6 Respons yang Harus Dihindari Saat Wawancara Kerja

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Wawancara kerja menjadi salah satu tahap yang pasti dilakukan saat Anda melamar pekerjaan di perusahaan. Pada saat wawancara tersebut, pewawancara bisa menilai potensi Anda secara langsung.

Setiap hal kecil yang diucapkan saat wawancara kerja, menjadi bahan pertimbangan bagi pewawancara untuk perekrutan karyawannya, apakah Anda cocok atau tidak untuk bekerja di perusahaan tersebut.

Terkadang pewawancara akan bersikap lebih santai saat melakukan wawancara seakan sedang mengobrol.

Pada saat itu, seringkali mungkin Anda tergoda untuk memberikan jawaban yang terasa tepat pada saat itu, namun setelah Anda pikir-pikir jawaban Anda itu dapat memberi dampak buruk. Oleh karena itu, sangat penting pengontrolan diri saat sedang melakukan wawancara kerja.

Menurut JT O’Donnell selaku CEO dan pendiri Work It Daily, setidaknya ada enam tanggapan yang harus Anda hindari jika Anda ingin meningkatkan peluang untuk mendapatkan tawaran pekerjaan, seperti mengutip lama CNBC, Senin (15/11/2021).

1. Saya Seorang self-starter yang termotivasi

Banyak jawaban seperti itu dari para pelamar yang mereka katakan kepada pewawancara. Jawaban seperti itu dinilai sebagai tanggapan atas pernyataan mengenai kekuatan profesional atau karakteristik penting dari mereka.

Perlu diketahui bahwa jawaban yang seperti itu adalah jawaban yang berlebihan. Mungkin jika Anda sudah terlanjur mengatakannya, pewawancara akan meminta Anda untuk menjelaskan maksud dari tanggapan tersebut.

Kemungkinan besar yang terjadi, pewawancara tidak akan terkesan dengan jawaban Anda tersebut karena tanggapan yang seperti itu sudah didengarnya berkali-kali dan intinya sama saja.

Tanggapan yang lebih tepat untuk dikatakan adalah ‘Saya tidak takut untuk memimpin suatu proyek dan saya bisa melakukannya dengan sedikit bimbingan’. Setelah Anda mengatakan itu, Anda bisa melengkapi dengan menyebutkan beberapa contoh dari pengalaman yang berhasil Anda lakukan supaya lebih meyakinkan pewawancara.

2. Dalam lima tahun, saya akan berada di posisi seperti Anda sekarang

Jangan berpikir dengan jawaban seperti itu bos Anda akan merasa tersanjung. Mereka mungkin malah berpikir dan menganggap Anda malas dan tidak berpikir.

Di sisi lain, sekalipun bos Anda berpikir dan membayangkan Anda berada di posisi yang sama dengannya nanti, itu akan menunjukkan kurangnya komitmen yang Anda buat.

Bisa jadi Anda memang berada di posisi yang sama dengan bos Anda, namun dengan perusahaan yang berbeda. Hal itu menjadi bahan pertimbangan bos Anda.

Sekiranya Anda ingin menjelaskan secara garis besar apa potensial Anda, cobalah jelaskan bagaimana Anda tumbuh di organisasi yang Anda ikuti.

Anda bisa memulainya dengan menceritakan posisi yang Anda pilih saat melamar kerja dan keterampilan apa yang harus dimiliki dalam pekerjaan tersebut. Selanjutnya Anda bisa melengkapi dengan menjelaskan bagaimana Anda dapat membangun keterampilan tersebut.

Dengan begitu, tanggapan tersebut menunjukkan bahwa Anda tidak hanya peduli dengan karier, tetapi juga bagaimana Anda mendedikasikan diri untuk membantu perusahaan tumbuh dalam jangka panjang.

3. Saya tidak suka bos saya yang sebelumnya

Hal yang harus dihindari ketika wawancara kerja adalah tidak mengungkit keburukan di pekerjaan sebelumnya. Entah itu masasalah pekerjaan, teman kerja, bahkan bosnya. Pewawancara Anda tidak akan peduli seberapa buruk pengalaman atau masalah yang Anda alami di tempat kerja sebelumnya.

Saat pewawancara Anda bertanya apa alasan Anda berhenti bekerja di tempat sebelumnya, tidak masalah jika Anda berkata jujur. Kejujuran tersebut adalah salah satu sifat berharga. Namun perlu diingat, berhati-hatilah saat Anda menyampaikannya.

Selain itu, Anda juga bisa mengatakan bahwa Anda menyadari dan memiliki hasrat ingin beralih karier. Atau bisa juga Anda mengatakan jika Anda sedang mencari sesuatu hal yang lebih menantang diri Anda.

Ada baiknya juga menyebutkan setidaknya satu hal pengalaman yang bisa Anda ambil hikmahnya dari pekerjaan sebelumnya.

Pengalaman tersebut tentu bisa menjadi pelajaran berharga Anda untuk bisa menjadi lebih baik lagi ke depannya, khususnya saat sudah bekerja di posisi yang Anda lamar itu.

Jika kenyataan pahitnya Anda dipecat dari tempat kerja sebelumnya, Anda bisa menjelaskannya tanpa harus menyalahkan pihak sebelumnya.

Lebih baik Anda membicarakan usaha apa yang berbeda dari sebelumnya yang akan Anda lakukan agar mendapat hasil yang lebih baik. Dengan begitu akan menunjukkan bahwa Anda memiliki kesadaran diri yang tinggi dan mampu menjadi lebih baik dari pengalaman buruk yang pernah terjadi.

4. Kelemahan terbesar saya adalah menjadi perfeksionis

Ilustrasi Melamar atau Wawancara Kerja. Foto: Unsplash/Gabrielle Henderson
Ilustrasi Melamar atau Wawancara Kerja. Foto: Unsplash/Gabrielle Henderson

Tidak ada yang sempurna. Pada dasarnya jawaban tersebut memiliki arti lain ‘Saya terlalu lemah untuk mengakui kelemahan apa pun’.

Pertanyaan mengenai kelemahan diri merupakan salah satu pertanyaan yang serius dari pewawancara. Anda harus menyiapkan jawaban yang jelas.

Mungkin sebelum melakukan wawancara Anda bisa bertanya lebih dulu atau meminta masukan dari mantan bos dan rekan kerja yang dipercaya.

Anda bisa mengirimkan daftar keterampilan yang harus dimiliki di posisi yang Anda lamar kepada mereka. Selanjutnya minta mereka mengukurnya berdasarkan kemampuan yang Anda miliki. Ukurlah dari keterampilan yang paling kuat hingga tidak kuat.

Pada akhirnya, semua itu juga bergantung pada kejujuran tentang apa yang perlu Anda perbaiki. Apa saja hal-hal yang menjadi kelemahan Anda kemudian berpikirlah bagaimana Anda dapat mengatasi kelemahan tersebut.

5. Bisakah Anda ceritakan lebih banyak tentang perusahaan?

Pertanyaan seperti itu memberi kesan bawa Anda sebagai pelamar tidak mengetahui tentang perusahaan. Seharusnya Anda sebagai pelamar sudah mengetahui tentang perusahaan yang Anda lamar tersebut.

Saat pewawancara melihat-lihat resume dan mempelajari lebih lanjut latar belakang Anda, seharusnya Anda bisa menjelaskan apa yang Anda ketahui dari perusahaan.

Tidak apa-apa jika Anda meminta mereka untuk menguraikan pertanyaan Anda mengenai misalnya ‘Apa tujuan bulanan perusahaan Anda?’. Namun tetap saja, ketidaktahuan pengetahuan pelamar tentang perusahaan akan memberi kesan penghinaan dan menimbulkan kesan pertama yang buruk.

6. Apa saja keuntungan yang didapatkan?

Memang tidak bijaksana jika Anda mengambil pekerjaan apa pun tanpa mengetahui apa keuntungan dan manfaat yang akan Anda dapatkan sebagai karyawan nantinya.

Tetapi di sisi lain, Anda tidak boleh mengungkit hal itu saat awal proses wawancara. Pertanyaan yang seperti itu akan membuat pewawancara berpikiran dan mempertanyakan niat Anda yang sebenarnya.

Proses awal wawancara bertujuan untuk menentukan apakah Anda cocok untuk mengisi posisi yang kosong tersebut. Oleh karena itu, topik yang melibatkan keuntungan tidak relevan jika Anda tidak berhasil melewati proses awal wawancara tersebut.

Reporter: Aprilia Wahyu Melati

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel