kecil dari mutasi yang terjadi dalam tubuh manusia, lama-kelamaan akan menjadi besar. Begitu juga virus akan mudah mengenali sistem kekebalan tubuh dan bermutasi menjadi lebih baik.

Menurut dr. Astrid materi genetik tubuh manusia sebagai inang dan penyebab virus Corona COVID-19 bermutasi pasti ada yang terbawa saat proses berlangsung hingga membuat replikanya mengalami perubahan atau mutasi.

Ketika berada dalam tubuh, virus Corona akan berkembang biak dengan mengeluarkan materi genetiknya (RNA dan DNA) ke sel-sel sehat tubuh yang menjadi inangnya. Agar bisa menghambat mutasi virus, imunitas tubuh yang menjadi inang harus diperkuat.