6 Tempat Wisata Religi yang Menarik untuk Dikunjungi Usai Natal

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Natal baru saja berlalu. Hari Natal tak hanya cuma sekedar pohon Natal yang lengkap dengan lampu dan dekorasinya yang berkelap-kelip. Namun, Ada juga sejumlah tradisi Natal yang terus berlaku secara turun temurun di Indonesia.

Di seluruh dunia bahkan Indonesia, tradisi Natal saling berbeda satu sama lain. Meski berbeda, namun semuanya saling berbagi kasih sayang dan semangat yang menggembirakan. Berikut beberapa tempat yang wajib dikunjungi untuk membantu perjalanan spriitual Anda usai Natal yang dirangkum dari berbagai sumber.

Katedral - Jakarta

Gereja Katedral Jakarta memiliki nama resmi yaitu Gereja Santa Maria Pelindung Diangkat Ke Surga, De Kerk van Onze Lieve Vrouwe ten Hemelopneming Berdiri di seberang masjid terbesar di Jakarta, Masjid Istiqlal, terdapat sebuah gereja neo-Gotik bersejarah bernama Katedral Jakarta .

Bukan suatu kebetulan seperti yang direncanakan oleh presiden pertama Indonesia, Soekarno. Dia ingin menciptakan sebuah bangsa di mana berbagai agama dapat hidup berdampingan secara harmonis. Karenanya, tempat-tempat suci ini berada dekat jaraknya.

Anda dapat melihat patung-patung besarnya atau mengamati lukisannya yang menakjubkan begitu menginjakkan kaki di dalam gereja. Sementara itu, di lantai atas telah diubah menjadi museum, menampilkan berbagai relik ritual yang digunakan pada zaman Hindia Belanda.

Gereja Blenduk

Gereja Blenduk (sumber: wikipedia.org)
Gereja Blenduk (sumber: wikipedia.org)

Gereja bersejarah lainnya di Indonesia adalah Gereja Blenduk Semarang. Gereja Blenduk Semarang ini merupakan Gereja yang dibangun pada 1753 dan salah satu landmark di Kota Lama. Sebuah tempat dengan arsitektur terinspirasi tua ala Eropa yang menakjubkan dan atap mirip kubah yang unik.

Dibangun pada 1753, gereja ini merupakan gereja Kristen tertua di Indonesia. Anda dapat mengunjungi gereja ini untuk layanan gereja offline Anda. Namun, mereka yang ingin mengunjungi tempat ini di luar jadwal bisa juga dapat menemukan keindahan arsitektur dengan harga retribusi yang kecil.

Selama berada di sana, Anda juga dapat menjelajahi kota Semarang yang semarak dan landmark seperti Marba Semarang, Gedung Kerta Niaga, dan Stasiun Kereta Api Semarang Tawang.

Gua Maria Sendangsono

Gua Maria Sendangsono (dok.instagram@suprayogialbertus/https://www.instagram.com/p/BSggyi5lL6N/Komarudin)
Gua Maria Sendangsono (dok.instagram@suprayogialbertus/https://www.instagram.com/p/BSggyi5lL6N/Komarudin)

Gua Maria Sendangsono dibangun pada tahun 1927 sampai 1929 dan diresmikan 8 Desember 1929. Berlokasi di Dusun Semagung, Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Asal mula nama Sendangsono berawal dari sebuah sumber air yang terletak di bawah pohon angsana. Kata “Sendang” merupakan istilah Jawa untuk menyebutkan sumber air, sedangkan “Sono” berarti pohon Sono/Angsana.

Gua Maria Sendangsono yang diperuntukkan untuk tempat ziarah sekaligus tempat ibadah ini merupakan wujud rasa syukur umat Katolik Kalibawang. Saat Anda memulai penjelajahan ke Gua Maria Sendangsono, Anda akan melihat pintu masuk dengan dinding batu di kedua sisinya, menuju ke kompleks ziarah.

Gereja Pniel Blimbingsari - Bali

Gereja di Desa Wisata Blimbingsari ini dibangun menyerupai pura. Ornamen serta ukiran - ukiran pada setiap sudut bangunan gereja merupakan ukiran khas Bali. Oleh karena itu, penduduk setempat sebelum tahun 1970 menyebutnya sebagai “Pura Gereja”. Gereja di desa ini dikenal sebagai gereja tertua dan terunik di Bali.

Berlokasi di Banjar Blimbingsari, gereja ini dikelilingi oleh keindahan pedesaan, suasana yang bersih, menampilkan suasana desa wisata Blimbingsari yang segar dan nyaman. Gereja Pniel Blimbingsari ini pada acara-acara khusus seperti natal, para penyelenggara kebaktian akan menggunakan pakaian adat Bali. Mereka juga memainkan gamelan tradisional Bali dalam kebaktian gereja, menghadirkan nuansa budaya bagi mereka yang mengikuti acara tersebut.

Buntu Burake

Patung Yesus Buntu Burake diharapkan mampu tarik kunjungan wisata turis mancanegara.
Patung Yesus Buntu Burake diharapkan mampu tarik kunjungan wisata turis mancanegara.

Wisata patung Tuhan Yesus ini pun menjadi ikon Tana Toraja yang diharapkan bisa menjadi jembatan emas kembalinya kejayaan wisata Tana Toraja yang telah mendunia. Memasuki pusat kota Makale, Tana Toraja, Patung Tuhan Yesus setinggi 40 meter berukuran raksasa akan nampak dari Puncak Buntu Burake. Tampak patung Tuhan Yesus Memberkati tersebut mengalahkan tinggi Patung Yesus Penebus di Rio Janeiro, Brasil.

Patung Yesus di Tana Toraja menjadi patung Yesus tertinggi kedua di dunia setelah Patung Kristus Raja di Polandia yang memiliki tinggi 52,5 meter. Lokasi wisata religi ini berada di Bukit Buntu Burake, Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Indonesia. terletak sekitar 5 kilometer dari pusat kota Makale.

Kapel Larantuka - Flores

Di ibu kota Flores Timur, terletak kota Larantuka, yang terkenal dengan sejarah Katolik yang panjang dan perayaan Paskah yang megah. Salah satu landmark terkenal adalah Kapel Larantuka, terdiri dari Kapel Tuan Ma, dan Kapel Tuan Ana. Kamu pasti bisa mengalami perjalanan spiritual saat melihat pemandangan panorama di latar belakang kapel tersebut.

Mereka yang berkunjung di Kapel Larantuka dapat menjelajahi lebih jauh ke beberapa desa adat dan mempelajari beberapa tradisi lokal dengan membuat kain tenun tangan khas Flores , tenun ikat. (Melia Setiawati)

Infografis Dilema Libur Panjang Akhir Tahun 2020

Infografis Dilema Libur Panjang Akhir Tahun 2020 (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Dilema Libur Panjang Akhir Tahun 2020 (Liputan6.com/Triyasni)

Saksikan video pilihan di bawah ini: