6 Striker Berbahaya Timnas Indonesia sepanjang Sejarah Piala AFF: Dari Kurniawan hingga Boaz Solossa

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia seolah tak pernah kehabisan penyerang tajam yang menjadi tulang punggung dalam menjebol gawang lawan. Khusus untuk Piala AFF, ada beberapa striker berbahaya di Tim Garuda.

Para penyerang yang namanya sudah melegenda ini adalah sosok penting dalam perjalanan Timnas Indonesia mengarungi gelaran Piala AFF, termasuk ketika ajang ini masih bertajuk Piala Tiger.

Setidaknya, ada enam pemain yang terhitung sebagai striker berbahaya Timnas Indonesia. Beberapa di antaranya juga akhirnya keluar sebagai pencetak gol terbanyak di turnamen ini.

Sayangnya, kiprah impresif para penyerang tersebut tak diiringi dengan keberhasilan Tim Merah Putih meraih juara. Paling mentok pencapaian Indonesia hanya menjadi runner-up.

Lalu, siapa saja sosok striker-striker berbahaya milik Timnas Indonesia dalam sejarah Piala AFF? Berikut ini Bola.com menyajikan nama-namanya.

 

Kurniawan Dwi Yulianto

Pelatih Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, mengamati anak asuhnya saat latihan di Stadion Wibawa Mukti, Jawa Barat, Senin (10/9/2018). Latihan ini persiapan jelang laga uji coba melawan Mauritius. (Bola.com/Vitalis Trisna)
Pelatih Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, mengamati anak asuhnya saat latihan di Stadion Wibawa Mukti, Jawa Barat, Senin (10/9/2018). Latihan ini persiapan jelang laga uji coba melawan Mauritius. (Bola.com/Vitalis Trisna)

Kurniawan Dwi Yulianto pernah menjadi sosok striker paling berbahaya di kawasan Asia Tenggara. Bahkan, dia sudah jadi andalan Timnas Indonesia sejak perhelatan ini pertama kali digelar pada edisi 1996.

Pada penampilan perdananya di Piala Tiger 1996, Kurniawan menjadi satu di antara pencetak gol terbanyak Tim Garuda dengan koleksi tiga gol. Jumlah itu setara dengan milik Peri Sandria.

Setelah sempat melorot dengan hanya sumbangsih satu gol pada edisi 1998, ia kembali tampil menawan pada edisi 2000 dengan tiga gol, dan mengemas lima gol pada edisi 2004.

Khusus untuk edisi yang disebut terakhir, Kurniawan masih kalah dari kompatriotnya, Ilham Jaya Kesuma, yang menjadi top skorer dengan tujuh gol.

 

Bambang Pamungkas

Bambang Pamungkas. Striker yang telah pensiun dari Timnas Indonesia pada 2012 ini mampu mencetak 1 gol saat melawan Malaysia di Piala AFF 2002. Gol tersebut dicetaknya di babak semifinal (27/12/2002) dengan skor akhir 1-0 untuk kemenangan Timnas Indoneia. (AFP/Adek Berry)
Bambang Pamungkas. Striker yang telah pensiun dari Timnas Indonesia pada 2012 ini mampu mencetak 1 gol saat melawan Malaysia di Piala AFF 2002. Gol tersebut dicetaknya di babak semifinal (27/12/2002) dengan skor akhir 1-0 untuk kemenangan Timnas Indoneia. (AFP/Adek Berry)

Pada Piala Tiger 2002, giliran Bambang Pamungkas yang bersinar bersama Timnas Indonesia. Dia jadi pemain paling produktif dalam menjebol gawang lawan.

Sepanjang turnamen tersebut, penyerang yang akrab disapa Bepe itu sukses mendulang total delapan gol untuk Indonesia. Dia pun bertengger di puncak klasemen pencetak gol terbanyak Piala Tiger 2002.

Satu di antara kiprah luar biasa Bepe pada ajang ini terjadi ketika Timnas Indonesia yang diasuh Ivan Kolev menggulung Filipina dengan skor 13-1.

Pada laga itu, Bepe dan Zaenal Arif sama-sama mencetak quattrick alias empat kali mencatatkan namanya di papan skor. Berkat kiprah istimewa ini, keduanya bertengger di jajaran atas.

Namun, torehan istimewa dari para penyerangnya itu tak diikuti dengan prestasi. Timnas Indonesia lagi-lagi dijegal Thailand pada partai final. Ketika itu, Tim Garuda takluk via adu penalti.

 

Gendut Doni

Gendut Doni yang mengawali karis di PSIS Semarang pada tahun 1998 kembali membuat penggemar sepak bola Indonesia terkagum. Gendut Doni berhasil membawa Timnas Indonesia ke babak final berkat gol penentu di menit ke-120 saat melawan Vietnam. (Foto: AFP/Pornchai Kittiwongsakul)
Gendut Doni yang mengawali karis di PSIS Semarang pada tahun 1998 kembali membuat penggemar sepak bola Indonesia terkagum. Gendut Doni berhasil membawa Timnas Indonesia ke babak final berkat gol penentu di menit ke-120 saat melawan Vietnam. (Foto: AFP/Pornchai Kittiwongsakul)

Gendut Doni jadi satu di antara pemain Timnas Indonesia yang pernah menyabet penghargaan sebagai pencetak gol terbanyak di Piala Tiger.

Ketika itu, Doni berduet dengan sejumlah penyerang elite yang dimiliki skuad Garuda. Satu di antaranya ialah Kurniawan Dwi Yulianto.

Meskipun usianya lebih junior ketimbang Kurniawan, kiprah Gendut Doni lebih istimewa. Pada usia yang baru menginjak 22 tahun, ia sukses mencetak lima gol.

Jumlah gol yang disarangkan striker asal Salatiga, Jawa Tengah, itu setara dengan milik penyerang legendaris Timnas Thailand, Worrawoot Srimaka.

Keduanya pun akhirnya dianugerahi penghargaan top skorer Piala Tiger 2000. Sayangnya, pada edisi ini Indonesia harus gigit jari karena tumbang 1-4 dari Thailand pada partai final.

 

Boaz Solossa

Boaz Solossa. Striker yang telah pensiun dari Timnas Indonesia pada 2018 ini mampu mencetak 1 gol saat melawan Malaysia di Piala AFF 2004. Gol tersebut dicetaknya di leg kedua babak semifinal (3/1/2005) dengan skor akhir 4-1 untuk kemenangan Timnas Indonesia. (Bola.com/Peksi Cahyo)
Boaz Solossa. Striker yang telah pensiun dari Timnas Indonesia pada 2018 ini mampu mencetak 1 gol saat melawan Malaysia di Piala AFF 2004. Gol tersebut dicetaknya di leg kedua babak semifinal (3/1/2005) dengan skor akhir 4-1 untuk kemenangan Timnas Indonesia. (Bola.com/Peksi Cahyo)

Boaz Solossa setidaknya sudah pernah dua kali menampilkan catatan istimewa bersama Timnas Indonesia pada Piala AFF, yakni edisi 2004 dan 2016.

Pada edisi 2004, misalnya, Boaz yang baru mencatatkan penampilan pertama di turnamen itu sudah berhasil mengemas empat gol. Namun, ia masih kalah perolehan dari Ilham Jaya Kesuma (7 gol).

Sejak performa itu, pemain asal Sorong itu mendadak populer di kalangan pendukung skuad Garuda. Ketika itu usianya baru menginjak 18 tahun.

Lalu pada Piala AFF 2016, Boaz kembali menjadi andalan. Pada edisi kali ini, striker legendaris Persipura Jayapura itu menjadi pencetak gol terbanyak untuk Tim Garuda dengan koleksi tiga gol.

Jumlah itu masih kalah dari perolehan Teerasil Dangda yang mendulang enam gol. Untuk edisi kali ini, Timnas Indonesia lagi-lagi harus bertekuk lutut dari Thailand pada partai puncak.

 

Budi Sudarsono

Striker Timnas Indonesia, Budi Sudarsono mengontrol bola, dikawal pemain Kuwait, Fahad Awad, dalam babak kualifikasi Piala Asia 2011 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (18/11). FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari.
Striker Timnas Indonesia, Budi Sudarsono mengontrol bola, dikawal pemain Kuwait, Fahad Awad, dalam babak kualifikasi Piala Asia 2011 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (18/11). FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari.

Pada Piala AFF 2008, Timnas Indonesia juga punya satu penyerang tajam yang produktif menjebol gawang lawan. Sosok itu bernama Budi Sudarsono.

Meskipun saat itu kiprah skuad Merah Putih hanya mentok pada semifinal karena kalah dari Thailand dengan agregat 1-3, Budi Sudarsono menjadi satu di antara pencetak gol terbanyak.

Pada edisi pertama yang mulai resmi berganti nama menjadi Piala AFF tersebut, pemain yang akrab dengan julukan Ular Piton itu sukses mendulang empat gol.

Jumlah itu setara dengan milik Agu Casmir (Singapura) dan Teerasil Dangda (Thailand). Ketiganya pun menyabet gelar Golden Boot secara bersama pada akhir perhelatan.

 

Cristian Gonzales

Christian Gonzales. Striker naturalisai pertama yang memperkuat Timnas Indonesia ini mampu mencetak 1 gol saat melawan Malaysia di Piala AFF 2010. Gol tersebut dicetaknya di matchday pertama penyisihan Grup A (1/12/2010) dengan skor akhir 5-1 untuk kemenangan Timnas Indonesia. (AFP/Adek Berry)
Christian Gonzales. Striker naturalisai pertama yang memperkuat Timnas Indonesia ini mampu mencetak 1 gol saat melawan Malaysia di Piala AFF 2010. Gol tersebut dicetaknya di matchday pertama penyisihan Grup A (1/12/2010) dengan skor akhir 5-1 untuk kemenangan Timnas Indonesia. (AFP/Adek Berry)

Pada Piala AFF 2010, Timnas Indonesia mencatatkan kiprah yang luar biasa pada awal turnamen. Saat itu, ada dua sosok pemain anyar, yakni Irfan Bachdim dan Cristian Gonzales.

Bagi pemain yang namanya disebut terakhir, ajang ini menjadi turnamen pertamanya bersama Timnas Indonesia setelah resmi mengantongi status sebagai WNI.

Penampilan striker yang akrab dengan julukan El Loco itu juga cukup apik. Dia sukses menyumbangkan tiga gol dan menjadi pencetak terbanyak bersama Muhammad Ridwan.

Sayangnya, jumlah itu belum cukup untuk mengantarkan pemain asal Uruguay tersebut untuk menjadi top skorer. Dia kalah gol dari striker legendaris Malaysia, Safee Sali, yang membukukan lima gol.