6 Tips untuk Pelari Pemula di Tengah Pandemi

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Bagi Anda yang sedang sedang mencari sesuatu yang baru untuk dilakukan di tengah pandemi, memulai rutinitas berlari untuk pertama kalinya mungkin bisa jadi pilihan.

Dilansir dari BBC, Rabu (10/3/2021), selama lockdown akibat virus corona tahun lalu, aplikasi kebugaran seperti Strava dan Freeletics mencatat peningkatan jumlah orang yang menggunakannya.

Apabila Anda tertarik untuk mengikuti langkah yang serupa, simak 6 tips di bawah ini dari pelatih pribadi Cara Meehan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat bergabung dengan dunia pelari.

1. Jangan mencoba berlari lebih cepat dari orang lain

Anda mungkin tergoda untuk melaju dengan kecepatan penuh sejak awal. Tapi itu adalah sesuatu yang seharusnya tidak Anda lakukan. Menurut Meehan, lebih baik untuk mulai dengan tempo lambat saja.

"Jangan membandingkan diri Anda dengan orang lain. Anda harus berhenti, berjalan-jalan sebentar, dan rela disalip orang, semuanya akan tetap baik-baik saja. Ini semua tentang memperlambat kecepatan sehingga Anda bisa melanjutkan lebih lama,” ujar Meehan.

2. Bangun perlahan

Alih-alih berharap untuk menjadi Mo Farah hanya dalam waktu seminggu setelah berlari, fokuslah pada membuat rencana dan melakukannya. Sehingga, Anda tidak cepat-cepat keluar dari rencana itu.

"Pelari baru perlu membangun stamina. Memulai dengan tiga kali lari seminggu mungkin akan ideal. Kemudian, tingkatkan. Lari pertama Anda mungkin terkesan seperti perjalanan panjang yang diisi dengan banyak istirahat di tengah jalan. Kemudian, di lain waktu, Anda mungkin melangkah lebih jauh dan kemudian baru beristirahat. Anda harus terus melakukannya,” jelas Meehan.

3. Selalu ingat untuk melakukan peregangan

Lari/Unsplash Andrew
Lari/Unsplash Andrew

Meehan mengatakan pelari baru biasanya mengalami cedera umum seperti nyeri pada betis. Jadi, penting untuk mengatur perlengkapan lari Anda karena itu adalah salah satu upaya untuk mencegah cedera.

"Hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah berinvestasi dalam sepatu lari yang tepat," kata Meehan.

Ingat pula untuk selalu melakukan peregangan dan pemanasan dengan benar seperti yang diajarkan dalam pelajaran olahraga di sekolah.

"Mulailah berlari perlahan, lakukan beberapa menit, lalu berhenti untuk melakukan beberapa peregangan. Saat Anda kembali ke rumah dalam cuaca hangat, mandilah air panas, minum banyak air dan kemudian lakukan peregangan lagi. Sangat penting untuk meregangkan otot-otot itu,” jelas Meehan.

4. Beri diri asupan yang cukup

Anda perlu memastikan tubuh Anda memiliki energi untuk berlari. "Jadilah terhidrasi. Minumlah terlebih dahulu ketika Anda pergi berlari, sehingga ketika berangkat untuk melakukan lari singkat, Anda tidak perlu membawa air," kata Meehan.

Setelah berlari, Anda bisa memakan pisang atau sepotong roti panggang dengan selai kacang yang mengandung karbohidrat hanya untuk kembali mengisi bahan bakar diri sendiri.

5. Ingatlah alasan Anda memulai

Untuk tetap mempertahankan rutinitas Anda berlari, terutama ketika Anda baru memulainya, penting untuk terus mengingat apa motivasi Anda.

“Ingatlah mengapa Anda melakukannya. Jika untuk alasan kesehatan atau sebagai cara untuk menikmati hari di luar rumah, maka fokuslah terhadap itu,” jelas Meehan. Meehan juga menambahkan, “Jangan terpaku dengan waktu, ingatlah untuk menikmati pemandangan sekitar Anda, terutama di saat ini dimana tidak semua orang beraktivitas seperti biasanya. Bila Anda mampu menikmatinya maka Anda akan terus melakukannya.”

6. Tetap aman saat berlari

Ilustrasi Lari Jarak Pendek Credit: unsplash.com/Matthew
Ilustrasi Lari Jarak Pendek Credit: unsplash.com/Matthew

Latihan fisik menjadi salah satu kunci dalam menjaga kesehatan mental selama ada pembatasan sosial untuk kegiatan lainnya, seperti bekerja dan belajar. Bila Anda lebih nyaman melakukannya di malam hari, contohlah panduan yang dipakai masyarakat di Inggris dimana latihan fisik yang dilakukan di luar ruangan sebaiknya didampingi oleh salah satu anggota keluarga selama dilakukan dengan tetap menjaga jarak.

Namun, apabila pilihan tersebut tidak tersedia, Saskia Garner dari Suzy Lamplugh Trust menyarankan untuk tetap memberi tahu agenda Anda pada kerabat yang bisa dipercaya sehingga apabila terjadi masalah, ada seseorang yang mengetahui kemana Anda sebelumnya pergi. Anda juga perlu ingat untuk memperhatikan pengaturan pada aplikasi pelacak dengan seksama dimana pastikan bahwa rute perjalanan dan waktu rutin Anda berlari tidak mudah dilihat dan diakses oleh orang lain.

“Tetap berada di rute yang cukup sibuk dimana Anda tetap bisa memanggil pertolongan ketika Anda membutuhkannya,” tutup Garner.

Reporter: Priscilla Dewi Kirana