6 Teroris MIT Poso Diminta Menyerahkan Diri

·Bacaan 2 menit

VIVASatgas Madago Raya, terus memburu sisa teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, Sulawesi Tengah yang masih buron atau masuk daftar pencarian orang (DPO).

Dalam memburu para teroris ini, bahkan Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Abdul Rakhman Baso turun langsung ke lapangan bersama Satgas Madago Raya.

“Pak Kapolda Sulawesi Tengah kembali pimpin pasukan turun ke lapangan bersama beberapa pejabat Satgas Madago Raya,” kata Wakil Kasatgas Humas Operasi Madago Raya, AKBP Bronto Budiyono pada Kamis, 22 Juli 2021.

Menurut dia, Kapolda Sulawesi Tengah menyisir sejumlah lokasi menggunakan motor trail dari Poskotis Tokorondo Poso, menuju wilayah Poso Pesisir Selatan, wilayah Lore bersaudara dan Kabupaten Sigi.

“Setidaknya ada delapan pos sekat, poskotis dan pospam rahwan (pos pengamanan daerah rawan) yang menjadi sasaran untuk dikunjungi rombongan Kapolda Sulteng,” ujarnya.

Sebagai penanggungjawab kebijakan operasi Satgas Madago Raya, kata Bronto, Kapolda Sulawesi Tengah tidak ingin berlama-lama menuntaskan pencarian sisa buronan teroris Poso. Makanya, kata dia, kapolda kembali memimpin langsung pencarian dan pengejaran tersebut.

“Patroli skala besar kembali dikerahkan untuk mempersempit ruang gerak DPO teroris Poso, dan mencegah para simpatisan yang ingin memberikan suplai logistik atau bahan makanan pasca tiga orang DPO teroris Poso dilumpuhkan dalam sepekan terakhir,” jelas dia.

Tentu, kata Bronto, pasukan yang berada di pos perlu diberikan motivasi, suplai logistik dan bahan makanan agar lebih bersemangat dalam bertugas guna menuntaskan sisa DPO teroris yang belum mau menyerahkan diri. Sebab, kekuatan logistik untuk pasukan yang berada di medan operasi perlu diperhatikan.

“Karena itu adalah kunci keberhasilan dalam tugas operasi, tanpa logistik yang cukup mustahil operasi akan berhasil,” katanya.

Oleh karena itu, Bronto menyampaikan imbauan Kapolda Sulawesi Tengah kepada para buronan teroris Poso supaya menyerahkan diri segera. Apalagi, keluarga juga sudah menunggu kepulangan para DPO teroris.

“Sisa DPO teroris Poso segera menyerahkan diri dengan baik-baik. Selanjutnya, diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku dan kembali ke pangkuan NKRI. Masih ada kesempatan untuk bertobat, memperbaiki kesalahan, dan berkumpul kembali dengan keluarga yang sudah lama merindukan kepulangan kalian,” tandasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel