6 Pesan Jokowi Usai Lantik Perwira Baru TNI-Polri

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Selasa, 13 Juli 2021 melantik 700 perwira remaja TNI-Polri dalam upacara Prasetya Perwira TNI dan Polri. Acara itu digelar di halaman Istana Merdeka Jakarta, pukul 08.00 WIB.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menitipkan sejumlah pesan. Di antaranya, Jokowi mengingatkan tanggung jawab besar menunggu para perwira remaja yang baru saja dilantik.

Pasalnya, mereka harus menjaga dan melindungi Pancasila dari pengaruh luar, serta menjaga toleransi antarbangsa Indonesia.

"Tanggung jawab saudara-saudara sangat besar, saudara-saudara harus melindungi Pancasila dari benturan gelombang ideologi dari luar. Saudara harus menjaga Bhinneka Tunggal Ika, menjaga toleransi antar anak bangsa," kata Jokowi sebagaimana ditayangkan di Youtube Sekretariat Presiden, Selasa, 13 Juli 2021.

Selain itu, dia pun meminta para perwira remaja TNI-Polri untuk ikut membantu pemerintah menyelesaikan krisis akibat pandemi Covid-19.

"Saya berpesan kepada saudara-saudara untuk ikut berpartisipasi menyelesaikan krisis ini dan belajar dari krisis ini, untuk ikut serta memperkokoh kebersamaan berlandaskan Pancasila," kata Jokowi.

Berikut 6 pesan Jokowi usai melantik 700 perwira remaja TNI-Polri dalam upacara Prasetya Perwira TNI dan Polri dihimpun Liputan6.com:

Ingatkan Tanggung Jawab Besar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan kita tidak boleh menyepelekan yang namanya COVID-19 dalam pernyataannya pada Minggu, 2 Mei 2021. (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan kita tidak boleh menyepelekan yang namanya COVID-19 dalam pernyataannya pada Minggu, 2 Mei 2021. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi melantik 700 perwira remaja TNI-Polri dalam upacara Prasetya Perwira TNI dan Polri, Selasa, 13 Juli 2021. Pelantikan digelar di halaman Istana Merdeka Jakarta, pukul 08.00 WIB.

Dalam kesepatan itu, Jokowi mengatakan, tanggung jawab besar menunggu para perwira remaja yang baru saja dilantik.

Pasalnya, mereka harus menjaga dan melindungi Pancasila dari gelombang luar, serta menjaga toleransi antar bangsa Indonesia.

"Tanggung jawab saudara-saudara sangat besar, saudara-saudara harus melindungi Pancasila dari benturan gelombang ideologi dari luar. Saudara harus menjaga Bhinneka Tunggal Ika, menjaga toleransi antar anak bangsa," kata Jokowi.

Minta Pegang Teguh Kode Etik

Presiden Joko Widodo atau Jokowi didampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berjalan bersama di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Selasa (30/6/2020). Jokowi melakukan kunjungan kerja ke beberapa wilayah di Jawa Tengah. (Liputan6.com/Gholib)
Presiden Joko Widodo atau Jokowi didampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berjalan bersama di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Selasa (30/6/2020). Jokowi melakukan kunjungan kerja ke beberapa wilayah di Jawa Tengah. (Liputan6.com/Gholib)

Tak hanya itu, Jokowi meminta para perwira remaja TNI-Polri juga harus terus menjaga persatuan dalam keragaman Indonesia.

Di samping itu, dia mengingatkan perwira TNI-Polri agar selalu memegang teguh kode etik dan jati diri sebagai perwira.

"Junjung kehormatan dan kecintaan sebagai perwira TNI dan Polri. Pelihara kekompakan antara sesama perwira TNI dan Polri dengan tetap menghormati fungsi dan tugas masing-masing dan melangkahlah ke gelanggang pengabdian dengan tegar dan optimisme," kata Jokowi.

Gesekan Antara TNI-Polri Tak Boleh Terjadi Lagi, Harus Disudahi

Presiden Jokowi soal PPKM Darurat. (Youtube Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi soal PPKM Darurat. (Youtube Sekretariat Presiden)

Jokowi kemudian menekankan TNI dan Polri saling bersinergi dalam menjaga keamanan Indonesia.

Dia tidak ingin mendengar adanya berita soal gesekan yang terjadi antara prajurit TNI dan anggota Polri di lapangan.

"Kadang kita masih mendengar berita mengenai gesekan yang terjadi antara prajurit TNI dan anggota Polri. Ke depan, hal ini sudah tidak boleh terjadi lagi, harus disudahi," kata Jokowi.

Dia mengatakan, organisasi pemerintahan harus saling bersinergi dan saling mendukung untuk kebaikan dan kemajuan bangsa, termasuk TNI-Polri. Hal ini mengingat TNI dan Polri memiliki tugas yang berat dalam menjaga pertahanan dan keamanan NKRI.

"TNI dan Polri merupakan alat negara yang terdepan dalam menjaga pertahanan dan keamanan NKRI. Oleh sebab itu, TNI dan Polri harus terus bersinergi, harus terus berkoordinasi, harus bergotong royong untuk kepentingan bangsa, negara dan rakyat Indonesia," kata dia.

Menurut dia, kesatuan dan persatuan bangsa adalah kekuatan sentral di tengah persaingan dunia yang semakin ketat.

Jokowi menilai Indonesia tak akan bisa memenangkan kompetisi global apabila tidak ada sinergi yang kokoh di dalam negeri.

"Keberagamaan sosial dan budaya harus dimanfaatkan sebagai kekuatan dan sumber inspirasi. Seluruh komponen bangsa harus bersatu untuk menjadi Indonesia incorporated yang kokoh bersaing dalam kompetisi global," terang dia.

Minta Perwira TNI-Polri Lindungi Pancasila dari Gempuran Ideologi Luar

Presiden Joko Widodo atau Jokowi. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo atau Jokowi. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jokowi mengatakan, tugas dan tanggung jawab perwira TNI dan Polri sangat besar dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Salah satunya, melindungi Pancasila dari gempuran ideologi luar.

"Saudara-saudara harus terus melindungi pancasila dari gempuran ideologi dari luar, harus menjaga Bhinneka Tunggal Ika, menjaga toleransi terhadap perbedaan antar anak bangsa, harus terus menjaga persatuan dalam keragaman Indonesia," ucap dia.

Dia menyadari bahwa menjadi perwira TNI-Polri bukanlah hal yang mudah sebab harus melalui proses seleksi yang kompetitif dan ketat. Belum lagi, mereka harus kuat melampaui gemblengan yang sangat berat.

Namun, Jokowi mengatakan bahwa proses-proses itu bertujuan untuk membentuk ketahanan mental, kekuatan fisik, serta kedisiplinan yang tinggi. Selain itu, juga menjadi wujud persatuan antara akademi TNI dan akademi kepolisian

"Saya tahu Saudara Saudari telah melewati berbagai ujian dengan disiplin ilmu sesuai matra masing-masing, menguasai teknik, menguasai taktik, menguasai keterampilan yang dibutuhkan, memiliki karakter yang tanggap," kata dia.

"Memiliki karakter yang tangguh, memiliki karakter kepemimpinan yang trengginas, yang menjadikan Saudara-Saudari menjadi putra putri terbaik Indonesia," sambung Jokowi.

Kendati begitu, dia menyebut bahwa perjalanan menjadi perwira TNI-Polri baru saja dimulai. Jokowi mengingatkan perwira remaja untuk selalu memegang teguh kode etik dan jati diri sebagai TNI dan Polri.

"Saya bangga bisa melantik saudara saudarai menjadi perwira remaja TNI dan polri, menjadi calon pemimpin Indonesia masa depan," ucap Jokowi.

Minta Perwira TNI-Polri Ikut Atasi Krisis Akibat Pandemi Covid-19

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan keterangan pers tentang pengembangan dan pembuatan vaksin COVID-19 harus ikuti prosedur dan kaidah ilmiah di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/3/2021). (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan keterangan pers tentang pengembangan dan pembuatan vaksin COVID-19 harus ikuti prosedur dan kaidah ilmiah di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/3/2021). (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jokowi juga meminta para perwira remaja TNI-Polri untuk ikut membantu pemerintah menyelesaikan krisis akibat pandemi Covid-19.

"Saya berpesan kepada saudara-saudara untuk ikut berpartisipasi menyelesaikan krisis ini dan belajar dari krisis ini, untuk ikut serta memperkokoh kebersamaan berlandaskan Pancasila," papar dia.

Menurut dia, krisis akibat pandemi Covid-19 ini dapat memperkokoh kepedulian dan kegotongroyongan, serta memperkokoh persatuan dan kebersamaan bangsa Indonesia. Tak hanya itu, krisis akibat pandemi juga menjadi momentum merubah cara-cara kerja yang lama.

"Mempercepat upaya untuk memperbaiki cara kerja kita dan juga mempercepat pengembangan teknologi dan industri-industri kita," terang dia.

Harap Ikuti Perkembangan Zaman

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan keterangan pers tentang pengembangan dan pembuatan vaksin COVID-19 harus ikuti prosedur dan kaidah ilmiah di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/3/2021). (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan keterangan pers tentang pengembangan dan pembuatan vaksin COVID-19 harus ikuti prosedur dan kaidah ilmiah di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/3/2021). (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jokowi juga mengingatkan para perwira TNI-Polri untuk terus mengikuti dan mengejar perkembangan zaman.

Pasalnya, kata dia, perkembangan luar biasa selalu terjadi di dunia kemiliteran baik itu dalam strategi, taktik, doktrin dan sistem persenjataan.

"Di dunia kepolisian juga harus kita semakin canggih memberantas kejahatan digital, dalam penegakan hukum, dalam pemeliharan keamanan dan ketertiban serta perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat," ucap dia.

Dia menekankan bahwa perkembangan tersebut harus dihadapi dengan respon yang cepat, cerdas, tepat, profesional, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Jokowi ingin para perwira TNI-Polri menjadi bagian dari SDM Indonesia yang hebat.

"Saudara-saudara harus menjadi bagian kualitas SDM Indonesia yang hebat untuk membangun Indonesia yang berdaulat dan bermartabat," jelas Jokowi.

Mini Lockdown ala Jokowi

Infografis Mini Lockdown ala Jokowi. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Mini Lockdown ala Jokowi. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel