6 Rekam Jejak Penyanyi Tere, Yang Kini Hijrah dan Mundur dari Musik Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Penyanyi Theresia Ebenna Ezeria Pardede alias Tere kembali dibicarakan pekan ini setelah tampil berhijab di muka publik. Rupanya, ia telah hijrah. Dalam sesi wawancara khusus via aplikasi Skype, Tere menceritakan perjalanan spiritualnya selama bertahun-tahun.

Menjadi mualaf pada 2000, Tere melewati banyak fase kehidupan dan jatuh bangun dalam karier. Tere dikenal sebagai penyanyi sekaligus pencipta lagu. Salah satu lagu ciptaannya yang terkenal, “Aku Wanita” yang dinyanyikan Reza Artamevia dan kemudian, BCL.

Lagu itu ditulis Tere bersama Ahmad Dhani, Linda, dan Reza Artamevia. Selain itu di awal 2000-an, Tere merilis sejumlah album sukses. Kali ini Showbiz Liputan6.com menghimpun 6 lagu hit Tere untuk Anda. Simaklah.

1. Sendiri (1999)

Sampul album 10 Fresh Hit Nah! rilisan tahun 1999. (Foto: Wayan Diananto)

Kolaborasi Bebi “Romeo” sebagai pencipta lagu dan Ahmad Dhani (menulis lirik) selalu jadi hit besar. Keduanya melahirkan tembang abadi “Aku Cinta Kau dan Dia” (Ahmad Band) dan “Andai Aku Bisa” (Chrisye). Selain itu ada “Sendiri” yang diyanyikan Tere.

Kali pertama, lagu ini muncul di album kompilasi 10 Fresh Hit Nah! rilisan Aquarius Musikindo. Sayang, yang dibikin video klip untuk promosi justru “Saling Memiliki” (Traps’s) dan “Anggun” (Once Mekel). Dua tahun kemudian, Tere merilis album debut. “Sendiri” yang versi aslinya berdurasi 5 menit dan 40 detik dijadikan single kedua, meledak di pasar.

2. Kesepian Kita (2001)

Sampul album Pas Band. (Foto: Dok. Koleksi Pribadi)

Setelah sukses dengan album mini 4 Through The Sap (1993) yang legendaris, Pas Band menemukan momentum kembali lewat album bersampul hitam, Ketika… (2001). Album itu memfiturkan hit besar “Kesepian Kita” yang dinyanyikan duet dengan Tere.

Melambungnya “Kesepian Kita” disertai kabar dari balik layar. Konon sebelum bertemu Tere, muncul wacana “Kesepian Kita” dibawakan duet dengan Sophia Latjuba atau Vonny Cornelia. Beda label membuat wacana ini mengendap. Tere terpilih, kariernya melesat.

3. Awal Yang Indah (2001)

Sampul album Tere Awal Yang Indah. (Foto: Dok. Koleksi Pribadi)

Akhirnya Tere berdiri sendiri. Semester kedua tahun 2001, ia merilis album berisi 9 lagu bertajuk Awal Yang Indah. Lagu yang dijadikan unggalan pertama, “Awal yang Indah” karya Eka Vandela dan Tere. Tembang ini merajai ratusan tangga lagu radio swasta.

Tere meraih plakat platinum lantaran album ini terjual lebih dari 200 ribu kaset. Tak hanya itu, Tere dinominasikan sebagai The Rocketeer (pendatang baru tersukses) di ajang Clear Top 10 Awards 2002. Namanya bersanding dengan Ari Lasso, Rio Febrian, T-Five, dan Melly-Eric.

 

4. Mengapa Ini Yang Terjadi (2003)

Sampul album Tere Sebuah Harapan. (Foto: Dok. Koleksi Pribadi)

Setelah sukses dengan Awal Yang Indah yang diproduseri Ahmad Dhani, Tere melepas album kedua, Sebuah Harapan. Album ini menampilkan hit “Mengapa Ini Yang Terjadi” karya Budi Bidhun dan Tere sendiri.

Dinyanyikan duet dengan Valent, kekuatan lagu ini terletak pada lirik puitis tentang hubungan yang terganjal perbedaan. Susunan nada yang melodius membuat nomor ini mudah dicintai publik. Sebuah Harapan mengantar Tere meraih plakat platinum kali kedua.

Aku Patut Membenci Dia (2003)

Tere. (Foto: Koleksi Pribadi Tere)

Single kedua dari album Sebuah Harapan, “Aku Patut Membenci Dia.” Lagu ini meledak lantaran diduga sebagai jawaban untuk lagu Ahmad Band, “Aku Cinta Kau Dan Dia.” Intepretasi Tere di lagu ini terasa dalam.

“Aku Patut Membenci Dia” dibuat Ricky “Five Minutes” sementara liriknya digarap Tere. Hingga kini, orang masih mengingat liriknya yang berbunyi: Mungkin aku patut membenci dia karena mencintaimu…

6. Dosa Termanis (2005)

Sampul album Begitu Berharga. (Foto: Dok. Koleksi Pribadi)

Awal yang Indah dan Sebuah Harapan menampilkan citra Tere yang identik dengan warna hitam, putih, dan biru. Semimonokrom. Citra itu mendadak berubah menjadi warna-warni di album ketiga, Begitu Berharga. Mengandalkan single “Dosa Termanis” karya Dewiq, lagu ini bertutur perselingkuhan yang berakhir dengan kesadaran adanya bahaya di balik hubungan terlarang.

Suara Tere yang terdengar bergetar di lagu ini menandakan penghayatannya makin matang sebagai pencerita. Kau adalah kesalahan yang terindah hingga buatku marah tapi juga menikmati, itulah lirik ikonis yang menempel di benak kami hingga kini.