6 Tips Jitu Mengatur Keuangan Anti Bokek Bagi Anak Kuliahan

·Bacaan 4 menit

Fimela.com, Jakarta Jika kamu menginginkan finansial dan cara mengatur keuangan yang baik, kamu harus mulai mengembangkannyanya sejak masih duduk di bangku kuliah. Hal ini dikarenakan masa perkuliahan adalah masa eksplorasi, pembelajaran, dan pertumbuhan bagi para anak muda.

Fase perkuliahan juga merupakan saat ketika sebagian besar kehidupan finansialmu masih dalam ‘roda pelatihan’, karena sudah banyak anak muda yang hidup merantau dan tinggal sendiri di kos atau tempat tinggal sewa lainnya. Sehingga, keadaan inilah yang memaksa para anak kuliahan untuk bisa mengatur keuangannya secara mandiri.

Jika kamu sudah mulai membiasakan diri untuk mengatur keuangan dengan baik selama masih duduk di bangku kuliah, maka kamu pasti akan lebih bisa mengatur keuangan secara lebih efektif lagi dan terhindar dari masalah finansial setelah lulus kuliah.

Namun, jika kamu belum mulai mencoba mengatur keuanganmu sejak dini, jangan khawatir. Dilansir dari berbagai sumber, Fimela.com telah merangkum 6 tips jitu untuk membantumu mengatur keuangan, khususnya bagi anak kuliahan. Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Membuat Rancangan Anggaran

Ilustrasi mengurus keuangan (pexels.com/Karolina Grabowska)
Ilustrasi mengurus keuangan (pexels.com/Karolina Grabowska)

Salah satu hal terpenting dalam mengatur keuangan pribadi adalah membelanjakan lebih sedikit daripada uang yang kamu hasilkan. Namun, kamu tidak dapat merealisasikan hal itu jika kamu tidak tahu berapa banyak yang kamu hasilkan atau berapa banyak yang kamu belanjakan.

Maka dari itu, membuat rencana anggaran akan membantumu lebih efektif dalam menghemat pengeluaran. Kamu dapat melacak pendapatan dan pengeluaranmu, serta dapat memiliki gambaran yang jelas tentang arus kas dari bulan ke bulan.

“Membuat anggaran adalah cara yang baik untuk memulai mengelola keuangan. Kamu dapat menggunakan aplikasi atau spreadsheet sederhana untuk melacak pendapatan dan pngeluaranmu,” ujar Anna Kelsier, seorang perencana keuangan bersertifikat, dikutip dari Student Loan Hero pada Selasa (7/9).

Temukan cara untuk mendapatkan uang tambahan

Meskipun kamu sibuk dengan perkuliahanmu dan kegiatan-kegiatan kampus yang tak kunjung usai, kamu dapat meluangkan waktu untuk mendapatkan uang ekstra dalam menambah pendapatanmu.

Jika kamu memenuhi syarat, cobalah untuk magang atau bekerja paruh waktu di suatu perusahaan untuk mendapatkan uang tambahan, sekaligus menambah pengalaman. Dalam hal ini, kamu dapat menambah penghasilanmu dengan hasil usahamu sendiri.

“Ambil pekerjaan sampingan. Hal ini membantu membangun penyangga keuangan yang lebih besar, dan memudahkan kamu untuk mendapatkan pekerjaan setelah kamu lulus nanti,” ujar CEO MoneyTips Marc Diana.

Buat dana darurat

Ilustrasi mengurus keuangan  | unsplash.com
Ilustrasi mengurus keuangan | unsplash.com

Salah satu ‘mantra’ keuangan pribadi yang paling sering diulang adalah “bayar sendiri terlebih dahulu.”

Hal itu benar adanya. Tidak peduli berapa banyak kamu memiliki hutang dalam pinjaman, atau hutang kartu kredit, bahkan seberapa rendah gajimu, kamu harus lebih bijaksana jika meletakkan sejumlah uang dalam anggaran untuk disimpan dalam dana darurat setiap bulan.

Memiliki uang di tabungan yang digunakan untuk keadaan darurat dapat membuat kamu keluar dari masalah finansial. Jika kamu sudah terbiasa memiliki uang darurat ini, maka besar kemungkinan kamu akan memiliki uang cadangan lebih, yang bisa kamu manfaatkan sebagai uang pensiun, uang liburan, atau bahkan uang yang bisa dimanfaatkan sebagai uang muka pembelian rumah.

Berinvestasi

Membangun kekayaan dengan cara berinvestasi merupakan langkah awal untuk bisa membangun pondasi finansial di masa depan. Namun, kamu harus paham betul bagaimana cara berinvestasi agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

Terutama jika kamu masih berstatus pelajar, kamu harus mengulik lebih dalam lagi soal dunia investasi, terlebih untuk mencari tahu tentang cara kerja investasi.

Kamu mungkin akan tergoda oleh semua robo-advisors dan investasi alternatif, tapi kamu harus menghindari godaan-godaan tersebut, karena hal itulah yang akan menambah kerumitan sebelum kamu siap sepenuhnya untuk berinvestasi.

Tahu ke mana uang pergi

Ilustrasi investasi keuangan | unsplash.com/@precondo
Ilustrasi investasi keuangan | unsplash.com/@precondo

Penting bagi kamu untuk memastikan bahwa pengeluaran tidak boleh melebihi penghasilan. Maka dari itu, cara terbaiknya adalah dengan melakukan tracking untuk melacak kemana uang-uangmu pergi.

Kamu bisa melakukan pencatatan dan mengatur anggaran untuk melacak semua pengeluaran dan pemasukanmu setiap waktunya. Hal ini merupakan suatu langkah kecil yang dapat dikelola dalam pengeluaran sehari-hari, dan dapat berdampak besar pada situasi keuanganmu ketika mendapatkan kenaikan gaji.

Selain itu, menjaga pengeluaran bulanan berulang serendah mungkin dapat menghemat banyak uang dari waktu ke waktu. Pilihlah sesuatu yang lebih sederhana untuk tujuan besar yang kamu inginkan di masa mendatang.

Hindari kebiasaan menghutang

Banyak sekali teknologi keuangan yang memungkinkan kamu untuk bisa membeli barang dahulu lalu dibayar belakangan seperti fitur PayLater ataupun penggunaan kartu kredit.

Jika kamu terbiasa untuk menggunakan kedua hal tersebut, maka kamu akan selalu hidup dengan hutang dan pikiranmu cenderung hanya berorientasi pada bagaimana cara mendapatkan uang untuk melunasi hutang-hutang tersebut.

Hutang-hutang inilah yang menahanmu untuk bisa bebas secara finansial selama bertahun-tahun karena kamu selalu hidup dalam hutang dan suku bunga dari fitur-fitur tersebut juga terbilang tinggi.

Maka dari itu, biasakan untuk selalu menabung dan rencanakan setiap pengeluaranmu, sehingga kamu tak perlu berhutang dan bisa langsung melunasinya di muka.

Penulis: Chrisstella Efivania

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel