6 Tokoh Ini Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Aulia Fitria

Jakarta, IDN Times - Setiap tokoh mempunyai jasa bagi negeri ini. Jasa tersebut merupakan hasil perjuangan mereka, baik dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, maupun dengan kinerja dan hasil yang baik dalam menjalankan tugasnya.

Dalam memperingati hari pahlawan yang jatuh pada 10 November, IDN Times merangkum nama-nama tokoh di Indonesia yang diusulkan dan diperjuangkan untuk menjadi pahlawan nasional berkat jasa-jasa mereka.

1. Ade Irma Suryani Nasution

6 Tokoh Ini Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Ade Irma Suryani, anak perempuan Jenderal AH Nasution diusulkan menjadi salah satu pahlawan. Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo menyatakan mendukung usulan itu.

"Saya mendukung usulan pemberian gelar pahlawan kepada Ade Irma Suryani," ujarnya seperti dilansir Antara.

Menurut Bambang Soesatyo yang akrab dipanggil Bamsoet, sosok dan peran Irma penting untuk menjadi inspirasi bagi bangsa agar selalu siap berjuang demi bansga dan negara.

Ade Irma Suryani meninggal dalam peristiwa Gerakan 30 September karena luka tembak ditubuhnya. Ade sempat dilarikan ke RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, namun nyawanya tidak tertolong.

2. Ali Sadikin

6 Tokoh Ini Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin juga diusulkan sebagai salah satu pahlawan. Usulan ini diajukan rakyat, yang kemudian disampaikan oleh Kementrian Sosial.

"Tidak ada pencalonan langsung dari pemerintah, tapi dari bawah. Setiap warga negara berhak mencalonkan siapa yang dianggap pantas menjadi pahlawan nasional," ujar mantan menteri sosial Salim Segaf al-Jufri, seperti kutip dari Antara.

Namun, hingga saat ini Ali belum juga mendapat gelar pahlawan.

Melansir dari berbagai sumber, alasan Ali belum masuk dalam daftar pahlawan karena terkendala persoalan administrasi.

3. Soeharto

6 Tokoh Ini Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Presiden Kedua RI Soeharto, juga masuk dalam daftar tokoh yang diusulkan oleh Kemensos  untuk menjadi pahlawan. Namun usulan tersebut menuai pro kontra hingga pada akhirnya Soeharto belum mendapatkan gelar pahlawan.

Hal ini berdasarkan Keputusan Presiden No 52 TK/2010, bahwa dari 10 nama yang diajukan pada saat itu termasuk Ali Sadikin dan Soeharto, hanya dua nama saja yang mendapat gelar pahlawan, yaitu Dr Johannes Leimena dan Johannes Abraham Dimara.

4. Chairil Anwar

6 Tokoh Ini Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Nama penyair Chairil Anwar juga turut masuk dalam daftar usulan pahlawan. Nama Chairil diajukan oleh sejumlah budayawan dan sastrawan dari Sumatera Barat. Namanya diusulkan karena Chairil sudah berjuang melalui karya sastra.

"Selain karya-karyanya, Chairil juga punya hubungan erat dengan pejuang sekelas Sutan Syahrir, Sukarni, dan Khairul Saleh," ujar Ketua Forum Inisiator Pengusulan Chairil Anwar menjadi Pahlawan Nasional, Gus TF Sakai.

5. Usmar Ismail

6 Tokoh Ini Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Sutradara Usmar Ismail juga turut diusulkan sebagai salah satu pahlawan. Usulan ini disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan, jika melihat dari segi perfilman, nama Usmar Ismail berperan penting.

"Jadi, dunia perfilman mengusulkan nama Usmar Ismail sebagai pahlawan nasional. Saya kira dari segi perfilman sangat penting," ujarnya.

Namun, usulan tersebut belum dapat direalisasikan hingga saat ini. 

6. Gus Dur

6 Tokoh Ini Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional


Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur juga telah diusulkan untuk menjadi pahlawan nasional. Pengusulnya adalah Khofifah Indar Parawansa yang saat ini menjadi Gubernur Jawa Timur. Khofifah menilai, putra kelahiran Jombang, 7 September 1940 itu telah mewariskan budaya toleransi dan pluralisme di Indonesia.

Sebagai upaya tindak lanjut, Khofifah mengatakan, dia telah menyampaikan usulan tersebut kepada Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP).

“Kami masih punya banyak tokoh yang kita berharap dapat anugerah gelar pahlawan, ada Gus Dur, ada juga Trunojoyo, sementara itu di dalam surat yang kami sampaikan terakhir kepada Presiden,” kata Khofifah usai upacara peringatan Hari Pahlawan 10 November di Monumen Tugu Pahlawan, Surabaya, Minggu (10/11).