6 Pesepak Bola yang Jadi Politikus: Ada Pele dan Romario, tapi George Weah Paling Kece

Bola.com, Jakarta - Banyak bekas pemain sepak bola yang sudah beralih dengan menjadi pelatih atau manajer klub. Nama-nama seperti Pep Guardiola, Zinedine Zidane, Carlo Ancelotti, hingga Jurgen Klopp sukses saat menjadi pemain dan juga pelatih.

Namun, seorang pemain sepak bola tidak selalu kembali bergulat dengan rumput hijau, setelah gantung sepatu. Ada bidang pekerjaan lain yang bisa dipilih dan ternyata jauh lebih dikenal.

Menjadi seorang politikus misalnya. Tidak hanya di dalam negeri Indonesia, eks pemain sepak bola menjadi seorang politikus dengan menjadi wakil rakyat.

Situasi yang sama ternyata berlaku di Eropa atau negara lain yang sepak bolanya jauh lebih maju. Terjun ke dunia politik menjadi hal yang biasa terjadi bagi sejumlah mantan pesepak bola beken. Yuk lihat siapa saja pesepak bola yang pernah menjadi politikus.

Romario

Romario gagal memenangkan gelar juara Liga Champions meski menjadi top skor di turnamen tersebut sebanyak dua kali, yaitu bersama PSV dan Barcelona. Padahal, prestasinya di klub dan Timnas Brasil tak pernah diragukan lagi. Ia juga pernah dianugerahi Ballon d'Or 1994. (AFP/Bob Daemrich)
Romario gagal memenangkan gelar juara Liga Champions meski menjadi top skor di turnamen tersebut sebanyak dua kali, yaitu bersama PSV dan Barcelona. Padahal, prestasinya di klub dan Timnas Brasil tak pernah diragukan lagi. Ia juga pernah dianugerahi Ballon d'Or 1994. (AFP/Bob Daemrich)

Romario adalah penyerang utama Timnas Brasil yang menjuarai Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Pahlawan Brasil itu terpilih sebagai salah satu anggota Kongres Brasil, semacam DPR di Indonesia.

Ia memperoleh 150.000 suara di putaran pertama dalam kesempatan pertamanya menjajal sebagai wakil rakyat sejak gantung sepatu 2008 silam. Dia berada di urutan keenam untuk daerah pemilihan Rio de Janeiro.

Romario sempat menjadi senator di tahun 2014 dan pada 2018 mencalonkan diri sebagai gubernur di negara bagian Rio de Janeiro, meski menduduki posisi keempat.

Pele

Legenda sepak bola asal Brasil, Pele, pada sebuah seremoni di Rio de Janeiro, Brasil (6/2/2010).  (EPA/Marcelo Sayao)
Legenda sepak bola asal Brasil, Pele, pada sebuah seremoni di Rio de Janeiro, Brasil (6/2/2010). (EPA/Marcelo Sayao)

Pele adalah legenda sepak bola dunia. Pecinta sepak bola tidak akan pernah lupa kehebatan legenda sepak bola Brasil tersebut saat menggiring bola di lapangan dan keberhasilan mengantarkan skuat Samba meraih gelar Piala Dunia 1958, 1962, dan 1970.

Pele memulai karier dalam dunia politik setelah didaulat menjadi Menteri Olahraga Brasil, pada 1995 hingga 2001. Ketika itu, salah satu fokus utama Pele adalah menghapus praktik-praktik korupsi dalam dunia persepak bolaan di Brasil. Bahkan, sempat pula muncul sebutan "Hukum Pele" dalam dunia olahraga Brasil.

Andriy Shevchenko

Nama pertama ada Andriy Shevchenko. Pemain berkebangsaan Ukraina itu berahasil mencetak 9 gol di babak perempatfinal Liga Champions saat berseragam Dynamo Kyiv, AC Milan, dan Chelsea. Shevchenko total telah mencetak 48 gol dalam 100 penampilannya di Liga Champions. (AFP/Patrick Hertzog)
Nama pertama ada Andriy Shevchenko. Pemain berkebangsaan Ukraina itu berahasil mencetak 9 gol di babak perempatfinal Liga Champions saat berseragam Dynamo Kyiv, AC Milan, dan Chelsea. Shevchenko total telah mencetak 48 gol dalam 100 penampilannya di Liga Champions. (AFP/Patrick Hertzog)

Andriy Shevchenko pernah berstatus penyerang berbahaya. Legenda sepak bola Ukraina tersebut pernah membela Dynamo Kiev, AC Milan, dan Chelsea. Ia mencetak 48 gol dari 111 penampilan bersama timnas Ukraina. Raihan golnya bersama timnas membuat Shevchenko menjadi top skor Ukraina sepanjang sejarah.

Shevchenko mendukung Partai Sosial Demokrat Ukraina. Saat Pemilihan Presiden Ukraina 2004, legenda Ukraina tersebut secara terbuka mendukung kandidat Viktor Yanukovych.

Setelah pensiun sebagai pemain sepak bola profesional pada 2012, Sheva bergabung dengan Partai Ukraina Maju dan membantu partai tersebut menempati posisi kedua pemilihan parlemen Ukraina pada tahun yang sama.

Roman Pavlyuchenko

Roman Pavlyuchenko. Striker berusia 40 tahun yang kini memasuki musim ketiga bersama Znamya Noginsk, klub kasta ketiga Liga Rusia ini pernah 4 musim berseragam Tottenham Hotspur di Liga Inggris (2008/2009-2011/2012). Total tampil 78 laga dengan torehan 21 gol dan 8 assist. (AFP/Glyn Kirk)
Roman Pavlyuchenko. Striker berusia 40 tahun yang kini memasuki musim ketiga bersama Znamya Noginsk, klub kasta ketiga Liga Rusia ini pernah 4 musim berseragam Tottenham Hotspur di Liga Inggris (2008/2009-2011/2012). Total tampil 78 laga dengan torehan 21 gol dan 8 assist. (AFP/Glyn Kirk)

Masih ingat aksi Roman Pavlyuchenko di lapangan? Mantan striker tim nasional Rusia tersebut menghabiskan empat musim bersama Tottenham Hotspur dan menorehkan 21 gol dari total 78 pertandingan di berbagai ajang.

Akan tetapi, pada saat bersamaan, Roman Pavlyuchenko juga memiliki aktivitas lain, yakni sebagai anggota Partai United Rusia pimpinan Vladimir Putin.

Menurut pemberitaan media-media Rusia, salah satu alasannya terjun ke dunia politik di Rusia karena masalah krisis global yang memengaruhi pendapatannya bersama Tottenham Hotspur.

Kakha Khaladze

11. Kakhaber Kaladze - Siapa sangka, mantan pemain belakang AC Milan kini menjabat sebagai Walikota Tbilisi, Ibu Kota Georgia. (AFP/Vano Shlamov)
11. Kakhaber Kaladze - Siapa sangka, mantan pemain belakang AC Milan kini menjabat sebagai Walikota Tbilisi, Ibu Kota Georgia. (AFP/Vano Shlamov)

Bagi pendukung AC Milan, sangat familiar dengan sosok Kakha Khaladze yang mendapat predikat pemain Georgia termahal sepanjang sejarah saat diboyong Rossoneri.

Pensiun pada tahun 2012, Kaladze menjadi anggota parlemen di negaranya, Georgia. Kemudian pada bulan Oktober di tahun yang sama, menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri serta Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Georgia.

Khaladze juga pernah mengundurkan diri pada 2017 untuk mencalonkan diri sebagai Walikota Tblisi. Ia akhirnya memenangkan pemilihan pada November tahun itu.

George Weah

Kehebatan George Weah membuat klub raksasa Italia, AC Milan, memboyongnya ke Italia. Bersama Rossonerri, dirinya tampil 147 pertandingan di semua ajang dengan mencetak 58 gol. (AFP/Carlo Ferraro)
Kehebatan George Weah membuat klub raksasa Italia, AC Milan, memboyongnya ke Italia. Bersama Rossonerri, dirinya tampil 147 pertandingan di semua ajang dengan mencetak 58 gol. (AFP/Carlo Ferraro)

George Weah memutuskan serius terjun ke dunia politik setelah menjadi calon presiden Liberia pada 2005. Namun, peraih Ballon d'Or 1995 tersebut kalah dari lawan politiknya, Ellen Johnson Sirleaf.

Ketika itu, Ellen Johnson Sirleaf, menyebut salah satu faktor kekalahan George Weah karena mantan pemain AC Milan tersebut tidak memiliki cukup pengalaman di bidang politik.

Namun, pada 2014, George Weah kembali bersaing dan mampu menang Robert, putra Ellen Johnson Sirleaf, untuk memperebutkan kursi senat dari Partai Demokrat.

Sumber: Planet Football

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel