6 Pernyataan hingga Cerita Jokowi pada Hardiknas 2021

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pada Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan sejumlah pernyataan.

Salah satunya menurut Jokowi, masa pandemi menjadi koreksi total bagi pendidikan di Indonesia. Masa pandemi Covid-19 juga jangan menjadi penghalang untuk mencapai kemajuan.

"Kondisi pandemi ini harus juga kita manfaatkan mengevaluasi mengkoreksi total pendidikan kita, pandemi juga jangan menjadi penghalang untuk mencapai kemajuan," ujar Jokowi dalam podcast Hardiknas 2021 bersama Mendikbud Ristek Nadiem Makarim, Minggu, 2 Mei 2021.

Kemudian, Jokowi juga mendorong para guru di Indonesia menjadi kreatif dan inovatif. Menurutnya, kondisi pandemi Covid-19 harus dimanfaatkan untuk mengkoreksi totok pendidikan di tanah air.

"Guru-guru dituntut betul-betul untuk kreatif dan inovatif, kondisi pandemi ini harus juga kita manfaatkan untuk mengevaluasi, mengoreksi total dunia pendidikan kita," kata Jokowi.

Tak hanya itu, Jokowi juga sempat bercerita kala dirinya masih sekolah. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku dirinya saat SD, SMP, SMA maupun kuliah adalah tipe pelajar yang tidak mau kalah.

Artinya, kata Jokowi, ketika melihat temannya belajar satu jam, dirinya akan belajar lebih lama.

Berikut sederet pernyataan Jokowi saat Hari Pendidikan Indonesia (Hardiknas) dihimpun Liputan6.com:

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Sebut Masa Pandemi Covid-19 Jadi Koreksi Total Dunia Pendidikan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan laporan dari Kepala BNPB Doni Monardo tentang gempa Magnitudo 6,1 yang terjadi di Jawa Timur, 10 April 2021 kemarin. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan laporan dari Kepala BNPB Doni Monardo tentang gempa Magnitudo 6,1 yang terjadi di Jawa Timur, 10 April 2021 kemarin. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut, bahwa masa pandemi menjadi koreksi total bagi pendidikan di Indonesia. Masa pandemi Covid-19 juga jangan menjadi penghalang untuk mencapai kemajuan.

"Kondisi pandemi ini harus juga kita manfaatkan mengevaluasi mengkoreksi total pendidikan kita, pandemi juga jangan menjadi penghalang untuk mencapai kemajuan," kata Jokowi dalam podcast Hardiknas 2021 bersama Mendikbud Ristek Nadiem Makarim, Minggu, 2 Mei 2021.

Jokowi ingin cita-cita menciptakan sumber daya manusia unggul tidak terhenti. Dia ingin pendidikan berkualitas dapat merata ke seluruh Indonesia.

"Saya sangat berharap cita-cita untuk mencapai SDM unggul tidak terhenti agar pendidikan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia benar-benar dirasakan rakyat kita dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Pulau Rote," ucap dia.

Dorong Guru Jadi Kreatif dan Inovatif

Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (6/8/2019). Jokowi menyampaikan tak mau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 2015 terulang kembali. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (6/8/2019). Jokowi menyampaikan tak mau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 2015 terulang kembali. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jokowi juga mendorong para guru di Indonesia menjadi kreatif dan inovatif. Menurutnya, kondisi pandemi Covid-19 harus dimanfaatkan untuk mengkoreksi totok pendidikan di tanah air.

"Guru-guru dituntut betul-betul untuk kreatif dan inovatif, kondisi pandemi ini harus juga kita manfaatkan untuk mengevaluasi, mengoreksi total dunia pendidikan kita," kata Jokowi.

Ia mengatakan, cara-cara lama dalam pendidikan tidak bisa digunakan dalam masa pandemi. Maka dari itu, tenaga pendidik mesti adaptasi teknologi dan terus kreatif.

"Ini kalau kita gunakan cara-cara lama, ya pendidikan tidak bisa jalan di era pandemi ini, tidak akan bisa, perlu cara-cara baru, digital, hybrid. Dan kita harus cepat adaptasi, harus adaptif, kreatif dan ada inovasi-inovasi terus," pesan Jokowi.

Tetap Prioritaskan Guru Divaksinasi Covid-19

Presiden Joko Widodo atau Jokowi didampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berjalan bersama di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Selasa (30/6/2020). Jokowi melakukan kunjungan kerja ke beberapa wilayah di Jawa Tengah. (Liputan6.com/Gholib)
Presiden Joko Widodo atau Jokowi didampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berjalan bersama di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Selasa (30/6/2020). Jokowi melakukan kunjungan kerja ke beberapa wilayah di Jawa Tengah. (Liputan6.com/Gholib)

Lebih lanjut, Jokowi menargetkan vaksinasi Covid-19 untuk guru dan tenaga kependidikan harus sudah rampung pada akhir Juni 2021. Sebab, sekolah akan mulai melakukan pembelajaran tatap muka terbatas pada Juli 2021.

"Yang penting akhir Juni itu vaksinasi untuk pendidik dan tenaga kependidikan harus sudah selesai. Karena nanti (sekolah) tatap muka terbatasnya di bulan Juli kan," terang dia.

Dia menekankan bahwa para guru dan tenaga kependidikan harus mendapat vaksin Covid-19 agar mencapai herd immunity atau kekebalan komunal. Dengan begitu, para pengajar dapat terlindungi dari penyebaran Covid-19 dan aman saat melakukan sekolah tatap muka terbatas.

"Saya sampaikan ke Menteri Kesehatan beri prioritas dan dengan segala daya dan upaya kita ingin segera mengembalikan anak kita ke sekolah tapi juga jangan catatan harus aman dari Covid," jelasnya.

Kendati begitu, dia mengingatkan pembelajaran tatap muka terbatas harus diselenggarakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Mulai dari, memakai masker, mencuci tangan dengan rajin, dan menjaga jarak aman.

"Kalau nanti sudah mulai tatap muka terbatas betul-betul secara ketat harus menjalankan protokol kesehatan. Kita evaluasi setiap wilayah seperti apa dan setelah itu kita akan memutuskan lagi kebijakan ke depannya akan seperti apa," tutur Jokowi.

Minta Siswa Tak Henti Belajar

Presiden Jokowi saat memimpin rapat sidang kabinet paripurna membahas RAPBN Tahun 2018 di Istana Negara, Senin (24/7). Pada RAPBN 2018, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,4 persen sampai 6,1 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Presiden Jokowi saat memimpin rapat sidang kabinet paripurna membahas RAPBN Tahun 2018 di Istana Negara, Senin (24/7). Pada RAPBN 2018, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,4 persen sampai 6,1 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jokowi lantas meminta semua untuk tidak berhenti belajar walau sedang pandemi Covid-19. Menurutnya, kondisi ini justru digunakan untuk belajar secara mandiri dan menjadi pembelajar sejati.

Menurutnya, ilmu yang diberikan dari sekolah bisa menjadi usang. Tetapi, bila terus belajar maka akan relevan sepanjang zaman.

"Ilmu dari sekolah atau kampus itu bisa menjadi suatu saat menjadi usang jadul, tapi kalau selalu belajar sepanjang jaman ini akan terus bisa relevan," ucap Jokowi

Maka dari itu, Jokowi meminta untuk tidak pernah berhenti belajar. Dia mengajak bangsa menjadi pembelajar sepanjang hidup.

"Artinya memang kita harus belajar terus, menjadi pembelajar sepanjang hidup," kata eks Gubernur DKI Jakarta itu.

Cerita Jokowi saat Sekolah Tak Pernah Lelah Belajar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan laporan dari Kepala BNPB Doni Monardo tentang gempa Magnitudo 6,1 yang terjadi di Jawa Timur, 10 April 2021 kemarin. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan laporan dari Kepala BNPB Doni Monardo tentang gempa Magnitudo 6,1 yang terjadi di Jawa Timur, 10 April 2021 kemarin. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas)

Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi Nadiem Makarim menanyakan pengalaman Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika menjadi pelajar dan mahasiswa dulu. Dia bertanya bagaimana cara Jokowi saat menempuh pendidikan.

"Tipe pelajar apa Pak Presiden ketika masih sekolah dan waktu kuliah dulu?" tanya Nadiem saat Podcast Hardiknas 2021 bersama Presiden Jokowi.

Jokowi menjawab, bahwa dirinya saat SD, SMP, SMA maupun kuliah adalah tipe pelajar yang tidak mau kalah. Artinya, ketika melihat temannya belajar satu jam, dirinya akan belajar lebih lama.

"Habis Subuh misalnya temen saya belajar 30 menit saya satu jam, juara satu misalnya, oh saya melihat oh belajarnya satu jam, saya empat jam. Tidak mau kalah disitu maksud saya," ungkap Jokowi.

Jokowi bilang, tujuan belajarnya seperti itu guna mewujudkan cita-cita. Selain itu, ia juga aktif di kegiatan nonformal seperti pencinta alam.

"Jadi saya memang senang dan bisa belajar di mana saja, belajar kan tidak hanya di kampus, tetapi di alam pun kita juga sudah bisa belajar dan pendidikan yang kita peroleh di luar ruang kelas itu sama pentingnya dengan pendidikan yang kita terima di dalam kelas, kadang bisa lebih penting," tutur Jokowi.

Nadiem lalu bertanya kepada Kepala Negara apa hal khusus yang dilakukanketika menjadi pelajar dan mahasiswa. Jokowi menjawab bahwa dirinya selalu belajar dari kesalahan dan tak pernah putus asa.

"Saya selalu belajar dari kesalahan, kemudian juga tidak pernah putus asa. Dan saya senang yang namanya kompetisi, saya pikir itu juga yang membuat saya berani berwirausaha mulai dari nol sebelum menjadi pejabat publik," ungkap Jokowi.

Pesan agar Semua Berani Berbuat yang Lebih Baik

Presiden Joko Widodo atau Jokowi memeriksa kerusakan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pekanbaru, Riau, Selasa (17/9/2019). Tanpa mengenakan masker, Jokowi turun langsung ke lahan gambut yang sudah habis terbakar. (Handout/Indonesian Presidential Palace/AFP)
Presiden Joko Widodo atau Jokowi memeriksa kerusakan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pekanbaru, Riau, Selasa (17/9/2019). Tanpa mengenakan masker, Jokowi turun langsung ke lahan gambut yang sudah habis terbakar. (Handout/Indonesian Presidential Palace/AFP)

Jokowi menambahkan, bahwa seseorang akan sulit maju bila tidak berani berbuat sesuatu yang baik untuk perkembangan diri. Bahkan untuk sesama manusia.

"Dari dulu saya suka ingin tahu dan ingin tahunya secara detail. Lihat betul, pengennya gitu," kata dia.

Nadiem pun merasa sikap Jokowi terkait melihat hal dengan detail ia rasakan saat rapat bersama. Dia juga melihat Jokowi sering bertanya dan mencatat.

"Saya merasakan itu pak, meeting-meeting sama Pak Presiden waktu awal awal, setiap kali saya duduk Pak Presiden itu saya kira saya akan digurui, tapi ternyata Pak Presiden yang menanya begitu banyak pertanyaan dan selalu mencatat," ungkap Nadiem.

"Tapi apa Pak Presiden dari dulu memang seperti itu?" tanya Nadiem.

"Iya oleh karenanya sekarang pun juga sama seperti itu, kenapa saya cek ke lapangan setiap pekerjaan-pekerjaan secara detail, secara detail pun kadang masih meleset apa lagi tidak," jawab Jokowi lagi.

"Betul setuju sekali, Pak," timpal Nadiem.

Jokowi dan Pemimpin Dunia Disuntik Vaksin Covid-19

Infografis Jokowi dan Pemimpin Dunia Disuntik Vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Jokowi dan Pemimpin Dunia Disuntik Vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: