6 Tanda Tanda Keputihan Berbahaya, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta Keputihan merupakan hal yang normal terjadi pada setiap wanita, terutama yang sudah memasuki usia subur. Keputihan normal ini umumnya tidak disertai keluhan lain yang mengganggu. Meski demikian, waspadai jika terjadi perubahan warna dan berbau tidak sedap, karena bisa jadi hal ini merupakan tanda-tanda keputihan berbahaya.

Keputihan atau vaginal discharge adalah cairan atau lendir yang keluar dari vagina. Lendir ini berfungsi untuk membawa keluar sel-sel mati dan kuman dari dalam tubuh. Tujuannya untuk menjaga vagina tetap bersih, dan melindungi vagina dari iritasi atau infeksi.

Meskipun sebetulnya hal yang normal, keputihan bisa saja menjadi tanda adanya suatu penyakit. Terutama jika keputihan disertai keluhan lain, seperti vagina gatal atau nyeri. Kondisi ini bisa disebabkan oleh cara merawat organ intim yang salah atau oleh suatu penyakit, misalnya penyakit menular seksual.

Oleh sebab itu, Anda harus mengetahui tanda-tanda keputihan berbahaya yang dapat menimbulkan penyakit yang serius. Berikut ini ulasan mengenai tanda-tanda keputihan berbahaya beserta penyebab dan cara mengatasinya yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (5/7/2021).

Pengertian Keputihan

Keputihan (iStockphoto)
Keputihan (iStockphoto)

Pengertian keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan merupakan cara alami tubuh untuk menjaga kebersihan dan kelembapan organ kewanitaan.

Keputihan terdiri dari dua macam:

1. Fisiologis (alami)

2. Patologis (kelainan).

Keputihan Fisiologis (alami) adalah keputihan normal. Tanda-tanda keputihan normal ini antara lain berjumlah sedikit, cair, bening, tidak berbau, dan tidak menyebabkan gatal. Keputihan alami dapat terjadi karena perubahan hormonal selama siklus haid, stres, kehamilan, alat kontrasepsi, dan aktivitas seksual. Keputihan Patologis (kelainan) adalah keputihan yang tidak normal. Keputihan tidak normal ini bersifat bau, gatal, dan jumlahnya cukup banyak. Penyebabnya bisa karena proses infeksi, alergi, benda asing, atau tumor di saluran reproduksi. Diperkirakan sekitar 75% wanita dewasa di Indonesia pernah mengalami keputihan.

Tanda-tanda Keputihan Berbahaya

ilustrasi Nyeri saat Keputihan (iStockphoto)
ilustrasi Nyeri saat Keputihan (iStockphoto)

Ada beberapa tanda-tanda keputihan berbahaya yang perlu Anda ketahui, diantaranya :

1. Perubahan Warna pada Keputihan

Tanda-tanda keputihan berbahaya yang paling sering terjadi adalah perubahan warna. Keputihan normal berwarna putih bening dan tidak berbau. Namun, jika keputihan yang Anda miliki justru berwarna putih susu, keabuan, atau hijau, maka ini bisa menandakan adanya masalah kesehatan serius. Biasanya, perubahan warna ini terjadi akibat adanya infeksi oleh bakteri.

2. Timbul Bau Tidak Sedap

Tanda-tanda keputihan berbahaya yang selanjutnya adalah timbul bau tidak sedap. Jika perubahan warna disertai dengan bau yang menyengat, maka besar kemungkinan Anda memiliki infeksi bakteri pada vagina. Umumnya, bau yang timbul akan tercium seperti bau amis dan bau busuk.

3. Punya Tekstur yang Berbeda

Tanda-tanda keputihan berbahaya yang selanjutnya adalah punya tekstur yang berbeda. Keputihan memiliki tekstur yang berbeda-beda. Namun, biasanya keputihan yang normal memiliki tekstur yang cair dan tidak bergumpal. Cairan vagina memiliki konsistensi seperti lendir encer kental. Namun hal ini tergantung pada siklus hormon perempuan itu sendiri.

4. Timbul Keluhan Nyeri

Tanda-tanda keputihan berbahaya yang selanjutnya adalah timbul keluhan nyeri. Keputihan yang normal tidak akan menimbulkan keluhan apapun. Namun dalam beberapa kasus, keputihan yang muncul bisa menimbulkan keluhan seperti nyeri saat buang air kecil, gatal, dan sakit di area vagina. Segera lakukan pemeriksaan jika kondisi ini Anda alami, terutama jika sudah terjadi cukup lama.

5. Keputihan Disertai Darah

Tanda-tanda keputihan berbahaya yang selanjutnya adalah disertai pendarahan. Keputihan yang disertai dengan darah dan terjadi diluar masa menstruasi atau terjadi setelah menopause merupakan tanda-tanda keputihan berbahaya. Kondisi ini dapat disebabkan oleh sejumlah kondisi, seperti infeksi, kanker serviks, atau radang panggul.

6. Keputihan Disertai Demam pada Tubuh

Tanda-tanda keputihan berbahaya yang selanjutnya adalah disertai demam pada tubuh. Kondisi tersebut merupakan kondisi yang perlu diwaspadai. Pasalnya, munculnya demam pada tubuh merupakan tanda adanya reaksi perlawanan tubuh terhadap kuman penyebab infeksi. Untuk hal yang satu ini, perawatan medis diperlukan untuk menghindari komplikasi yang bisa saja membahayakan.

Penyebab Keputihan

Sumber: Freepik
Sumber: Freepik

Keputihan yang normal adalah pertanda tubuh berfungsi dengan sehat, karena keputihan adalah cara tubuh membersihkan dan melindungi vagina. Namun, keputihan berbahaya biasanya disebabkan oleh infeksi. Berikut ini adalah beberapa penyebab utama keputihan berbahaya:

1. Bakteri Vaginosi

Bakteri vaginosis adalah infeksi bakteri yang cukup umum. Infeksi ini menyebabkan peningkatan jumlah keputihan disertai aroma yang kuat dan busuk. Wanita yang menerima seks oral atau yang memiliki banyak pasangan seksual berisiko tinggi tertular infeksi ini.

2. Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah jenis infeksi yang disebabkan oleh protozoa, atau organisme bersel tunggal. Infeksi ini biasanya menyebar melalui kontak seksual, tetapi dapat juga ditularkan dengan berbagi handuk atau pakaian renang. Infeksi ini ditandai dengan keputihan berwarna kuning atau hijau yang memiliki aroma busuk. Rasa sakit, radang, dan gatal-gatal juga merupakan gejala umum meski beberapa orang tidak mengalami gejala apa pun.

3. Infeksi Jamur

Infeksi jamur menghasilkan cairan keputihan yang seperti keju dan berbuih, disertai rasa panas dan gatal. Kehadiran jamur dalam vagina adalah normal, tetapi pertumbuhannya dapat berlipat ganda di luar kendali dalam situasi tertentu. Dan inilah yang menyebabkan infeksi. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat meningkatkan kemungkinan infeksi jamur pada vagina, diantaranya:

a. Stress

b. Diabetes

c. Penggunaan pil KB

d. Kehamilan

e. Antibiotik, terutama digunakan dalam waktu 10 hari

f. Gonore dan klamidia (adalah infeksi menular seksual (IMS) yang dapat menghasilkan keputihan yang tidak normal. Sering berwarna kuning, kehijauan, atau berbusa/berbuih)

4. Penyakit Radang Panggul (PID)

Penyakit radang panggul (PID) adalah infeksi yang sering menyebar melalui kontak seksual. Infeksi ini terjadi ketika bakteri menyebar ke vagina dan ke organ reproduksi lainnya. Keputihan akibat infeksi ini biasanya beraroma busuk dan bertekstur kental.

5. Human papillomavirus (HPV) atau kanker serviks

Infeksi human papillomavirus (HPV) disebarkan melalui kontak seksual. Infeksi ini dapat menyebabkan kanker serviks. Meskipun mungkin tidak ada gejala, kanker jenis ini dapat menghasilkan cairan berdarah, coklat, atau berair dengan aroma yang tidak sedap. Kanker serviks dapat dengan mudah diskrining dengan Pap smear tahunan dan sumber pengujian HPV yang terpercaya.

Cara Mengatasi Keputihan Berbahaya

Ilustrasi Rajin Ganti Pembalut. foto: SouthernSun from Pixabay
Ilustrasi Rajin Ganti Pembalut. foto: SouthernSun from Pixabay

Cara mengobati dan mengatasi keputihan tergantung pada penyebab keputihan itu sendiri. Misalnya, infeksi jamur biasanya diobati dengan obat anti jamur yang dimasukkan ke dalam vagina dalam bentuk krim atau gel. Bakteri vaginosis diobati dengan pil atau krim antibiotik. Trikomoniasis biasanya diobati dengan obat metronidazole (Flagyl) atau tinidazole (Tindamax).

Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah infeksi vagina yang dapat menyebabkan keputihan yang tidak normal, diantaranya:

1. Jaga kebersihan vagina dengan membasuhnya secara teratur menggunakan sabun lembut dan air hangat.

2. Jangan pernah gunakan sabun wangi dan produk feminin atau douche, dan juga hindari semprotan feminin dan mandi busa.

3. Setelah buang air, selalu bersihkan vagina dari depan ke belakang untuk mencegah bakteri masuk ke dalam vagina dan menyebabkan infeksi.

4. Kenakan celana dalam berbahan katun 100%, dan hindari pakaian yang terlalu ketat.

5. Konsumsi makanan sehat dengan nutrisi seimbang.

6. Konsumsi yoghurt atau suplemen yang mengandung lactobacillus.

7. Ganti pembalut secara teratur saat datang bulan.

8. Hindari penggunaan parfum, bedak pada vagina. Sebab penggunaan parfum dan sabun juga dapat merusak keseimbangan bakteri dan jamur yang terdapat di vagina.

9. Hindari penggunaan bahan-bahan berikut yang dapat membuat iritasi dan menyebabkan keluarnya cairan tidak normal dari vagina.

10. Penggunaan pelembut atau detergen yang beraroma kuat saat mencuci celana dalam.

11. Pembalut beraroma atau berparfum.

12. Tisu toilet beraroma.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel