6 Prinsip Konsumen Ramah Lingkungan, Penuhi Kebutuhan Tanpa Lukai Bumi

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sebagai konsumen, Anda dan sekian miliar orang di Bumi sebenarnya bertanggung jawab akan bagaimana perputaran ekonomi berdampak pada lingkungan. Karenanya, penting untuk mulai memahami dan mengimplementasi prinsip konsumen ramah lingkungan.

Memanfaatkan momentum Hari Konsumen Nasional yang jatuh pada Selasa, 20 April 2021, dan Hari Bumi Sedunia, Kamis, 11 April 2021, Yayasan WWF Indonesia bekerja sama dengan Kuningan City menggagas Beli yang Baik Hybrid Expo bertema "Inovasi untuk Edukasi Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan" pada 20--24 April 2021.

Penyelenggaraannya, kata Lukas Adhyakso, COO Yayasan WWF Indonesia, bermaksud mengenalkan kembali kampanye "Beli yang Baik" yang sudah digagas sejak 2015. "Pengenalan produk yang menerapkan prinsip berkelanjutan jadi tujuan acara ini. Interaksi dengan konsumen ini yang kami inginkan," katanya dalam jumpa pers virtual, Selasa (20/4/2021).

Dalam praktiknya, mereka memperkenalkan setidaknya enam prinsip konsumen ramah lingkungan, yakni beli yang perlu, beli yang awet, beli yang alami, beli yang lokal, beli yang ekolabel, dan mau dibawa ke mana sampahnya. Total ada 95 tenant dari enam kategori yang tergabung dalam acara tersebut. Mereka adalah makanan dan minuman; pakaian dan aksesori; produk minim sampah; perawatan diri dan kecantikan; toko ramah lingkungan; dan jasa ramah lingkungan.

Selain datang langsung ke Kuningan City Jakarta, Beli yang Baik Hybrid Expo juga bisa diakses melalui laman beliyangbaik.org. Tidak hanya akan ada pilihan tenant di laman itu, namun juga aktivasi lain, seperti gim dan serba-serbi informasi tentang produk berkelanjutan, serta bagaimana Anda dapat berperan menyelamatkan Bumi lewat pola konsumsi ramah lingkungan.

Ke depan, kata Lukas, situs web tersebut akan jadi medium berbagi informasi mengenai barang-barang yang menerapkan prinsip berkelanjutan. Sehingga, publik bisa lebih teredukasi dan mau ikut peduli menyelamatkan Bumi melalui pola konsumsi ramah lingkungan.

Selama penyelenggaraan Beli yang Baik Hybrid Expo, pengunjung, baik online maupun offline, juga bisa mengikuti berbagai agenda di area main stage, mulai dari hiburan sampai talkshow yang bakal membahas berbagai sendi dari prinsip konsumen ramah lingkungan.

Baik untuk Diri Sendiri dan Bumi

Ilustrasi pola konsumsi ramah lingkungan. Credit: pexels.com/Karolina
Ilustrasi pola konsumsi ramah lingkungan. Credit: pexels.com/Karolina

Sejalan dengan semangat itu, Rachmat Sanuary Kamil, Senior Marcomm Supervisor Kuningan City, mengatakan bahwa pihaknya terus menghadirkan inisiasi ramah lingkungan di area mal, dimulai dari diet plastik. "Jadi, pengunjung tidak membawa sedotan plastik dan tidak pakai kantong plastik," ucapnya.

Di samping, pihaknya juga mendukung dorongan gaya hidup sehat dengan bersepeda. "Ada namanya Tanjakan 13. Itu bisa diakses pesepeda dari area barat mal, terus nanti sampai ke lantai 13. View di atas bagus sekali, kemudian kami juga sediakan tenant makanan dan minuman di sana," ucapnya.

Rachmat menyambung, akses tersebut dibuka pukul 6--10 WIB setiap hari, kecuali Senin dan Jumat. "Tapi, kalau sepedahan masuk ke ground floor itu setiap hari selama jam operasional mal," tuturnya.

Nugie, musisi, sekaligus champion Beli yang Baik mengatakan bahwa menerapkan green lifestyle adalah soal membawa perilaku itu ke setiap sendi kehidupan. "Selain baik untuk Bumi, kita juga jadi lebih sehat dan sebenarnya menghemat pengeluaran," ucapnya.

Lebih lanjut ia mencontohkan, dengan ke mana-mana naik sepeda, ia secara tidak langsung berolahraga, yang tentu berkontribusi pada kesehatan tubuh. Kemudian, dengan kebiasaan itu juga, ia jadi tidak membayar parkir maupun bensin kendaraan.

Infografis Hemat Listrik, Kantong Aman Bumi Senang

Infografis Hemat Listrik, Kantong Aman Bumi Senang. (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Hemat Listrik, Kantong Aman Bumi Senang. (Liputan6.com/Triyasni)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: