6 Pernyataan Jubir Satgas soal Perkembangan Terkini Corona di Indonesia

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Bakti Bawono Adisasmito membeberkan perkembangan terkini kasus Corona di Indonesia.

Salah satunya disampaikan Wiku, kasus positif Covid-19 dalam sepekan terakhir menurun.

Dia mengatakan, data 22 Agustus 2021, kasus positif Covid-19 mingguan berada di angka 125.102. Terjadi penurunan sebanyak 63.221 kasus dari data pekan sebelumnya mencapai 188.323 orang.

"Penurunan di minggu ini menandakan penurunan yang terjadi selama lima minggu berturut-turut. Ini adalah kabar baik yang perlu terus dipertahankan dan semakin diperbaiki lagi ke depannya," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan dalam YouTube Sekretariat Presiden, Kamis 26 Agustus 2021.

Selain itu menurut Wiku, saat kasus positif menurun, testing Covid-19 ikut merosot.

Pada 18 Juli 2021, testing Covid-19 mencapai 1.146.793 orang. Sementara dalam sepekan terakhir testing Covid-19 hanya mencapai 688.906 orang.

Berikut 6 pernyataan terkini Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Bakti Bawono Adisasmito soal perkembangan kasus Corona di Indonesia dihimpun Liputan6.com:

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Kasus Positif Covid-19 Turun

ilustrasi virus corona covid-19 copyright by diy13 (Shutterstock)
ilustrasi virus corona covid-19 copyright by diy13 (Shutterstock)

Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengatakan kasus positif Covid-19 dalam sepekan terakhir menurun.

Data 22 Agustus 2021, kasus positif Covid-19 mingguan berada di angka 125.102. Terjadi penurunan sebanyak 63.221 kasus dari data pekan sebelumnya mencapai 188.323 orang.

"Penurunan di minggu ini menandakan penurunan yang terjadi selama lima minggu berturut-turut. Ini adalah kabar baik yang perlu terus dipertahankan dan semakin diperbaiki lagi ke depannya," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan dalam YouTube Sekretariat Presiden, Kamis 26 Agustus 2021.

Testing Covid-19 Merosot Turun

Warga menjalani tes usap PCR COVID-19 di Puskesmas Kecamatan Duren Sawit, Jakarta, Kamis (22/7/2021). Peningkatan testing dan tracing di wilayah padat penduduk diharapkan bisa mempercepat upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Warga menjalani tes usap PCR COVID-19 di Puskesmas Kecamatan Duren Sawit, Jakarta, Kamis (22/7/2021). Peningkatan testing dan tracing di wilayah padat penduduk diharapkan bisa mempercepat upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Saat kasus positif menurun, testing Covid-19 ikut merosot. Pada 18 Juli 2021, testing Covid-19 mencapai 1.146.793 orang.

Sementara dalam sepekan terakhir testing Covid-19 hanya mencapai 688.906 orang.

"Namun, jumlah di minggu ini masih lebih tinggi tiga kali lipat dibandingkan jumlah orang yang diperiksa sebelum terjadi lonjakan kasus. Pada sebelum lonjakan kasus tepatnya pada 16 Mei 2021, jumlah orang yang diperiksa mingguan hanya sebesar 203.510 orang," papar Wiku.

Positivity Rate Menurun

Paramedis melakukan kegiatan testing PCR kepada warga yang pernah berhubungan dengan pasien positif COVID-19 di Puskesmas Cinere, Depok, Jawa Barat, Kamis (10/6/2021). Testing setelah tracing dilakukan kepada puluhan warga untuk meminimalisir penyebaran COVID-19. (merdeka.com/Arie Basuki)
Paramedis melakukan kegiatan testing PCR kepada warga yang pernah berhubungan dengan pasien positif COVID-19 di Puskesmas Cinere, Depok, Jawa Barat, Kamis (10/6/2021). Testing setelah tracing dilakukan kepada puluhan warga untuk meminimalisir penyebaran COVID-19. (merdeka.com/Arie Basuki)

Selain kasus positif dan testing, menurut Wiku, positivity rate mingguan di Indonesia juga menurun.

Pada periode 16 sampai 22 Agustus 2021, positivity rate hanya sebesar 18,15 persen.

Padahal pada puncak pandemi Covid-19 gelombang kedua yakni pada Juli lalu, positivity rate mingguan mencapai 30,54 persen.

"Meskipun sudah turun, angka (positivity rate) ini masih lebih tinggi sebelum lonjakan kasus kedua yaitu pada kisaran Juni yang hanya 9,44 persen," terang Wiku.

Hanya Jakarta yang Positivity Rate di Bawah 5 persen

Deretan gedung perkantoran di Jakarta, Senin (27/7/2020). Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta mengalami penurunan sekitar 5,6 persen akibat wabah Covid-19. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Deretan gedung perkantoran di Jakarta, Senin (27/7/2020). Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta mengalami penurunan sekitar 5,6 persen akibat wabah Covid-19. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Wiku mengatakan dari 34 provinsi di Indonesia, hanya DKI Jakarta yang memiliki positivity rate di bawah 15 persen.

Positivity rate merupakan persentase orang yang memiliki hasil tes positif Covid-19 dibandingkan jumlah orang yang dites.

Standar aman World Health Organization (WHO), positivity rate sebuah wilayah yang terdampak Covid-19 hanya 5 persen.

"Hanya DKI Jakarta (positivity rate) sudah berada di bawah 15 persen yaitu 11,7 persen," kata Wiku.

Sementara itu, tercatat ada 10 provinsi memiliki positivity rate di atas 30 persen. Yaitu, Sulawesi Tengah 31,7 persen, Sulawesi Utara 33,3 persen, Sumatera Utara 33,8 persen, Sulawesi Barat 34,0 persen dan Jawa Tengah 36,6 persen.

Kemudian, Kalimantan Tengah 38,6 persen, Kalimantan Selatan 39,9 persen, Jambi 44,5 persen, Lampung 46,9 persen dan Aceh 51,55 persen.

"Positivity rate Aceh 51,55 persen menjadi yang tertinggi di Indonesia," jabar Wiku.

33 Provinsi Alami Penurunan Kasus Positif Covid-19

Vaksinator menyiapkan vaksin COVID-19 dosis ketiga atau booster kepada tenaga kesehatan di RSUD Matraman, Jakarta, Jumat (6/8/2021). Pemberian vaksin dosis ketiga atau booster kepada tenaga kesehatan di Indonesia ditargetkan rampung pada pekan kedua Agustus 2021. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Vaksinator menyiapkan vaksin COVID-19 dosis ketiga atau booster kepada tenaga kesehatan di RSUD Matraman, Jakarta, Jumat (6/8/2021). Pemberian vaksin dosis ketiga atau booster kepada tenaga kesehatan di Indonesia ditargetkan rampung pada pekan kedua Agustus 2021. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Wiku menambahkan, ada 33 provinsi di Indonesia mengalami penurunan kasus positif Covid-19 pada periode 22 Agustus 2021 jika dibandingkan dengan 15 Agustus 2021.

Jawa Tengah menjadi provinsi yang paling banyak mengalami penurunan yaitu sebanyak 16.921 kasus, disusul Jawa Timur turun 6.410 kasus dan Jawa Barat turun 3.996 kasus.

"Hanya ada satu provinsi yang masih mengalami kenaikan kasus mingguan yaitu Aceh yang naik 429 kasus dibandingkan minggu sebelumnya," terang Wiku.

Bersamaan dengan meningkatnya kasus positif Covid-19, kesembuhan di Aceh menurun sebesar 1.291. Sedangkan kasus kematian Covid-19 di Kota Serambi Mekkah itu meningkat sebanyak 35.

Bed occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 Aceh juga meningkat, dari sebelumnya hanya 56 persen kini menjadi 59 persen.

Minta Pemda Koordinasi dengan Pemerintah Pusat

Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito meyakinkan pemerintah pastikan vaksin Corona akan tersedia untuk seluruh masyarakat Indonesia saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (15/12/2020). (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito meyakinkan pemerintah pastikan vaksin Corona akan tersedia untuk seluruh masyarakat Indonesia saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (15/12/2020). (Biro Pers Sekretariat Presiden)

kasus positif untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, terutama Kementerian Kesehatan. Pemerintah daerah juga harus terus meningkatkan testing Covid-19 di wilayahnya.

Mantan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia ini mengingatkan, positivity rate yang tinggi dapat terjadi karena testing Covid-19 yang rendah. Idealnya, testing Covid-19 dilakukan kepada 1 per 1.000 penduduk per minggu, sesuai standar WHO.

"Kemudian tekan kasus positif dengan meningkatkan pengawasan protokol kesehatan serta pengaturan kegiatan sosial ekonomi masyarakat," tandas Wiku.

(Deni Koesnaedi)

4 Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Covid-19

Infografis 4 Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis 4 Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel