6 Pernyataan Partai Demokrat Terkait Persiapan Pilpres 2024

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Perbincangan soal Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024 sudah mulai hangat diperbincangkan. Salah satunya Partai Demokrat yang mulai melakukan serangkaian persiapan menghadapi Pilpres 2024.

Disampaikan Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Kamhar Lakumani, partainya saat ini terus memonitor calon potensial untuk Pilpres 2024.

"Bagi Partai Demokrat, tahun 2021 hingga semester pertama 2022 masih menempatkan konsolidasi internal organisasi dan kerja-kerja nyata bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 sebagai skala prioritas," kata Kamhar lewat pesan, Minggu 10 Oktober 2021.

Pernyataan Kamhar itu merespons Partai Amanat Nasional (PAN) yang melirik empat tokoh eksternal untuk Pilpres 2024, yaitu Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Selain itu, Kepala Badan Komunikasi Strategis Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyampaikan, partainya menilai akan terjadi polarisasi di tengah masyarakat jika Pilpres 2024 hanya terdapat 2 calon. Polarisasi ini terjadi pada Pilpres 2014 dan 2019 lalu.

"Pengalaman pahit dua pilpres terakhir ini tentu jangan sampai kita ulang kembali di Pilpres 2024," ucap Herzaky.

Berikut sederet pernyataan Partai Demokrat terkait persiapan jelang Pilpres 2024 dihimpun Liputan6.com:

1. Masih Fokus Konsolidasi Internal

Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) berbincang dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu (tengah) di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Kamis (22/4/2021). (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) berbincang dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu (tengah) di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Kamis (22/4/2021). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Kamhar Lakumani menyebut, partainya saat ini terus memonitor calon potensial untuk Pilpres 2024. Demokrat, kata dia masih fokus konsolidasi internal organisasi.

Hal tersebut merespons Partai Amanat Nasional (PAN) melirik empat tokoh eksternal untuk Pilpres 2024, yaitu Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

"Bagi Partai Demokrat, tahun 2021 hingga semester pertama 2022 masih menempatkan konsolidasi internal organisasi dan kerja-kerja nyata bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 sebagai skala prioritas," kata Kamhar lewat pesan, Minggu 10 Oktober 2021.

"Kami juga tentunya terus memonitor perkembangan dan dinamika politik menuju 2024, termasuk figur-figur unggulan dan potensial yang terekam pada hasil berbagai lembaga survei," sambung dia.

2. Pastikan Demokrat Miliki Strategi

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan penghargaan kepada 35 pendiri dan fungsionaris senior partainya. (Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmoro)
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan penghargaan kepada 35 pendiri dan fungsionaris senior partainya. (Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmoro)

Menurut Kamhar, setiap partai punya strategi tersendiri dalam merespons dinamika politik menghadapi Pemilu 2024.

Dia mengatakan, parpol akan sangat memperhitungan kondisi internal masing-masing partai setelah memotret kekuatan dan kelemahannya.

Parpol juga memetakan kondisi ekternal untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman yang dihadapi.

"Perbedaan kondisi internal dan pembacaan atas kondisi eksternal inilah yang kemudian menjadi pembeda tiap-tiap partai dalam menyusun agenda strategis dan skala prioritas," ucap Lahmar.

3. Akan Sampaikan pada Waktunya

Ilustrasi Partai Demokrat (Liputan6.com / Abdillah)
Ilustrasi Partai Demokrat (Liputan6.com / Abdillah)

Kamhar mengatakan, pada saatnya nanti Partai Demokrat pasti akan menyampaikan kepada publik terkait sikap dan keputusan politik partai merespons tahun politik 2024.

"Tentunya dengan mempertimbangkan dan menjadikan kondisi internal organisasi sebagai referensi utama serta pemetaan atas dinamika politik di eksternal," pungkas dia.

4. Bisa Kembali Terjadi Polarisasi

Ketum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat mengibarkan  bendera Partai Demokrat usai terpilih secara aklamasi dalam Kongres V Partai Demokrat di JCC, Jakarta, Minggu (15/3/2020). AHY menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono menjadi ketum partai. (Liputan6.com/Dok Partai Demokrat)
Ketum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat mengibarkan bendera Partai Demokrat usai terpilih secara aklamasi dalam Kongres V Partai Demokrat di JCC, Jakarta, Minggu (15/3/2020). AHY menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono menjadi ketum partai. (Liputan6.com/Dok Partai Demokrat)

Partai Demokrat menilai akan terjadi polarisasi di tengah masyarakat jika Pilpres 2024 hanya terdapat 2 calon. Polarisasi ini terjadi pada Pilpres 2014 dan 2019 lalu.

"Pengalaman pahit dua pilpres terakhir ini tentu jangan sampai kita ulang kembali di Pilpres 2024," ucap Kepala Badan Komunikasi Strategis Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra di Jakarta.

Polarisasi tersebut, ucap ia melanjutkan, masih menyisakan luka mendalam di tengah-tengah masyarakat Indonesia.

Herzaky mengatakan bahwa mungkin saja para elite dapat berdamai dengan mudah, namun di tingkat akar rumput, dampak dari polarisasi masih membekas dan mempengaruhi pola interaksi antara masyarakat.

5. Buka Kesempatan Masyarakat Berpartisipasi dalam Pilpres 2024

Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Banten Iti Jayabaya bersama sejumlah kader membubarkan HUT Demokrat yang diadakan kelompok Moeldoko. (Foto: Istimewa).
Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Banten Iti Jayabaya bersama sejumlah kader membubarkan HUT Demokrat yang diadakan kelompok Moeldoko. (Foto: Istimewa).

Oleh karena itu, lanjut Herzaky, Partai Demokrat masyarakat Indonesia membuka ruang kontestasi seluas mungkin guna memberikan kesempatan bagi putra dan putri terbaik bangsa untuk berpartisipasi di ajang pemilihan presiden 2024.

"Bukan malah mempersempit ruang kontestasi dan memaksakan rakyat dihadapkan kembali pada dua calon saja. Seakan-akan bangsa ini kekurangan calon pemimpin nasional," kata Herzaky seperti dikutip dari Antara.

6. Buka Ruang untuk Semua

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggelar konferensi pers di DPP Demokrat, Jakarta Pusat, Rabu (31/3/2021). AHY mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas keputusan menolak hasil KLB Demokrat di Deli Serdang yang didaftarkan kubu Moeldoko. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggelar konferensi pers di DPP Demokrat, Jakarta Pusat, Rabu (31/3/2021). AHY mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas keputusan menolak hasil KLB Demokrat di Deli Serdang yang didaftarkan kubu Moeldoko. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Menurut Koordinator Juru Bicara Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat ini, kontestasi yang terbuka dapat memberi kesempatan kepada putra dan putri terbaik bangsa untuk menunjukkan kinerja dan pengabdiannya kepada rakyat, baik melalui jabatannya sebagai pejabat publik, maupun untuk mengabdi melalui jalur pimpinan partai politik, seperti dengan menduduki posisi sebagai ketua umum partai.

Melalui kinerja dan pengabdian mereka, rakyat akan menilai siapa yang sungguh-sungguh bekerja untuk rakyat, serta siapa yang mengejar efek elektabilitas dan hanya memperjuangkan kepentingan kelompok.

"Jangan menghambat atau memotong-motong gerak putra dan putri terbaik bangsa ini dalam menunjukkan kinerja terbaiknya karena ada pihak-pihak yang tidak siap menghadapi kontestasi terbuka dengan banyak putra dan putri terbaik bangsa," tegas Herzaky.

(Lesty Subamin)

Singgasana Demokrat Terbelah Dua

Infografis Singgasana Demokrat Terbelah Dua (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Singgasana Demokrat Terbelah Dua (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel