6 Perkembangan Terkini Korban Sriwijaya Air SJ 182

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Memasuki hari keempat, Tim SAR gabungan kembali mengevakuasi korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di sekitar Kepulauan Seribu, Sabtu, 9 Januari 2021.

Hingga Selasa (12/1/2021) siang, empat kantong jenazah kembali ditemukan.

"Saat ini empat kantong body part korban, satu kantong berisi perlengkapan pribadi korban, satu kantong berisikan serpihan pesawat," tutur Komandam KRI Tenggiri-865 Mayor Laut Tony Hermawan di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (12/1/2021)

Sehari sebelumnya, sebanyak 74 kantong jenazah korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Sriwijaya Air. Dengan temuan hari ini, maka total sementara menjadi 78 kantong yang telah dikumpulkan.

Seperti diketahui, sebelum dilaporkan jatuh di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, pesawat jenis Boeing 737-500 itu dilaporkan tengah membawa 62 orang. Mereka terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru.

Pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu sempat hilang kontak pada pukul 14.40 WIB, begitu 4 menit lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Berikut sederet perkembangan terkini dari para korban Sriwijaya Air SJ 182 yang dihimpun Liputan6.com:

Evakuasi 4 Kantong Jenazah, 12 Januari

Pada hari ini, Selasa (12/1/2021), Tim SAR kembali mengevakuasi enam kantong jenazah yang dibawa ke Dermaga JICT 2 Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Dari enam kantong tersebut, empat di antaranya berisi bagian tubuh korban Sriwijaya Air.

Usai diturunkan, pengecekan isi kantong hasil evakuasi Sriwijaya Air SJ 182 kembali dilakukan. Keseluruhannya diperiksa dengan ditutupi sekat yang memang sudah disediakan.

Direktur Operasi Basarnas, Rasman menambahkan, pihaknya akan bergegas menindaklanjuti temuan terbaru itu.

"Kami berikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada KRI Tenggiri. Kita serahkan kepada DVI dan KNKT untuk berikan kesempatan untuk mendalami lebih lanjut," jelasnya.

Sampel DNA Keluarga Dipastikan Terkumpul

Sementara itu, di Posko Ante Mortem RS Polri, Jakarta Timur, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, bahwa pihaknya akan memastikan proses identifikasi korban Sriwijaya Air SJ 182 berjalan lancar sesuai prosedur.

"Saya memastikan seluruh sampel DNA keluarga korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 akan segera terkumpul hari ini," kata Budi di Posko Ante Mortem RS Polri, Jakarta Timur, Selasa (12/1/2021).

Menurut data diterima Budi, saat ini telah terkumpul 59 sampel DNA dari keluarga korban. Sehingga Budi optimis, karena hanya kurang 3 sampel lagi untuk melengkapi sejumlah total data manifes SJ 182.

"Masih kurang tiga (sampel DNA), tapi info dari Sriwijaya akan dikirim hari ini jadi lengkap 62 sampel DNA (sesuai jumlah penumpang)," jelas dia.

Tim DVI Polri Terima 56 Kantong Jenazah Korban

Sementara itu, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati telah menerima 56 kantong jenazah korban jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182. Puluhan kantong jenazah itu diterima pukul 09.00 WIB.

"Selain kantong jenazah, Tim DVI juga telah menerima 8 kantong properti," kata Karo Penmas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono saat jumpa pers di RS Polri Bhayangkara Said Sukanto, Jakarta Timur, Selasa (12/1/2021).

Rusdi melanjutkan, Tim DVI Polri juga telah menerima 58 sampel DNA dari keluarga korban yang nantinya akan dicocokkan dengan jenazah yang sudah ditemukan.

4 Korban Telah Teridentifikasi

Hingga saat ini, Tim DVI Polri baru mengungkap satu korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air bernomor penerbangan SJ-182.

Adapun nama korban ialah Okky Bisma seorang warga Kramat Jati, Jakarta Timur, DKI Jakarta.

Okky merupakan korban pertama yang berhasil diidentifikasi. Mengacu pada manifes, Okky merupakan pria kelahiran Jakarta 1991. Data-data tersebut dikatakan cocok dengan yang terdapat dalam data E-KTP milik Dukcapil.

Selain Oki, belum lama ini,Tim DVI kembali mengidentifikasi tiga korban. Salah satunya bahkan Co-Pilot Sriwijaya Air, bernama Fadli Satrianto.

Sementara, dua lainnya atas nama Asy Habul Yamin dan Khasanah. Korban Khasanah berjenis kelamin perempuan dan bergama Islam. Dia beralamat di Gang Lentoro Jalur III, RT 05/05, Kecamatan Pontianak Barat, Kalimantan Barat.

Sementara, Asy Habul Yamin, kelahiran Sintang, 31 Mei 1984, berjenis kelamin pria dan beragama Islam. Dia tinggal di Pesanggrahan.

Jasa Raharja Beri Santunan Sebesar Rp 50 Juta

Sementara itu, pihak Jasa Raharja menyatakan telah memberikan santunan asuransi kecelakaan dalam perjalanan, terhadap korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang telah teridentifikasi.

"Kami telah serahkan santunan kepada ahli waris korban Sriwijaya Air yang telah teridentifkasi," kata Direktur Operasional PT Jasa Raharja Amos Sampetoding di RS Polri Bhayangkara Said Sukanto, Jakarta Timur, Selasa (12/1/2021).

Terkait besaran santunan, Amos melanjutkan, hal tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 15 tahun 2017. Dia berjanji proses pemberian santunan ini akan dilakukan secara cepat.

"Santunan sesuai dengan aturan Menkeu tidak beda tiap korban, sebesar Rp 50 juta per korban," jelas Amos.

Dukcapil Siap Permudah Akta Kematian Korban

Selain itu, Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh, menyatakan siap menerbitkan akta kematian untuk korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang sudah teridentifikasi, atas nama Okky Bisma.

Nantinya, akta akan langsung diserahkan kepada perwakilan keluarga korban.

"Dari data yang sudah masuk, kami menerbitkan akta kematian atas nama Bapak Okky Bisma dan hari ini akan kami serahkan kepada keluarga yang mewakili korban," saat jumpa pers di RS Polri Bhayangkara Said Sukanto, Jakarta Timur, Selasa (12/1/2021).

Zudan melanjutkan, akta kematian nantinya dapat digunakan keluarga korban Sriwijaya Air untuk diteruskan ke pihak Jasa Raharja sebagai administrasi santunan yang akan diberikan.

(Muhammad Sulthan Amani)

Saksikan video pilihan di bawah ini: