6 Potret Standar Kecantikan Wanita Zaman Dahulu Ini Bikin Geleng Kepala

Liputan6.com, Jakarta Setiap tahunnya terdapat berbagai tren yang kerap menjadi sorotan. Mulai dari busana, gaya rambut, hingga penampilannya. Bukan hanya mengenai tren penampilan busana saja, akan tetapi tak beberapa tempat juga memiliki tren untuk standar kecantikan setiap wanita.

Sebelumnya, tren standar kecantikan ialah seseorang yang memiliki kulit putih serta tubuh langsing. Namun, saat ini pendapat mengenai hal tersebut sudah tak terlalu berlaku.

Beberapa orang pun menganggap jika setiap wanita cantik dengan tingkah laku serta kepribadiannya. Namun, tak bisa dipungkiri pula beberapa daerah masih menetapkan sebuah metode untuk mengukur standar kecantikan.

Dilansir Liputan6.com dari Brightside, beberapa standar kecantikan wanita zaman dahulu mungkin terdengar cukup aneh di telinga. Bahkan, ada pula standar kecantikan yang mungkin saja bisa cukup menyakitkan ataupun berbahaya bila diterapkan.

Dirangkum Liputan6.com dari Brightside, Sabtu (23/5/2020) berikut ini beberapa potret standar kecantikan wanita zaman dahulu yang bisa bikin geleng kepala.

1. Alis multi-warna

Standar kecantikan (Sumber: Brightside)

Para wanita di China abad kedua dan ketiga mulai membuat alis dengan beberapa warna. Hal ini bermula saat salah satu kaisar meminta sang istri untuk memiliki warna alis biru dan hijau.

Para wanita pun diharuskan mencukur habis alis mereka dan menggantinya dengan menggambar menggunakan tinta cukup mahal. Akan tetapi tren ini pun tidak berlangsung lama. Alis yang tampak alami pun jauh lebih disukai dan kembali populer.

2. Dahi tinggi

Standar kecantikan (Sumber: Brightside)

Pada akhir abad keempat belas, menurut para sejarawan, Ratu Isabeau dari Bavaria menetapkan tren dengan dahi tinggi serta leher panjang sebagai standar kecantikan. Maka dari itu, untuk mengikuti standar kecantikan yang ada mereka pun harus mencukur sedikit rambut pada area dahi. Tak hanya itu saja, akan tetapi tak sedikit pula yang turut mencukur alis agar dahi mereke terlihat lebih tinggi.

3. Kuku panjang

Standar kecantikan (Sumber: Brightside)

Memiliki kuku yang panjang sempat menjadi tren selama beberapa abad di China. Alasannya ialah jika mereka memiliki kuku panjang tandanya bahwa para pemiliknya tidak harus melakukan apapun. Pasalnya, mereka dianggap mampu untuk membayar para pelayan.

4. Kulit pucat

Standar kecantikan (Sumber: Brightside)

Bukan hanya memiliki kulit putih saja, akan tetapi pada abad ke-18 di Inggris memiliki kulit pucat menjadi salah satu standar kecantikan yang ada. Para wanita pun berusaha membuat kulit mereka sepucat mungkin.

Berbagai metode pun dilakukan bahkan jika metode tersebut cukup berbahaya. Mulai dari menggunakan kotoran kuda kering hingga timah yang digunakan untuk cat wajah.

5. Gigi Putih

Bagi seseorang yang hidup pada zaman Georgia, bukan hanya harus memiliki kulit putih saja. Akan tetapi memiliki gigi putih juga menjadi standar kecantikan. Para wanita akan menggunakan bubuk yang mengandung asam sulfat. Tentu saja hal ini cukup berbahaya dan bisa merusak gigi.

6. Pinggang sangat kecil

Pemikiran menggunakan korset untuk membuat pinggang tampak lebih kecil muncul pada abad kelima di Eropa. Bahkan, penggunaan korset bisa mengurangi lebar pinggang hingga kurang lebih 25 cm. Tentu saja, mengecilnya pinggang ini juga berdampak para organ-organ dalam yang bisa membahayakan.