6 Perawatan Mandiri dari Ginekolog untuk Mengatasi ‘Premenstrual Dysphoric Disorder’

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sebagian besar wanita pasti sudah akrab dengan rasa cemas, sakit kepala, nyeri pada payudara, perubahan suasana hati, atau gejala tidak nyaman lain yang muncul bersamaan dengan Premenstrual Syndrome (PMS). Namun, apabila gejala-gejala tersebut semakin ekstrem kemungkinan Anda mengalami Premenstrual Dysporic Disorder (PMDD).

Dilansir dari Byrdie, seorang dokter kandungan dan ahli endokrin reporduksi, Aimee Eyvazzadeh menyarankan untuk mengunjungi tenaga ahli apabila sudah dirasakan gejala PMS yang lebih ekstrem.

“Langkah awal terbaik adalah memastikan kondisi yang dirasakan dengan menemui dokter yang berpengalaman dan dapat membuat nyaman para wanita ketika melakukan perawatan Premenstrual Dysporic Disorder,” ujar Aimee Eyvazzadeh.

Setelah melakukan langkah awal tersebut, lanjutkan dengan lakukan pemeriksaan lebih mendalam pada gejala-gejala yang dirasakan. Tujuannya untuk mendeteksi ada atau tidak penyakit lain yang timbul akibat gejala tersebut.

“Selanjutnya, temui dokter untuk meninjau gejala yang dirasakan secara lebih detail dan lakukan pemeriksaan darah untuk memastikan hipotiroidisme (kekurangan hormon tiroid) tidak terlewat ketika pemeriksaan,” Aimee Eyvazzadeh menambahkan.

Keenam perawatan mandiri berikut ini dapat diterapkan untuk mengurangi dan mengatasi gejala Premenstrual Dysporic Disorder.

Ubah Diet Anda

Makanan yang dikonsumsi sehari-hari berhubungan dengan suasana hati yang muncul.

“Konsumsi karbohidrat baik untuk wanita yang mengalami Premenstrual Dysporic Disorder. Karena, karbohidrat mampu meningkatkan kadar insulin dalam tubuh dan triptofan yang nantinya berubah menjadi serotonin,” kata Lucky Sekhon, Ahli endokrinologi reproduksi dan spesialis infertilitas.

Serotonin sendiri merupakan zat kimia neurotransmitter (perasaan senang) yang secara tidak langsung mengontrol suasana hati, nafsu makan, pola tidur, perilaku sosial, dan lainnya.

Baiknya konsumsi karbohidrat dari biji-bijian dan hindari gula atau karbohidrat olahan. Karena, konsumsi terlalu banyak gula justru akan menurunkan serotonin dalam tubuh.

Selain konsumsi biji-bijian, mengonsumsi multivitamin dengan kandungan vitamin B6, vitamin E, vitamin D, dan magnesium dapat membantu meningkatkan suasana hari wanita penderita Premenstrual Dysporic Disorder menjadi lebih baik.

Konsumsi Pil KB

Menurut Obgyn Heater Irobunda, konsumsi pil KB dapat meredakan gejala Premenstrual Dysporic Disorder. Cara kerja pil KB adalah dengan menekan ovulasi, sehingga membuat kadar hormon dalam tubuh wanita lebih stabil.

Terapi

Terapi perilau merupakan salah satu pengobatan yang disarankan untuk mengatasi meredakan gejala Premenstrual Dysporic Disorder. Terapi dapat dengan mudah digabungkan dengan metode penyembuhan lain dari keenam daftar ini.

Akupuntur

Hasil studi ilmiah menemukan bahwa akupuntur dan pengobatan herbal dapat mengurangi gejala Premenstrual Dysporic Disorder. Akupunktur bermanfaat untuk mengatasi perasaan cemas dan disforia terkait gejala PMDD.

Yoga

Sebuah penelitian di Taiwan menunjukkan bahwa yoga berkaitan dengan peningkatan fungsi tubuh, penurunan rasi sakit akibat nyeri haid, nyeri payudara, pembengkakan perut, kram perut, dan keringat dingin.

Puasa

“Berpuasa selama fase luteal (tahap akhir siklus menstruasi) dapat membantu meningkatkan fungsi sistem saraf otonom, juga meningkatkan bagian parasimpatis yang mamu menenangkan dan mengurangi komponen simpatis dan stres,” kata Felice Gersh, Obgym dan Pendiri Medical Group of Irvine.

Penulis: Rissa Sugiarti

Infografis Tips Mencuci Masker Kain

Infografis 3 Tips Cuci Masker Kain untuk Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 3 Tips Cuci Masker Kain untuk Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)

Simak Juga Video Berikut Ini