6 Pesan dan Harapan Jokowi saat Canangkan Smelter PT Freeport di Gresik

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Selasa 12 Oktober 2021 bertolak ke Jawa Timur dalam rangka mencanangkan pembangunan Smelter PT Freeport Indonesia di Gresik.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi pun menyampaikan sejumlah harapan dengan pembangunan Smelter PT Freeport Indonesia.

Salah satunya, Jokowi berharap, kehadiran smelter ini membuat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik dapat menjadi daya tarik bagi para pelaku industri lain untuk berinvestasi.

"Saya berharap kehadiran PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus Gresik ini akan menjadi daya tarik bagi industri lain untuk masuk KEK Gresik untuk bisa berinvestasi di sini," kata Jokowi saat jumpa pers via daring, Selasa 12 Oktober 2021.

Selain itu, dia juga berharap, smelter PT Freeport Indonesia yang dibangun di Gresik akan menjadi fasilitas pengolahan dan pemurnian tembaga terbesar di dunia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut, smelter berkapasitas 1,7 juta ton konsentrat tembaga.

Berikut sederet harapan Jokowi saat mencanangkan pembangunan Smelter PT Freeport Indonesia di Gresik dihimpun Liputan6.com:

1. Bisa Jadi Daya Tarik Investasi Pelaku Industri ke Indonesia

Presiden Jokowi mencanangkan pembangunan pembangunan Smelter PT Freeport Indonesia di Gresik Jawa Timur hari ini. (Istimewa)
Presiden Jokowi mencanangkan pembangunan pembangunan Smelter PT Freeport Indonesia di Gresik Jawa Timur hari ini. (Istimewa)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mencanangkan pembangunan Smelter PT Freeport Indonesia di Gresik Jawa Timur hari ini.

Dia berharap, kehadiran smelter ini membuat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik dapat menjadi daya tarik bagi para pelaku industri lain untuk berinvestasi.

"Saya berharap kehadiran PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus Gresik ini akan menjadi daya tarik bagi industri lain untuk masuk KEK Gresik untuk bisa berinvestasi di sini," kata Jokowi saat jumpa pers via daring, Selasa 12 Oktober 2021.

2. Jadi Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Tembaga Terbesar di Dunia

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri), dan Wali Kota Bogor Bima Arya (kedua kiri) saat meninjau vaksinasi COVID-19 di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/6/2021). (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri), dan Wali Kota Bogor Bima Arya (kedua kiri) saat meninjau vaksinasi COVID-19 di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/6/2021). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Jokowi kemudian menyebut smelter PT Freeport Indonesia yang dibangun di Gresik akan menjadi fasilitas pengolahan dan pemurnian tembaga terbesar di dunia. Dia menyebut smelter berkapasitas 1,7 juta ton konsentrat tembaga.

"Kita mendapat laporan bahwa smelter yang akan dibangun dengan design single line, ini terbesar di dunia karena mampu mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun," kata Jokowi.

Dia kemudian membayangkan apa yang terjadi ketika smelter ini sudah rampung dibangun. Jika smelter Gresik bisa mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga, lanjut dia, truk pengangkut akan berjejer di lokasi tersebut.

"Bisa dibayangkan, 1,7 juta ton! Kalau dinaikkan truk yang kecil itu, biasa ngangkat 3-4 ton jadi berapa ton yg bisa berjejer di sini? Bisa 600 ribu truk!" ujar Jokowi.

"Ini gede sekali, 480 ribu ton logam tembaga," sambung Jokowi.

3. Harapkan Hilirisasi Tambang Tidak Dilakukan di Negara Lain

Presiden Joko Widodo saat membuka Pekan Olahraga Nasional XX Papua yang digelar di Stadion Lukas Enembe Kabupaten Jayapura, Sabtu (2/10/2021). Resmi dibuka oleh Presiden Jokowi, PON XX Papua 2021 akan berlangsung pada 2-15 Oktober 2021. (Foto:Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo saat membuka Pekan Olahraga Nasional XX Papua yang digelar di Stadion Lukas Enembe Kabupaten Jayapura, Sabtu (2/10/2021). Resmi dibuka oleh Presiden Jokowi, PON XX Papua 2021 akan berlangsung pada 2-15 Oktober 2021. (Foto:Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)

Indonesia adalah negara pemiliki cadangan tembaga yang sangat besar dan masuk dalam kategori 7 negara yang memiliki cadangan tembaga terbesar di dunia.

Karenanya dengan pembangunan smelter, diharapkan hilirisasi tambang tidak dilakukan di negara lain.

Jokowi meyakini, Indonesia dapat menikmati nilai tambah ekonomi dengan hadirnya semlter yang kini mulai dibangun tersebut.

"Jangan sampai kita memiliki tambang, smelternya, hilirisasinya ada di negara lain, nilai tambah yang menikmati mereka, inilah kenapa smelter PT Freeport Indonesia ini dibangun di dalam negeri yaitu di Gresik, Provinsi Jawa Timur," terang dia.

4. Akan Buka Lapangan Pekerjaan

Menlu Retno Marsudi mendampingi Presiden Jokowi untuk hadir dalam World Economic Forum (WEF) 2020 secara virtual dari   Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu, 25 November 2020. (Dok: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Menlu Retno Marsudi mendampingi Presiden Jokowi untuk hadir dalam World Economic Forum (WEF) 2020 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu, 25 November 2020. (Dok: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jokowi tidak menampik, akuisisi saham 51% terhadap PT Freeport adalah untuk mendorong kebijakan strategis ekonomi Indonesia. Salah satunya dengan membangun smelter di Gresik.

"Ini adalah sebuah kebijakan strategis, dengan industri tambang tembaga setelah kita menguasai 51% saham Freeport dan saat itu juga kita mendorong agar Freeport membangun smelter di dalam negeri,karena kita ingin nilai tambah ada di sini," kata dia.

Dia menuturkan, menurut laporan disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, smelter yang masih dalam masa konstruksi tersebut akan merekerut 40 ribu tenaga kerja yang bisa dipekerjakan.

"Artinya ini terbuka lapangan pekerjaan, akan banyak sekali di Gresik dan Jawa Timur, belum nanti kalau sudah beroperasi (smelter)," kata Jokowi.

5. Perkuat Hilirisasi Industri

Presiden Joko Widodo saat berpidato dalam Bali Fintech Agenda IMF-WB 2018 di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10). Acara ini membahas berbagai peluang dan tantangan yang bisa diperoleh dari teknologi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Presiden Joko Widodo saat berpidato dalam Bali Fintech Agenda IMF-WB 2018 di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10). Acara ini membahas berbagai peluang dan tantangan yang bisa diperoleh dari teknologi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jokowi percaya, membangun smelter di dalam negeri maka akan memperkuat hilirisasi industri.

Dia pun memerintahkan, swasta maupun BUMN terkait tambang minerba untuk masuk ke hilirisasi tersebut.

"Ini Agar komoditas kita lebih nilainya, tidak kirim dalam bentuk raw material, dapat memberikan nilai tambah bagi negara, artinya akan memberikan income yang lebih tinggi kepada negara, kemudian menciptakan lebih banyak lapangan kerja," kata Jokowi.

6. Janji Beri Dukungan Iklim Investasi

Menyambut tahun 2021, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan Indonesia mampu bangkit dari pandemi COVID-19. (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Menyambut tahun 2021, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan Indonesia mampu bangkit dari pandemi COVID-19. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jokowi berjanji, pemerintah akan terus memberikan dukungan penuh agar iklim investasi di Indonesia semaki baik. Salah satunya dengan membangun infrastruktur.

"Potensi besar ini kita manfaatkan sebaik-baiknya, sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat untuk menciptakan nilai tambah untuk ekonomi kita," jelas Jokowi.

(Cindy Violeta Layan)

Mini Lockdown ala Jokowi

Infografis Mini Lockdown ala Jokowi. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Mini Lockdown ala Jokowi. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel